
Gresha segera membawa Yumi ke kamarnya, mereka berdua segera mandi dan berdandan. Gresha juga memilihkan dress yang pastinya menawan untuk Yumi. Gresha juga tak lupa merias wajah dan juga rambut Yumi.
“Gresh, gue bingung sumpah!” Ucap Yumi saat Gresha asyik menyisir rambut Yumi.
“Bingung kenapa lagi?”
“Harusnya tuh nggak kayak gini,masak tiba-tiba lo ngajakin gue buat ketemu sama temennya Ardiya , kalian terlalu mendadak dan terburu-buru. Gue aja belum menyanggupi ide kalian lho!”
“Kan makin cepet makin bagus dong Yum, Jadi nanti lo bisa bilang ke Raka kalau lo uda punya pacar, jadi dia nggak ngejar-ngjer lo lagi!”
“Iya sih tapi kan…!”
“Tapi apa? apa lo jangan-jangan cinta sama Raka ya, makanya lo ragu mau ketemu temennya Ardiya?” Ledek Gresha.
“Lo ngaco ya!”
“kalau cinta bilang aja Yum, biar gue bilang Ardiya buat batalin, mumpung belum berangkat nih!”
“Ihh dasar lo ya, iya iya gue mau ketemu temannya Ardiya!” Ucap Yumi dengan wajah sedikit kesal.
Setelah sekiranya siap, Gresha dan Yumi langsung turun ke bawah dan mereka melihat Ardiya sudah siap menunggu di ruang tamu. Seperti biasa Ardiya selalu tampan dan menawan. Gresha lalu segera menghampiri suaminya itu dan memeluk lengan suaminya itu.
“Ganteng banget sih suami aku!” Ucap Gresha sambil terus memandangi wajah Ardiya.
“Ih…please nggak usah ngebucin di depan gue ya!” Ucap Yumi dengan wajah sinisnya.
Gresha dan Ardiya pun tertawa riang melihat tingkah Yumi itu, sangat terlihat kalau Yumi sebenarnya sedang gugup. Tak pernah terbayangkan kalau dia akan bertemu dengan teman dari Ardiya. Pikiran Yumi pun penuh dengan semua dugaannya. Apakah laki-laki itu tinggi berkulit putih? Atau berkulit sawo matang? Apakah berambut pendek atau gondrong? Apakah bola matanya berwarna hitam atau coklat? Apakah dia pecinta gunung atau pantai?. Ah sudahlah tak cukup jika semua pikiran Yumi itu di jelaskan. Yang pasti sepanjang perjalanan Yumi hanya diam sambil memandang jalanan yang begitu ramai.
Setelah beberapa saat mereka perjalanan akhirnya mereka sampai juga di sebuah restoran mewah, dan terlihat begitu banyak mobil-mobil mewah yang terparkir rapi di depan restoran itu. Setelah mereka bertiga turun dari mobil, Yumi segera menarik tangan Gresha dengan cepat.
“Gres gue pulang ya, gue deg-degan anjing!” Bisik Yumi.
“Lo tenang tarik nafas dalam-dalam, gue yakin cowok ini pasti ganteng, lebih ganteng dari pada Raka!” Bisik Gresha.
__ADS_1
“Ah lo mah!”
Mereka bertiga pun segera masuk ke dalam restoran . dan segera menuju ke ruang VIP yang sudah Ardiya pesan. Dan saat mereka bertiga sampai, terlihat seorang laki-laki bertubuh tegap dan mengenakan jas berwarna navy tengah duduk sendiri.
“Hai Vin uda nunggu lama ya?” Sapa Ardiya pada laki-laki.
“Hai Ardiya, nggak kok gue barusan datang juga!”
“Oh ya ini kenalin istri gue!”
Gresha lalu bersalaman dengan teman Ardiya itu.
“Gresha!” Ucap Gresha.
“Kevin!” Ucap teman Ardiya ituu.
“Ini kenalin sahabatnya istri gue!” Ucap Ardiya sambil menunjuk Yumi.
Saat akan mengulurkan tangannya Yumi tiba-tiba teringat sesuatu.
****
Hingga malam beginipun Rafandra belum keluar dari kamarnya, dia masih tidak menyangka kalau mamanya tega menampar dirinya demi membela Ardiya dan Papanya. Rafandra pun saat ini dibuat makin begitu kesal. Disaat dia tengah terbaring penuh amarah di atas tempat tidur, tiba-tiba dia mendengar ada sesuatu yang terjatuh di balkonn kamarnya itu. Karena penasaran, akhirnya Rafandra bangun dan pergi ke balkon, setelah beebrapa saat mencari dia melihat sebuah botol kaca yang sudah pecah, dan disekitar pecahan botol itu terdapat gulungan kertas yang diikat dengan pita berwarna hitam. Rafandra lalu mengambil gulungan kertas itu dan membuka pinta yang membungkusnya. Ternyata kertas itu berisi sebuah tulisan tangan.
Tidak semua hal bisa kita dapatkan dengan mudah, semuanya butuh sebuah usaha dan kerja keras. Dan terimakasih ya sudah bekerja keras hingga sejauh ini, terimakasih telah membuktikan pada ku kalau cinta itu memang ada, dan aku bisa lihat itu dari kedua bola mata indahmu. Aku telah melihat ketulusan kamu Raf, dan aku siap menjalani hari-hari ku kedepannya sebagai kekasih kamu.
-Naya-
Air mata Rafandra tiba-tiba menetes membasahi kertas itu, dia kembali teringat masa-masa dimana dia berjuang begitu keras untuk meluluhkan hati Naya. Hingga suatu hari Naya mengirimkan surat itu sebagai balasan atas ucapan cinta yang Rafandra sampaikan.
“Ini tulisan tangan Naya, tapi kenapa bisa disini? Siapa yang ngirim ini, bukannya ini ada di…!”
Rafandra lalu segera masuk ke dalam kamar dan mengambil sebuah kotak yang dia gunakan untuk menyimpan barang-barang kenangan nya bersama Naya. Rafandra lalu membongkar barang-barang yang ada di kotak itu. Dan setelah beberapa saat akhirnya Rafandra duduk terdiam sambil memandangi kertas yang tadi dia ditemukan di balkon.
__ADS_1
“Gue yakin surat ini gue simpan di kotak ini dan sekarang kenapa suratnya nggak ada, dan kenapa surat ini tiba-tiba ada yang nglempar kesini? Gue yakin ini surat Naya, ini tulisan Naya!”
“Sialan siapa yang bisa ngambil surat ini dari kamar gue? Apa orang itu bisa masuk ke sini?” Gumam Rafandra kesal.
****
“Lo cowok yang di café kemarin kan?” Tanya Yumi pada teman Kevin itu.
“Hai iya, gue cowok yang waktu itu nemuin lo di café. Dan nggak nyangka ya kita ketemu lagi disini, kenalin gue kevin!” Ucap Kevin sambil mengulurkan tangannya.
“Gue Yumi!” Ucap Yumi sambil mengulurkan tangnnya juga.
“Ternyata kalian uda pernah bertemu? Jodoh memang kalian!” Ucap Gresha sambil tersenyum lebar.
Mereka berempat akhirnya duduk dan menikmati makan malam bersama. Dan tiba-tiba ponsel Yumi berdering dan saat Yumi lihat ternyata ada panggilan dari Raka. Yumi lalu berdiri dan sedikit menjauh dari yang lain lalu mengangkat telfon itu.
“Halo ada apa?” Bisik Yumi.
“Lo dimana? Gue di depan rumah lo!”
“Ngapain lo di rumah gue?”
“Gue mau ketemu sama lo Yum!”
“Gue lagi nggak ada di rumah, lo pergi aja!” Ketus Yumi.
Yumi lalu berbalik dan melanjutkan makan malam mewah itu. Yumi pun saat ini juga masih merasa kikuk dengan pertemuan nya dengan Kevin, karena dia tidak menyangka kalau laki-laki yang dia temui di café waktu itu adalah Kevin. Kevin memang tampan dan juga bertubuh tegap, dari perbincangannya dengan Ardiya sepertinya Kevin cukup dekat dengan Ardiya.
“Yum lo gue anterin pulang ya!” Ucap Kevin.
“Hah? Nggak usah, gue…!”
“Makasih ya Vin uda mau nganterin Yumi, jadi aku sama Ardiya bisa langsung pulang ke rumah!” Ucap Gresha dengan senyum sumringah dibibirnya.
__ADS_1
“Nggak usah takut Yum, Kevin baik kok!” Ucap Ardiya.