
Di dalam taxi sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Gresha hanya melamun saja. Dia masih terus penasaran dengan foto anak laki-laki yang bersama Rafandra. Siapa anak itu, anak laki-laki yang dianggap seperti saudara oleh Rafandra dan dianggap anak sendiri oleh Sherly.
"Mbak sudah sampai! " Ucap sopir taxi pada Gresha.
Tapi seperti nya Gresha tak mendengar ucapan dari sopir taxi itu, dia terus melamun sambil memandang ke arah jendela.
"Mbak maaf sudah sampai! " Ucap sopir taxi itu sekali lagi.
"Oh.. oh iya pak, makasih ya. Ini uanganya! " Ucap Gresha terkejut dan gelagapan sambil mengulurkan uang ke sopir taxi itu.
Gresha kemudian turun dari taxi dan masuk ke dalam rumah.
...****************...
Rafandra masuk ke dalam kelas dengan wajah yang terlihat sumringah dan bahagia. Melihat raut wajah Rafandra itu membuat Raka penasaran dengan apa yang membuat Rafandra begitu bahagia.
Rafandra lalu duduk tepat di kursi samping Raka.
"Lo kenapa kayaknya bahagia banget? "Tanya Raka.
" Kemarin Gresha dari rumah gue, dan gue sekarang benar-benar yakin kalau Gresha nggak akan ngekhianatin gue!" Cetus Rafandra bahagia.
"Dari mana lo yakin? "
"Ya buktinya kemarin dia nyamperin gue dan gue juga uda tanya apa dia sayang sama gue, dengan yakin dia jawab sayang dan dia bilang dia nggak akan ngekhianatin gue! "
"Gitu doang? " Tanya Raka heran.
"Itu uda cukup bagi gue, emang harus kayak gimana lagi? "
Melihat reaksi Rafandra yang seperti itu membuat Raka tidak melanjutkan obrolannya, dia kali ini merasa kalau Rafandra terlalu mudah terkecoh dengan Gresha. Atau mungkin itu semua karena Rafandra terlalu sayang? Entahlah, tapi yang jelas kini Raka semakin penasaran untuk menggali lebih dalam informasi tentang Gresha.
Setelah selesai kelas Raka menghampiri Yumi yang duduk sendiri di depan ruang perpustakaan.
"Yum, Gresha mana? " Tanya Raka tiba-tiba.
"Lhah dia kan ke kantin sama Rafandra! " Jawab Yumi.
__ADS_1
"Bagus deh, soalnya gue mau ngomong berdua sama lo! "
Melihat wajah Raka yang serius sepertinya Yumi sudah menyadari kalau Raka akan membicarakan masalah kehamilan Gresha. Yumi lalu berdiri dari tempat duduknya dan berusaha pergi. Tapi Raka dengan sigap menarik tangan Yumi dan mengajaknya pergi ke mobil Raka.
"Lo mau ngapain sih Ka? " Tanya Yumi kesal.
"Kan gue uda bilang gue butuh ngomong berdua sama lo! "
"Ya uda apa emangnya? " Ketus Yumi.
"Gue tahu lo sama Gresha nyembunyiin sesuatu, jadi gue minta lo sama Gresha jujur aja deh, dari pada gue cari tahu sendiri dan gue bongkar ke Rafandra! "
"Nyembunyiin apa sih, gila lo ya kok bisa-bisanya nuduh Gresha kayak gitu ! "
"Gue nggak maksud nuduh, gue cuma butuh penjelasan dari semua petunjuk yang gue dapat! "
"Petunjuk apaan coba kasih lihat ke gue! "
"Gue tahu Gresha nggak tinggal sama orang tuanya kan? Tapi dia selalu bilang kalau dia tinggal bersama orang tuanya! "
Yumi hanya diam sambil memandang wajah Raka yang sangat serius.
"Lo bingung kan karena gue tahu tentang jni? " Tanya Raka.
Yumi hanya diam dan rasanya Yumi sudah mulai kehilangan alasan untuk berbohong.
"Masih ada beberapa bukti lagi yang gue temuin kok tenang aja, semuanya perlahan akan terungkap! " Ucap Raka.
...****************...
Hari sudah semakin malam dan Gresha baru saja sampai rumah diantar oleh Rafandra, setelah pulang kuliah tadi mereka berdua memang berjalan-jalan menghabiskan waktu berdua. Gresha kali ini melarang Rafandra turun dari mobil dan meminta Rafandra untuk segera pulang. Setelah Rafandra pulang, Gresha segera masuk ke dalam rumah dan betapa terkejut nya dia saat melihat Ardiya tengah duduk di ruang tamu menunggu kedatangannya.
"Dari mana aja kamu? " Ketus Ardiya.
"Pergi! " Jawab Gresha gugup.
"Kamu nggak sadar ini jam berapa, ini sudah hampir tengah malam dan kamu baru pulang? Kamu itu udah jadi istri orang kenapa masih kelayapan sampai tengah malam gini sama cowok lain? " Bentak Ardiya.
__ADS_1
"Istri? Kemarin kamu pergi ke singapura kenapa nggak bilang sama istri kamu? Dan kenapa beberapa hari ini kamu cuek dan terus menyudutkan perempuan yang kamu bilang istri ini?Kalau memang aku istri kamu, seharusnya bukan seperti itu cara nya! " Bantah Gresha.
Ardiya lalu diam memandang wajah Gresha, entah kenapa dia merasa kalau Gresha yang ada dihadapannya bukanlah Gresha yang sebelumnya dia kenal. Dia merasa aneh dengan kalimat yang keluar dari mulut Gresha , kalimat itu seakan menunjukan kalau Gresha mau mendapatkan maaf dan mendapatkan perhatian lagi dari Ardiya. Padahal Gresha yang dulu lebih senang jika Ardiya mengacuhkannya.
"Kenapa diem? Nyadar kalau apa yang kamu lakukan ke istri kamu itu salah? " Tanya Gresha ketus.
Ardiya lagi-lagi diam membisu sambil terus memandang wajah Gresha yang semakin memerah.
"Kamu marah sama aku? " Lirih Ardiya.
Tak membalas pertanyaan Ardiya, Gresha malah pergi meninggalkan Ardiya. Gresha berjalan cepat menuju ke kamar. Sedangkan Ardiya masih kebingungan sambil mencerna baik-baik semua ucapan Gresha.
Setelah beberapa saat Ardiya lalu menyusul Gresha ke kamar,dan mendapati Gresha tengah berbaring di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
Ardiya lalu duduk di atas tempat tidur dan memberikan sebuah bingkisan buat Gresha.
"Ini oleh-oleh buat kamu! " Ucap Ardiya.
Gresha lalu bangun dan mengambil bingkisan tersebut dan ternyata itu adalah sebuah tas mewah berwarna hitam. Tas itu nampak sangat mewah dan mahal.
"Buat aku? " Tanya Gresha riang.
"Iya buat kamu! " Jawab Ardiya.
Gresha lalu memakai tas selempang itu dan bergaya di depan standing mirror, dia tampak anggun dan semakin cantik saat mengenakan tas itu. Rasa bahagia juga jelas terlihat di waiah Gresha.
"Makasih ya, tasnya bagus banget! " Ucap Gresha sambil terus bergaya di depan standing mirror.
"Iya sama-sama! Anggap aja itu sebagai ucapan permintaan maaf aku, karena aku nggak bilang ke kamu kalau aku pergi dan uda selalu nyalahin kamu dengan semua kejadian ini! "
Gresha lalu diam dan termenung sambil melihat dirinya sendiri di depan cermin.
"Aku juga minta maaf karena aku sempat berfikir mau ngegugurin janin itu. Tapi aku memang belum siap kalau...! "
"Iya aku paham, aku nggak akan maksa kamu lagi sekarang, aku tunggu kamu untuk benar-benar siap dengan hubungan kita ini! " Jelas Ardiya sambil memandang Gresha.
Gresha lalu berjalan ke arah tempat tidur dan duduk tepat di samping Ardiya. Mereka berdua kini hanya sama-sama diam, suasana saat ini terasa begitu aneh bagi mereka berdua. Ardiya merasa ada yang berbeda dari diri Gresha, bahkan kini Gresha juga merasa kalau seperti ada yang beda dari dirinya sendiri.
__ADS_1