
"Kamu mungkin hanya kehilangan Naya sesaat karena setelah itu kamu bisa cari penggantinya dengan mudah. Tapi buat kami keluarga nya , Naya itu tidak pernah tergantikan! " Ucap Ardiya.
Melihat dua orang laki-laki dihadapannya itu berseteru membuat Gresha menjadi kikuk dan dan kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan untuk meredam amarah diantara mereka berdua.
"Raf sebaiknya kamu pergi dan tenangin diri kamu dulu, amarah mu saat ini nggak akan menyelesaikan masalah ini! " Nasehat Gresha.
"Sayang ayo kita masuk aja! " Ucap Gresha pada Ardiya.
Gresha lalu menarik tangan Ardiya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Sedangkan Rafandra hanya melihat Gresha dan Ardiya yang perlahan masuk ke dalam rumah dan meninggalkannya sendiri.
Dan tak lama datanglah Raka dengan tergesa-gesa dan nafas yang terengah-engah. Raka segera menghampiri Rafandra.
"Raf lo nggak apa-apa?" Tanya Raka.
"Kenapa lo bisa kesini? "
"Gue tadi ke rumah lo, dan gue ketemu nyokap lo, nyokap lo uda cerita semuanya, dan gue fikir pasti lo kesini! " Jelas Raka.
"Ayo pulang Raf, nggak ada gunanya disini! " Lanjut Raka.
Raka lalu memegang kedua pundak Rafandra dan menuntunnya menuju ke mobil. Badan Rafandra terlihat sangat lemah, tatapannya kini pun terlihat kosong. Bayangan dan rasa bersalahnya terhadap Naya semakin menghantui pikirannya.
__ADS_1
"Harusnya malam itu gue terus cari Naya Ka, gue nggak seharusnya langsung pulang dan biarin Naya sendiri malam itu! " Lirih Rafandra.
"Raf uda deh semua ini uda terjadi, lo jangan kayak gini, nggak ada gunanya lo sesalin ini sekarang semua juga nggak akan ngerubah keadaan! "
Raka lalu segera mengantarkan Sahabatnya itu pulang ke rumah. Dan saat mereka berdua sampai di rumah Rafandra. Baru saja mereka masuk ke garasi, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam rumah.
"Aaaaaaaa.......!!! "
"Mama! " Ucap Rafandra yang segera turun dari mobil.
Raka dan Rafandra segera berlari masuk ke dalam rumah. Mereka pun mendapati Sherly berdiri ketakutan dengan wajah yang memerah, Bibi juga terlihat mencoba menenangkan Sherly.
"I... itu...!"
Sherly menunjuk kotak hitam yang ada di dekat kakinya. Rafandra lalu segera mengambil kotak itu dan melihat isi kotak itu.
Rafandra pun sama terkejutnya dengan Sherly saat melihat isi kotak itu. Di dalam kotak itu terdapat sebuah foto masa muda Sherly bersama seorang perempuan. Dan tepat di foto Sherly terdapat bercak merah seperti darah.
"Mama dapat ini dari mana? "
"Tadi ada yang menaruh benda itu di depan pintu! " Ucap Sherly ketakutan.
__ADS_1
"Shitt... pasti ini ulah Ardiya! " Ucap Rafandra kesal.
"Kalau ini ulah Ardiya kenapa dia harus melakukan ini? kita kan sudah tahu sebenarnya, kita sudah tahu siapa keluarga Naya lalu buat apa dia masih meneror kalau emang ini perbuatannya! " Ucap Raka dengan wajah yang serius.
"Benar juga sih lalu siapa dalang semua ini? " Tanya Rafandra.
"Ma siapa perempuan yang berfoto dengan mama? "
"Itu... itu Dea, mamanya Ardiya dan Naya, tapi mama dengar dia meninggal waktu di luar negeri, dulu! "
Setelah Sherly tenang, Rafandra dan Raka masuk ke kamar Rafandra lalu mengecek cctv. Dan lagi- lagi orang yang mengirim teror itu menggunakan pakaian serba tertutup sehingga tidak terlihat wajahnya.
"Gue akan tanya masalah ini sama Ardiya, kalau bukan dia siapa lagi Ka? Dia itu kakaknya Naya, dia yang punya dendam sama gue dan mama! " Ucap Rafandra dengan kesal.
"Papanya Ardiya? "
Follow
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30
__ADS_1