Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 41 (Kekecewaan)


__ADS_3

Gresha menenteng tas berisi baju-bajunya keluar dari ruang rawatnya, dia menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari Yumi, tapi ternyata Yumi sudah pergi lebih dulu.


"Apa maksud omongan Yumi tadi ya? Apa gue salah marah sama Yumi? " Gumam Gresha.


Gresha kemudian berjalan pelan untuk keluar dari rumah sakit, perutnya terkadang masih terasa sedikit sakit tapi kini seorangpun tidak ada yang membantu ataupun menemaninya.


"Bukan gue yang bunuh janin itu, tapi kenapa semuanya jadi benci sama gue? " Batin Gresha.


"Apakah ini balasan karena gue uda punya niatan buat ngegugurin janin itu? " Lanjut Gresha dalam hati.


Gresha kemudian mencari taxi yang ada di sekitar rumah sakit. Dan setelah mendapatkan taxi Gresha meminta sopit taxi itu untuk mengantarkannya ke rumah orang tuanya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit Gresha kini tiba di rumah orang tuanya.


Tok... tok... tok


Gresha mengetuk pintu rumah orang tuanya, sesaat kemudian seorang perempuan setengah baya yang membukakan pintu itu.


"Mbak Gresha! " Panggil Asisten Rumah Tangga orang tua Gresha.


"Mama sama Papa ada bi? "


"Ada mbak, silahkan masuk! "


Gresha kemudian masuk dan berjalan mencari orang tuanya di ruang keluarga.


"Ma... Pa! " Panggil Gresha sambil meletakan tasnya di lantai.


"Kenapa kamu kesini? " Tanya Bu Bimo terkejut.


"Ya aku harus kemana ma, ini kan rumah aku juga! "


"Kenapa kamu nggak pulang ke rumah suami kamu? " Tanya Pak Bimo.


"Males ma, paling juga aku disana dicuekin dan dia pasti bakalan ngungkit masalah aku keguguran kemarin! "


"Kamu bukan keguguran tapi kamu memang sengaja menggugurkannya ! " Ketus Bu Bimo.


"Ma nggak kayak gitu! " Bantah Gresha.


"Kamu sekarang pulang dan selesaikan masalah ini sama suami kamu, sekarang kamu harus ingat kalau kamu sudah punya suami kamu sudah berkeluarga. Kamu harus lebih dewasa Gresh, selesaikan masalah kamu ini dan pulang ke rumah Ardiya! " Perintah Pak Bimo dengan tegas.


"Papa sama mama nggak mau aku kesini? " Tanya Gresha dengan nada sedikit tinggi.


"Bukannya nggak mau, tapi kamu nggak seharusnya seperti ini saat ada masalah. Apalagi kamu juga uda ngebunuh cucu mama sama papa! " Ucap Bu Bimo sambil menahan tangis.


Dengan perasaan kecewa Gresha mengambil lagi tasnya dan berlalu pergi, air matanya menetes pelan, hatinya pun sangat sakit saat ini. Dia tidak menyangka kalau orang tua nya akan menolak kehadirannya seperti ini.

__ADS_1


Gresha lalu memesan taxi online untuk pulang ke rumah Ardiya.


Sepanjang perjalanan Gresha tidak bisa menahan air matanya, hatinya sakit mendapatkan penolakan dari orang tuanya hanya karena suatu hal yang tidak dia perbuat.


Saat sampai di rumah, Gresha segera masuk dan tertatih menuju kamar.


"Mbak Gresha uda pulang? " Panggil bibi sambil menghampiri Gresha yang hendak menaiki tangga.


"Iya bi! " Lirih Gresha.


"Mbak Gresha kenapa nangis? masih ada yang sakit? " Tanya Bibi khawatir.


"Nggak bi, Ardiya dimana bi? "


"Pak Ardiya ada di ruang kerja Mbak! ".


" Ya uda saya naik dulu pak! "


Gresha kemudian segera naik ke lantai atas dan menuju kamar. Setelah meletakan tas nya di dalam kamar, Gresha kemudian menghampiri Ardiya ke ruang kerjanya.


"Ada apa? " Tanya Ardiya saat tahu Gresha masuk ke ruang kerjanya.


"Em... aku... aku uda pulang! " Lirih Gresha.


"Ya! " Ketus Ardiya.


"Ngapain masih disini? " Ketus Ardiya membangunkan Gresha dari lamunannya.


"Em... nggak ada, aku... aku balik ke kamar dulu! " Sahut Gresha kecewa.


Gresha kemudian bergegas ke kamar, entah kenapa dia merasa kecewa dengan sikap Ardiya yang seperti itu, setelah membiarkannya di rumah sakit sendirian berhari-hari kini Ardiya bahkan tidak peduli dengan kepulangannya.


...****************...


Rafandra dan Raka dari pagi sudah bersiap di depan rumah Gresha. Entah kenapa mereka sangat penasaran dengan suara laki-laki yang mereka dengar tempo hari. Saat sedang mengawasi rumah Gresha, Rafandra dan Raka melihat asisten rumah tangga Gresha sedang membuang sampah ke luar dan tiba-tiba ada dua orang ibu-ibu menghampiri nya.


"Bu keadaan majikan kamu gimana?" Tanya seorang ibu setengah baya yang mengenakan daster selutut berwarna ungu itu.


"Sudah pulang dari rumah sakit kemarin sore! " Jawab Bibi.


"Terus bayinya gimana?" Tanya salah seorang ibu yang mengenakan daster panjang warna coklat.


"Keguguran! " Ucap Bibi dengan wajah lesu.


Mendengarkan percakapan ibu-ibu itu dengan Bibi membuat Rafandra dan Raka semakin kebingungan. Mobil mereka memang terparkir tidak jauh dari tempat ibu-ibu itu berbincang sehingga Rafandra dan Raka bisa mendengar ucapan mereka cukup jelas, apalagi Rafandra membuka sedikit kaca mobilnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat berbincang Bibi segera masuk ke dalam rumah lagi dan dua orang ibu-ibu itu juga berlalu pergi.


"Lo denger Raf?" Tanya Raka dengan wajah kebingungan.


"Gue denger Ka! "


"Siapa yang keguguran Raf? "


"Gue nggak ngerti, tapi ada siapa lagi di rumah itu selain Gresha? Mama nya di rumah mereka yang satunya kan? " Terka Rafandra dengan wajah cemas.


" Pembunuh, Gresha, Keguguran! Kita dapat tiga clue itu Raf sekarang! " Ucap Raka pasti.


"Gue yakin Yumi tahu sesuatu tentang ini semua! " Ucap Rafandra dengan yakin.


...****************...


Gresha terus berada di kamar dari kemarin, dan bahkan hingga saat ini Ardiya sama sekali tidak masuk ke kamar. Bajupun Bibi yang mengambilnya, dan tadi malam Ardiya memilih tidur di ruang tamu dari pada tidur bersama Gresha di kamar.


Gresha terlihat sangat lesu dan terus murung sambil berbaring di kasurnya.


Bahkan beberapa kali panggilan dari Rafandra dia abaikan begitu saja.


"Yumi marah, mama sama papa marah, Ardiya marah juga. Apa sekarang Rafandra bakalan marah juga sama gue?" Gumam Gresha sambil meremas gulingnya.


Karena merasa bosan di kamar Gresha kemudian keluar dari kamar dan menuju ke taman belakang. Dan ternyata disana sudah ada Ardiya yang duduk santai sambil meminum kopi.


Gresha kemudian duduk di bangku sebelah Ardiya.


"Hai...! " Sapa Gresha lirih.


"Ngapain kesini? " Ketus Ardiya.


"Aku bosan di kamar jadi pengen kesini! " Sahut Gresha lirih.


Ardiya tiba-tiba berdiri dan beranjak pergi.


"Mau kemana? " Panggil Gresha.


"Ke atas! " Ketus Ardiya.


"Kenapa dari kemarin ngehindar terus dari aku? Kamu juga nggak nemenin aku di rumah sakit, ngebiarin aku pulang sendiri, mama sama papa aku sendiri nggak nerima aku pulang ke rumah mereka, Yumi sahabat aku marah sama aku dan disini kamu juga kayak gini sama aku. Kenapa semua orang merlakuin aku kayak gini? "Teriak Gresha kesal.


" Kamu nggak sadar ya? ini semua juga gara-gara kamu! "


"Kenapa semuanya jadi nyalahin aku? Oke aku emang ada rencana buat gugurin kandungan aku tapi aku belum sempat minum obat itu! " Jelas Gresha.

__ADS_1


"Ternyata benar kamu memang sengaja! " Lirih Ardiya.


"Kamu nggak tahu kan kehilangan itu nggak enak, sakit Gres, apalagi untuk kedua kalinya ! " Lanjut Ardiya dengan menatap tajam kedua bola mata Gresha.


__ADS_2