Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Episode 20 Ancaman


__ADS_3

Gresha mengambil ponselnya yang sedari tadi malam tergeletak di meja riasnya, dia heran saat melihat ponselnya itu dalam keadaan mati.


"Apa baterainya habis ya? " gumam Gresha.


Dia kemudian menyalakan ponselnya, dan saat dia mengambil charger nya di laci meja ternyata baterai ponsel itu masih 65%.


"Baterainya masih, kenapa mati? "


Gresha kemudian duduk di kasur sambil melihat chat di ponselnya, terlihat Rafandra dari semalam menghujaninya pesan dan beberapa panggilan. Gresha terkejut saat melihat panggilannya, disana terlihat kalau ada panggilan masuk beberapa beberapa detik dari Rafandra.


"Ada yang menjawab telfon Rafandra?Tapi siapa? " gumam Gresha sambil meremas ponselnya.


"Ardiya! "


❤❤❤


"Gres gawat!!! "


"Kenapa Yum? "


Mereka berdua sekarang berada di ruang kelas menunggu dosen mereka datang. Yumi menarik kursinya mendekati Gresha.


"Semalem pacar lo telfon gue, dan dia bilang ada suara laki-laki yang angkat telfon lo dan laki-laki itu bilang buat nggak ganggu lo lagi. Fiks banget itu pasti suami lo! " ucap Yumi dengan pelan.


"Terus lo bilang apa? "


"Ya gue bilang aja mungkin dia salah denger karena dia kan lagi sakit! "


Gresha menunduk sedih.


"Lo emang nya semalem kemana dan itu beneran suami lo yang ngomong sama pacar lo? "


Gresha mengangkat wajahnya dan melihat Yumi dengan mata sendu.


Yumi kemudian menatap baik-baik wajah sahabatnya itu. Lalu Yumi menemukan lebam di wajah Gresha.


"Gres pipi lo? " ucap Yumi terkejut.


Gresha tersenyum tipis dan kembali menunduk.


"Ardiya? "


Gresha mengangguk pelan, Yumi kemudian memeluk pundak sahabatnya itu dengan perasaan iba.


"Lo yang kuat ya Gres, lo pasti kuat! Gue mesti apa Gres biar bisa bantu lo? ngomong sama gue, gue nggak tega kalau lo harus diperlakuin kayak gini sama laki-laki bangsat itu! "


"Udahlah Yum, uda nggak ada cara apa-apa lagi, gue uda kejebak di posisi ini sekarang dan gue nggak bisa kemana-mana lagi. Gue bakalan terima semua perlakuan Ardiya ke gue! "


"Kita lapor polisi! "


"Nggak Yum, itu konyol! ".


" Lo bisa lapor kalau ini tuh kekerasan dalam rumah tangga, di Indonesia kan banyak kasus kayak gini. Jadi pasti bisa diusut sama polisi kan? "


"Iya emang bisa, tapi gue nggak punya power Yum. Dia punya segalanya, dia pasti punya banyak cara buat ngebalikin keadaan dan yang pasti nantinya semua orang termasuk Rafandra akan tahu keadaan gue sekarang! Please gue belum siap Yum gue belum siap! " rintih Gresha.

__ADS_1


❤❤❤


"Kenapa kamu angkat telfon dari Rafandra? " tanya Gresha lirih sambil mengaduk aduk makanan yang ada dipiringnya.


"Kenapa juga dia harus menghubungi istri orang malam-malam? "


"Dia belum tahu kalau kita menikah, dan dia masih pacar aku! " bentak Gresha.


"Pacar? Saya ini suami kamu ingat! " bentak Ardiya.


"Masih baik baru saya angkat telfon nya, bahkan kalau mau saya bisa ke rumahnya sekarang dan mengatakan yang sebenarnya! " ancam Ardiya.


"Licik kamu! Sudah berkali-kali aku bilang kasih aku waktu buat ini semua, ini nggak gampang buat aku! "


"Saya nggak peduli tapi yang pasti jika kamu lelet dan mengulur waktu , saya sendiri yang akan bergerak! ".


Gresha melempar piring yang ada didepannya ke lantai.


" BAJINGAN!!! " teriak Gresha.


"Tutup mulut kamu!!!" teriak Ardiya sambil melempar gelas ke arah Gresha, tapi untungnya gelas itu tidak mengenai Gresha, tapi pecahannya melukai kaki Gresha.


"Ishhhh... " rintih Gresha menahan sakit.


"Jangan pernah berkata kasar seperti itu didepan saya! "


Ardiya kemudian berjalan ke arah kursi Gresha yang ada di seberangnya dan lalu menarik tangan Gresha hingga Gresha terjatuh dari kursi dan mengenai pecahan piring di lantai, tentu saja membuat kaki dan tanganya terluka. Tapi Ardiya sama sekali tidak menghiraukan luka Gresha, Ardiya tetap menarik tangan Gresha tanpa menunggu Gresha terbangun.


"Aaaa..... sakit!!! " teriak Gresha.


Ardiya menyeret Greasha hingga bawah tangga.


"Tolong lepasin sakit, sakit!! " rintih Gresha dengan air mata yang bercucuran.


Pembantu Ardiya berlarian ke arah teriakan Gresha dan dia terkejut saat melihat Ardiya menyeret Gresha.


"Mbak Gresha ya ampun!!"


"Bi tolong saya bi! " pinta Gresha.


"Pak Ardiya kasihan mbak Gresha Pak, tolong hentikan! "


"Diam!! " teriak Ardiya.


"Tolong lepasin! " rintih Gresha.


Ardiya kemudian melepaskan genggaman tangannya dan jongkok dihadapan Gresha . Dia mengangkat dagu Gresha.


"Saya tidak mau kamu membentak atau mengucapkan kata-kata kasar di depan saya! " tegas Ardiya.


Gresha mengangguk pelan dengan air mata yang terus bercucuran.


Ardiya kemudian melepaskan Gresha dan berjalan menaiki tangga.


"Bi obatin lukanya! " perintah Ardiya dengan tegas.

__ADS_1


"I.. iya pak! "


Ardiya kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Mbak sini saya bantu ya! "


Gresha berdiri dengan bantuan pembantunya, dia terus meringis kesakitan sambil berjalan ke sofa dekat ruang makan. Dan dengan perlahan luka ditangan dan kaki Gresha diobati.


"Sakit Mbak? "


"Sedikit Bi! " jawab Gresha dengan wajah meringis menahan sakit.


❤❤❤


"Gresha mama sama papa besok ke rumah kamu ya? " ucap Bu Bimo di penghujung telfon.


"Besok ma? "


"Iya besok kan papa ada jadwal terapi terus rencananya setelah dari Rumah Sakit mau sekalian mampir ke rumah kamu, mama sama papa kangen! "


Gresha kemudian melihat tangan dan kakinya yang penuh dengan tempelan hansaplast.


"Em... besok aku nggak dirumah ma, besok ada acara di kampus dan kayaknya bakal sampai malam. Jadi kalau mama kesini percuma nggak ketemu Gresha. Gini aja ma kapan-kapan aku sama Ardiya aja yang main ke rumah mama ya! "


"Oh gitu ya, kamu jangan sibuk-sibuk di kampus lho ya, kan sekarang uda ada suami! "


"Iya ma, papa gimana keadaanya? "


"Papa sekarang pelan-pelan uda bisa jalan sayang, mama senang banget, ini semua berkat Ardiya! "


"Syukur kalau gitu ma, Gresha ikut seneng! "


"Gresha kamu nggak apa-apa kan? " tanya Bu Bimo karena mendengar suara Gresha yang serak seperti habis menangis.


"Gresha baik ma, emangnya kenapa? "


"Suara kamu kayak habis nangis gitu! "


"Oh ....ini....ini tadi Gresha habis nonton film ma dan filmnya sedih banget, jadi Gresha malah nangis! " ucap Gresha menutupi semua masalahnya.


"Ya uda kalau gitu, kamu sehat-sehat ya dan akur terus ya sama Ardiya! ".


" Iya ma! "


Gresha kemudian menutup telfonnya dan menunduk lesu.


"Masih sakit? " tanya Ardiya yang tiba-tiba datang dan memeluk pundak Gresha.


Gresha menunduk pelan. Ardiya kemudian memegang dagu Gresha dan mengarahkannya ke depan wajahnya.


"Saya nggak akan ngelukain kamu sampai kayak gini kalau kamu nurut sama saya dan saya bisa menarik semua fasilitas yang saya berikan ke orang tua kamu kalau kamu terus-terusan cari masalah dengan saya! " ancam Ardiya dengan sorot mata yang tajam dan menakutkan.


Gresha menelan ludahnya dengan pelan. Seluruh tubuhnya mendadak dingin melihat tatapan yang begitu menakutkan dari mata Ardiya. Kini dia merasa sangat takut dengan sosok laki-laki di depannya.


Melihat sorot mata Gresha yang ketakutan, Ardiya kemudian melempar senyum tipis dan mencium puncak kening Gresha dengan lembut.

__ADS_1


"Saya terlalu mencintai kamu! " bisik Ardiya ditelinga Gresha.


__ADS_2