
Masa Sekarang
Gresha menceritakan kepada Ardiya kalau dia sudah tahu ternyata Ardiya dan Rafandra pernah menjadi saudara tiri. Dan Rafandra juga mengatakan alasan Rafandra menuduh Ardiya yang telah meneror nya karena kejadian masa dulu saat Rafandra dan mamanya meninggalkan Ardiya. Ardiya masih berdiri dan terus menunduk sambil mengepal tangannya dengan erat. Mendengar cerita dari Gresha membuat Ardiya mengingat kembali masa-masa kecilnya yang penuh dengan rasa kehilangan.
“Sudah selesai ?” Tanya Ardiya saat Gresha sudah selesai bercerita sambil terus menangis.
Gresha menganggukan kepalanya pelan.
Ardiya lalu duduk disebelah Gresha dan memeluk Gresha dengan erat, air mata Ardiya perlahan juga menetes membasahi pipinya. Hatinya memang sakit mendengar cerita-cerita Gresha.
“Iya dulu aku pernah sedekat itu dan sesayang itu sama Rafandra, karena dia saat itu adik aku. Tapi memang Rafandra dan mamanya pergi ninggalin aku sama Papa, disaat aku benar-benar sayang sama mereka berdua. Aku memang dendam, aku memang sakit hati dengan mereka, tapi bukan aku yang nerror dia. Aku punya cara sendiri untuk membalaskan dendam aku!”
“Maksud kamu? Apa yang kamu lakuin?” Tanya Gresha tekejut.
“Membuat papanya Rafandra kalah dalam beberapa project, awalnya aku puas sampai disitu. Tapi karena ada suatu hal lagi yang membuat aku marah pada Rafandra, akhirnya aku banyak cari tahu tentang dia. Dan sampai suatu hari aku tahu kalau dia pacaran sama kamu, dan dari situ aku terus mengamati kalian, dan akhirnya aku jatuh cinta sama kamu!”
Gresha menatap Ardiya dengan perasaan yang tidak karuan, dia tidak menyangka kalau ternyata selama ini Ardiya sudah mengincarnya dari lama.
__ADS_1
“Maksud kamu, kamu jadiin aku cara untuk membalas dendam ke Rafandra?” Tanya Gresha gelagapan.
“Aku jatuh cinta sama kamu, dan aku ngerasa Rafandra nggak pantas dapetin kamu!”
Gresha lalu berdiri dan mengusap air matanya kasar. Dan dia berjalan menuju ke ruang wardrobe nya, sedangkan Ardiya masih duduk terdiam lesu. Tak berapa lama Gresha keluar dari ruang wardrobenya dengan membawa sebuah koper.
“Gresh, kamu mau kemana? Kenapa bawa koper?” Tanya Ardiya panik.
“Aku mau ke rumah mama papa aku, aku butuh waktu karena ini semua terlalu kacau buat aku!”
“Gresh jangan pergi please, jangan tinggalin aku aku nggak mau kehilangan siapapun yang aku sayang lagi!” Lirih Ardiya.
Gresha lalu segera menarik kopernya dengan air mata yang tidak bisa dia tahan lagi, sedangkan Ardiya terus memohon dan mengejar kepergian Gresha. Tapi tekad Gresha sudah bulat, dia benar-benar ingin menghindar dulu dari suaminya itu. Dan akhirnya Ardiya pun tidak bisa menahan kepergiaan istrinya itu, melihat Gresha pergi membawa koper seperti itu sungguh membawa Ardiya kembali ke masa lalunya. Masa dia harus ditinggal pergi oleh mama dan adik kandungnya, kemudian dia harus menerima kenyataan kalau dia harus ditinggal lagi oleh Rafandra dan Sherly. Lalu saat ini dia harus kembali merasakan moment itu. Sakit dan pahit yang dirasakan oleh Ardiya kini.
Bibi berlarian dari dapur menuju ke Ardiya yang tengah duduk bersimpuh di depan pintu rumah, Bibi memang mendengar ada kegaduhan antara Ardiya dan Gresha. Bibi langsung menghampiri Ardiya dan membantu Ardiya untuk berdiri.
“Pak Ardiya kenapa? Mbak Gresha dimana?” Tanya Bibi khawatir.
__ADS_1
“Pak Ardiya kenapa nangis?” Tanya Bibi semakin khawatir.
Ardiya hanya diam, Bibi merasa kalau telah terjadi sesuatu yang besar dalam kelurga kecil itu. Bibi lalu membantu Ardiya untuk ke kamar lalu memberikan segelas minuman untuk Ardiya.
“Gresha pulang ke rumah orang tuanya Bi!” Celetuk Ardiya saat Bibi hendak keluar dari kamar.
“Kenapa Pak?”
“Gresha uda tahu semuanya tentang saya dan Rafandra!” Ucap Ardiya.
“Tentang Mbak Naya juga pak?”
“Sepertinya dia belum tahu, Rafandra juga sampai saat ini belum tahu kalau Naya itu adik saya!”
Follow :
Ig : Rahayu_nrahma
__ADS_1
Tiktok : rahayunr30