Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 70 (Mie)


__ADS_3

Setelah suara Gresha hilang dari balik pintu, Ardiya kemudian membuka pintu kamarnya, dia melihat ke arah meja samping kamarnya. Disana sudah tersedia satu nampan yang berisi makanan dan juga minuman.


Ardiya lalu memanggil Bibi, dan tidak seberapa lama Bibi datang menghampiri Ardiya yang masih berdiri di pintu kamarnya.


"Ada yang bisa saya bantu Pak? " Tanya Bibi dengan sopan.


"Saya lapar, saya mau makan! "


Bibi lalu menoleh ke arah makanan yang ada di atas meja.


"Ini tadi makanan yang disiapin Mbak Gresha kan Pak? " Tanya Bibi.


"Iya Bibi beresin aja bawa ke dapur, dan tolong buatin saya mie instan aja! "


"Hah? Mie instan? "


"Iya,saya nggak mau makan makanan dari Gresha ini! "


"Ba... baik Pak! "


Ardiya lalu masuk kembali ke kamar, sedangkan Bibi membawa makanan itu kembali ke dapur, melihat Bibi yang membawa makanan yang tadi dia berikan ke Ardiya, Gresha dengan cepat menghampiri Bibi.


"Bibi ini makanannya mau dibawa kemana? Ini makanan yang tadi saya taruh di depan kamar Ardiya kan? " Tanya Gresha heran.


"Maaf Mbak Gresha, tapi Pak Ardiya bilang nggak mau makan makanan ini dan minta Bibi buat beresin makanan ini Mbak! "


"Dia nggak mau makan? Emangnya dia nggak lapar? "


"Pak Ardiya minta Bibi buat bikinin mie instan mbak! "


Bibi kemudian pergi ke dapur dan segera membuatkan mie instan buat Ardiya. Sedangkan Gresha yang geram terhadap Ardiya itu berjalan cepat ke arah kamar Ardiya dan mengetuk keras pintu kamar Ardiya.


Tok... tok... tok


"Ardiya... buka... Ardiya...!"


Gresha terus meneriaki Ardiya dari luar kamar, hingga akhirnya Ardiya keluar dari kamar dengan wajah sedikit kesal.


"Apaan sih berisik banget! " Ketus Ardiya.


"Apa-apaan sih aku uda masak buat kamu, malah kamu minta buat dibikinin mie instan sama Bibi! "


"Terus masalahnya apa? " Ketus Ardiya.


"Aku uda capek-capek masak tapi kamu malah nggak mau makan dan milih makan mir instan!"


"Aku mau makan mie instan! " Ketus Ardiya.

__ADS_1


"Ya uda kalau emang mau minta mie instan bilang sama aku, biar aku yang bikinin buat kamu, nggak usah minta ke Bibi. Bilang aja mau mie rebus apa mie goreng, mau pakai cabai apa nggak, mau tambah telur nggak, mau pakai sayur nggak? Bilang aja biar aku yang bikinin! " Maki Gresha.


"Apaan sih, gila! "


Ardiya mengacuhkan Gresha dan menutup pintu kamar nya, sedangkan Gresha terlihat kesal dan memukul pintu kamar Ardiya. Setelah puas memukuli pintuk kamar Ardiya, Gresha lalu pergi kembali ke kamarnya dengan wajah penuh kekesalan.


Keesokan harinya Ardiya berangkat sangat pagi, bahkan Gresha tidak tahu kapan suaminya itu berangkat.


Gresha pun kini tengah bersiap juga untuk kuliah, dan saat Gresha hendak masuk ke dalam mobil tiba-tiba Rafandra datang menghampiri Gresha.


"Pagi sayang! " Sapa Rafandra.


"Kamu ngapain kesini? " Tanya Gresha.


"Mau jemput kamu dong, kita berangkat yuk! " Ajak Rafandra.


"Tapi... "


"Udah ayo! "


Rafandra langsung menarik tangan Gresha dan mengajaknya untuk masuk ke dalam mobil. Gresha merasa kebingungan kenapa Rafandra datang tiba-tiba padahal sebelumnya Rafandra tidak memberitahu hal ini sama Gresha.


"Mulai hari ini aku bakalan antar jemput kamu lagi! " Ucap Rafandra dengan senyum manis dibibirnya.


"Jangan, nggak usah! " Ucap Gresha dengan gugup.


"Kenapa? "


...****************...


Saat sampai di rumah, ternyata Gresha sudah ditunggu oleh seseorang. Dia adalah seorang laki-laki mungkin dengan usia sekitar 40 tahun, pakainnya rapi menggunakan setelan jas berwarna hitam. Laki-laki itu kini tengah duduk di sofa ruang tamu.


Melihat kedatangan Gresha, Bibi lalu menghampiri Gresha yang nampak kebingungan di depan pintu.


"Mbak Gresha itu Pak Wicak tamu untuk Mbak Gresha! " Ucap Bibi.


Gresha kemudian berjalan pelan menghampiri Pak Wicak. Pak Wicak kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Gresha. Gresha pun membalas uluran tangan itu.


"Selamat siang Mbak Gresha, saya Wicak pengacara anda! "


Mendengar kata pengacara membuat Gresha semakin kebingungan, karena dia merasa tidak pernah menghubungi pengacara sama sekali.


"Bapak sepertinya salah, saya nggak pernah menghubungi pengacara! " Jawab Gresha.


"Memang bukan Mbak Gresha tapi Pak Ardiya yang menghubungi saya! "


"Ardiya? Buat apa? "

__ADS_1


"Kata Pak Ardiya saya diminta untuk mendampingi Mbak Gresha untuk mengurus perceraian Mbak Gresha dengan Pak Ardiya! "


Gresha terduduk lemas mendengarkan penjelasan dari Pak Wicak, dadanya tiba-tiba sesak dan matanya terasa penuh dengan air mata yang siap mengalir deras.


"Saya akan menemani Mbak Gresha untuk pengajuan cerai, dan saya akan membantu supaya proses perceraian nya bisa cepat selesai! " Jelas Pak Wicak.


Gresha hanya diam dan menganggukan kepalanya pelan. Pak Wicak kemudian menjelaskan berbagai hal tentang proses dan aturan perceraian, dan apa-apa saja yang bisa menghambat ataupun mempercepat proses perceraian. Alih-alih mendengarkan, Gresha malah terus melamun dan fikirannya melayang pada saat-saat dia pertama kali bertemu dengan Ardiya hingga dia harus menjalani pernikahan terkutuk itu. Tapi meskipun dulu dia sangat merasakan sakit karena pernikahan ini tapi kenapa mendengar kata perceraian membuat dia kembali sakit? Sakit dari mana kali ini yang dia rasakan?.


"Pembicaraannya kita dilanjutkan kapan-kapan saja, saya mau istirahat dulu! " Ucap Gresha tiba-tiba.


Tanpa menunggu Pak Wicak menjawab , Gresha bergegas pergi dan berjalan menuju ke kamar. Sedangkan Pak Wicak terlihat kebingungan dengan tingkah Gresha itu. Lalu tak lama Pak Wicak pergi dari rumah Gresha.


Sedangkan Gresha terlihat merenung di balkon kamarnya sambil melihat Pak Wicak yang sudah pergi dari rumahnya. Gresha benar-benar tidak bisa mengatur perasaannya sendiri saat ini.


"Apa gue sedih karena mau cerai ? Atau gue cuma ngerasa nggak tega aja sama Ardiya? " Lirih Gresha.


...****************...


Ardiya masuk ke dalam rumah dengan wajah yang terlihat lelah, lalu dia meminta Bibi untuk membuatkan jeruk panas. Sesaat sebelum Ardiya masuk ke dalam kamar, Gresha kemudian datang dan menghadang Gresha di depan kamar Ardiya.


"Ada apa lagi? " Ketus Ardiya.


"Kamu... kamu yang minta Pak Wicak buat datang kesini? " Tanya Gresha gelisah.


"Hmm.. ! "


"Kenapa? "


"Ya kenapa lagi kalau bukan buat nemenin kamu ngurus semua perceraian kita , hal yang paling kamu impikan! " Ketus Ardiya.


"Kamu mau kita cepat cerai? " Lirih Gresha.


"Bukan aku tapi kamu, kamu kan yang dari awal pernikahan kita sudah mengidamkan perceraian ini? Sekarang perceraian itu sudah ada di depan mata kamu , jadi selamat ya! "


Ardiya lalu mengalihkan badan Gresha dari depan pintu kamar dan Ardiya langsung masuk ke dalam kamar.


Ardiya membanting tas kerjanya ke atas kasur dan memukul keras tembok kamarnya. Nafasnya terlihat tak teratur dan wajahnya juga mulai memerah, Ardiya lalu berkata lirih dari mulutnya.


"Kamu menang dan aku kalan, selalu kalah. Aku selalu kalah untuk mendapatkan apa yang aku cinta. Kamu bahagia sekarang? "



Follow Me :


Ig : @rahayu_nrahma


** : @rahayunr30

__ADS_1


__ADS_2