Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 132 (Baju)


__ADS_3

Kevin terlihat menghela nafas panjang dan lalu melihat ke arah Yumi kemudian tersenyum manis. Dia kemudian mengangguk pelan dan lalu memalingkan wajahnya dari wajah Yumi.


“Kenal dekat sama Naya?” Lanjut Yumi lagi.


Mereka berdua kini sama-sama berada di dalam mobil di depan rumahnya Yumi, entah kenapa Yumi baru mengajak Kevin berbincang setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang yang dia lewati dengan berdiam diri dan hanya mencuekan Kevin.


“Kenapa nanya-nanya soal Naya?” Tanya Kevin balik.


“Nggak kenapa-kenapa sih cuma mau tanya aja, soalnya gue denger Naya kan dulu tertutup tentang keluarganya!” Ucap Yumi.


“Ardiya sih sebenarnya yang menjaga privasi dan identitas Naya!”


“Emangnya kenapa?” Tanya Yumi semakin penasaran, bahkan Yumi sudah memalingkan separuh badannya ke arah Kevin, saking antusiasnya dia mendengar cerita tentang Naya.


“Ya karena mau ngejagain Naya aja sih!” Ucap Kevin.


“Cuma itu?”


“Heem, emang lo berharap apa dia ngelakuin itu buat apa?” Tanya Kevin dengan menaikan satu alisnya.


“Oh nggak sih, nggak apa-apa. Ya uda gue mau turun, makasih uda nganterin pulang!” Ucap Yumi dengan wajah sedikit masam.


“Besok gue jemput ya!”


“Nggak!” Jawab Yumi jutek.


“Lhah kok jutek lagi!” Gumam Kevin.


Wajah Yumi masam bukan karena kecewa karena harus berpisah dulu dengan Kevin, tapi karena dia kecewa tidak bisa mendapatkan cerita lengkap tentang Naya. Walaupun Naya tidak terlibat langsung dalam kehidupannya, tapi dia merasa kalau dia sangat penasaran tentang Naya, adik ipar dari sahabatnya itu. Karena Yumi juga merasa kalau masih banyak rahasia yang tersimpan tentang kehidupan Naya dulu.


****

__ADS_1


Setelah mendapatkan perawatan dari dokter , Bibi pun di perbolehkan untuk pulang. Dan terlihat kaki Bibi juga dibalut dengan kain kasa. Setelah menebus obat, Rafandra, Sherly dan Bibi lalu bergegas pulang. Rafandra semobil dengan Bibi dan Sherly mengendarai mobilnya sendiri.


Sepanjang perjalananpun Rafandra tak henti-hentinya meminta maaf pada Bibi karena perbuatannya lah Bibi mengalami luka seperti itu. Dan dengan senyum yang lebar, Bibi pun dengan tulus hati memaafkan Rafandra.


“Memangnya tadi itu pecahan beling apa ya mas?” Tanya Bibi.


“Bukan apa-apa kok Bi!”


Setelah sampai di rumah , Rafandra pun mengantar Bibi ke kamar untuk beristirahat, begitupun Sherly. Sherly juga meminta Bibi untuk beristirahat dulu beberapa hari ini agar lukanya cepat sembuh. Rafandra lalu segera keluar dari kamar Bibi dan masuk ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Rafandra segera membersihan pecahan beling yang masih berserakan di lantai. Rafandra pun membersihkan pecahan-pecahan beling itu dengan hati-hati.


Sedangkan Sherly masih menemani Bibi di kamarnya.


“Ini tadi kena pecahan beling apa sih Bi di kamarnya Rafandra?” Tanya Sherly.


“Saya juga nggak tahu Bu, saya tanyain Mas Rafandra nggak ngaku!”


“Kata Rafandra tadi pecahan gelas minuman dia kemarin Bi!”


“Emangnya tadi Bibi ngapain ke kamarnya Rafandra?”


Bibi lalu menjelaskan semuanya dari awal, dari Bibi melihat Rafandra berlarian keluar, hingga masuk lagi kerumah dalam keadaan ngos-ngosan, Bibi juga menceritakan kepada Sherly kalau tadi Rafandra melihat peneror itu datang ke rumah. Bibi pun bercerita kalau dia melihat Rafandra memegang sebuah botol kaca bening setelah dari luar rumah.


“Gitu Bu ceritanya, jadi saya ke kamarnya Mas Rafandra mau nganter minuman!”


“Jadi tadi ada peneror dan Rafandra nyoba ngejar?”


“Iya Bu!”


Sherly kemudian diam, dia smulai berfikir kenapa tadi Rafandra tiak jujur tentang peneror itu kepadanya.


“Tadi Bibi bilang dia pegang Botol kaca setelah ngejar peneror itu?”

__ADS_1


“Iya Bu!”


Sherly kemudian berfikir kalau pecahan beling itu bukan pecahan gelas minuman tapi pecahan botol kaca dari peneror itu.


Sherly lalu keluar dari kamar Bibi dan segera menuju ke kamar anak laki-lakinya itu. Sherly beberapa kali mengetuk pintu kamar Rafandra tapi tidak mendapat jawaban dari Rafandra. Tapi Sherly terus saja mengetuk pintu kamar Rafandra.


“Aku capek mau tidur !” Sahut Rafandra kemudian.


“Mama mau bicara sebentar!”


“Aku capek Ma, besok saja!” Sahut Rafandra lagi.


Sherly lalu meninggalkan kamar Rafandra dan berjalan menuju ke kamarnya, Sherly tahu kenapa Rafandra tidak mau bertemu dan berbicara kepadanya, dia sadar kalau saat ini Rafandra tengah marah terhadapnya.


****


Gresha terlihat sibuk memilih-milih baju, saat ini puluhan baju tergelatak di atas tempat tidurnya. Satu persatu dia coba baju-baju itu dengan riang. Ardiya yang baru saja masuk ke kamar pun di buat tercengang dengan apa yang tengah Gresha lakukan.


“Ini kenapa baju-baju kamu?” Tanya Ardiya dengan wajah kebingungan.


“Aku lagi milih-milih baju buat nanti kita jalan-jalan, aku nggak mau kalau sampai aku salah costum dan terlihat jelek!” Ucap Gresha sambil memegang dua buah baju di tangan kanan dan kirinya.


Ardiya pun hanya melongo dan lalu duduk di kursi di depan meja make up milik Gresha dengan wajah yang pasrah. Karena sebenarnya dia sangat ingin cepat merebahkan punggungnya di atas tempat idur, tapi harus tertunda karena puluhan baju Gresha yang masih berserakan.


Follow :


Ig :Rahayu_nrahma


Tiktok : Rahayunr30


SV : Rahayunr (WS)

__ADS_1


__ADS_2