
Gresha jelas diam dan merenung mendengar semua nasehat dari kedua orang tuanya. Dalam benaknya hanya terlintas "Apa sudah benar yang aku lakukan? Atau justru ini salah? ". Pening rasa kepalanya kini hingga dia bergegas naik kembali ke atas dan masuk kamar. Dia lalu duduk di atas tempat tidur nya sambil menatap layar ponselnya yang gelap.
" Sebaiknya gue hubungin Ardiya! "
Gresha segera mencari nomer ponsel Ardiya dan menekan tombol panggilan. Dia sungguh gugup kali ini, dia takut kalau suaminya marah dan membentaknya.
"Halo..! " Suara dari ujung telfon itu membangunkan Gresha dari lamunannya.
"Halo Ar! "
"Kamu mau aku jemput sekarang? " Tanya Ardiya dengan nada yang lembut dan membuat hati Gresha bergetar.
"Aku akan ceritakan semua nya, karena memang ada yang belum Rafandra ceritakan sama kamu! " Lanjut Ardiya.
Ardiya seolah olah sudah bisa membaca
pikiran istrinya itu, tanpa bersusah payah Gresha mengeluarkan suaranya.
"Iya! " Lirih Gresha.
Gresha lalu mematikan ponselnya dan dia segera bersiap untuk bertemu dengan suaminya. Bahkan Gresha juga membereskan kopernya. Lalu Gresha membawa kopernya ke lantai bawah.
__ADS_1
"Kamu mau kemana? " Tanya Bu Bimo yang berjalan menuju ke teras depan sambil membawa segelas orange jus.
"Aku minta Ardiya jemput aku ma! "
"Good job, kamu memang harus menyelesaikan semua ini dengan kepala dingin sama Ardiya, jangan dikit-dikit kabur! " Ledek Bu Bimo.
Gresha hanya diam sambil menunduk malu karena ledekan mamanya itu. Dan tak berapa lama terdengar suara Pak Bimo tengah berbincang dan tertawa di teras.
"Ardiya mungkin uda datang! " Ucap Bu Bimo sambil melihat ke arah luar rumah.
Gresha dan Bu Bimo lalu berjalan keluar dan benar saja sudah ada Ardiya yang datang untuk menjemput.
"Iya ma, Saya mau jemput Gresha Ma! "
"Oke silahkan!"
Ardiya lalu menatap Gresha dan menatap koper yang ada dalam genggamannya. Lalu Ardiya memberikan senyum manis ke arah Gresha.
Mendapatkan tatapan dan senyuman manis dari Ardiya jelas membuat hati Gresha dag dig dug, karena meskipun dia sedang marah tapi dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia sangat gampang luluh melihat ketampanan dan senyum manis Ardiya yang nggak ada obatnya.
"Sengaja banget senyum-senyum gitu biar aku luluh! " Batin Gresha.
__ADS_1
Mereka berdua lalu berpamitan dengan kedua orang tua Gresha dan segera masuk ke dalam mobil.
"Kita makan dulu ya! " Ajak Ardiya.
Gresha mengangguk pelan, dia saat ini masih belum mau menatap wajah suaminya, dia sedari tadi hanya menatap ke arah luar. Sebenarnya karena dia takut tidak bisa mengontrol perasaannya yang campur aduk itu.
Saat sampai di restoran, mereka segera memesan makanan.
"Cepat ceritakan semua nya! " Celetuk Gresha.
"Nggak nanti aja abis makan? "
"Aku sepertinya butuh isi tenaga dulu untuk menceritakan semua masalah hidupku yang berat dulu! " Tambah Ardiya dengan sorot mata yang seolah-olah menggoda Gresha.
Gresha lalu menunduk dan segera menyendok makanan yang ada di piringnya. Dan setelah makan akhirnya Ardiya menceritakan semunya dari versi Ardiya. Dan kini Ardiya juga menceritakan pada Gresha tentang Naya. Sepanjang cerita, Gresha terus mendengar semua nya dengan seksama tanpa sedikit pun memotong ucapan Ardiya.
"Jadi Naya mantannya Rafandra itu adik kamu? " Tanya Gresha saat Ardiya sudah selesai bercerita.
"Iya! "
Mendengar keseluruhan cerita itu membuat hati Gresha sedih dia seolah-olah masuk dalam kehidupan Ardiya saat itu. Bahkan dia merasakan betapa sakitnya Ardiya saat harus ditinggal pergi selama nya oleh adik perempuan nya.
__ADS_1