Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 32 (Ingatan Masa Lalu)


__ADS_3

"Harusnya kamu nggak usah nolongin aku!" Imbuh Gresha.


Satu kalimat itu terucap dari mulut Gresha dengan mata yang sayu dan juga bibirnya yang pucat. Ardiya menarik panjang nafasnya lalu kembali mengusap pelan rambut Gresha.


"Kamu istirahat ya, jangan mikir macem-macem!”


"Aku mau mati aja!" Lanjut Gresha.


“Ini mungkin efek obat aja makanya fikiran kamu jadi aneh dan ngomongmu juga ngelantur kayak gini!”


Gresha kemudian terdiam sambil memandang wajah Ardiya yang terlihat begitu lelah.


****


Rafandra masih terus mondar-mandir di depan ruang informasi rumah sakit, dia berkali-kali menanyakan tentang Gresha ke petugas rumah sakit tapi berkali-kali juga petugas rumah sakit mengatakan kalau tidak ada pasien dengan nama Gresha. Fikiran Rafandra semakin kacau padahal dia sangat yakin kalau Asisten Rumah Tangga Gresha benar turun di rumah sakit ini.


“Apa gue salah denger ya? Apa bukan Gresha yang tenggelam di kolam renang?" Gumam Rafandra sambil memegang ponselnya.


****


Rafandra dan mamanya menikmati sarapan pagi ini berdua, tapi Rafandra terlihat sangat tidak menikmati sarapan yang tersaji dihadapannya.


"Kenapa kok nggak dimakan, nggak enak?" Tanya Sherly memecah lamunan Rafandra.


“Enak kok Ma, masakan Mama kan selalu enak!”


"Terus kenapa nggak dimakan?”


"Rafandra lagi banyak fikiran aja Ma!”


"Teror lagi?”


"Bukan Ma!”


"Lalu?”


"Mama kapan terkahir ketemu Ardiya sama keluarganya?”


Pertanyaan dari Rafandra tiba-tiba membuat Sherly diam lalu meletakan sendok dan garpunya di atas piring.


"Kenapa kamu tiba-tiba tanya tentang mereka?”

__ADS_1


"kemarin aku ketemu sama Ardiya di rumah sakit dan dia udah nikah Ma sekarang!”


“Mama nggak peduli!”


****


Raka dan Yumi asyik makan batagor di public area kampus mereka saat Rafandra datang dengan wajah yang lesu. Rafandra terlihat murung dan gelisah, Raka dan Yumi juga bisa merasakan kegelisahan yang dirasakan sahabat mereka itu. Rafandra lalu duduk di sebelah Raka dan meminum air mineral milik Raka yang dari tadi dia letakkan di kursi tempat dia duduk.


"Kenapa lagi sih lo? " Tanya Raka sambil melahap batagor yang ada ditangannya.


"Gresha lama-lama bikin gue gila!”


"Kenapa lagi dia?”


"Dia sampai sekarang masih belum bisa gue hubungin, gimana gue nggak gila coba!”


"Itu temen lo kenapa sih Yum? Kayak hidup di goa aja susah banget di hubungi kasihan kan sobat gue jadi gila gini mikirin teman lo!" Beo Raka pada Yumi.


"Gue juga nggak tahu anjing, gue juga nggak dapat kabar dari Gresha, sampai sekarang juga dia nggak masuk kuliah. Gue aja bingung dosen juga uda pada nanyain dia!”


"Kita ke rumah Gresha! " Ucap Rafandra dengan pasti.


"Eh ngapain?" Tanya Yumi dengan wajah yang sedikit panik.


"Tapi…”


"Kalau nggak mau ikut ya uda diem sini aja!" Lanjut Raka.


Raka dan Rafandra kemudian bergegas ke parkiran karena mereka akan ke rumah Gresha. Yumi yang panik akhirnya mengejar mereka berdua dan memutuskan untuk ikut ke rumah Gresha. Karena Yumi takut kalau Rafandra dan Raka bertemu dengan Ardiya ,jadi Yumi merasa harus memastikan rahasia Gresha tetap aman. Rafandra mengendarai mobilnya dengan cepat karena dia sudah tidak sabar untuk menemui Gresha. Saat sampai di depan rumah Gresha mereka melihat kedua orang tua Gresha baru saja keluar dari rumah Gresha, tanpa fikir panjang lagi Rafandra mengikuti mobil kedua orang tua Gresha.


“Lhoh mau kemana?” Tanya Yumi panik.


"Kita ikutin orang tua Gresha!" Tegas Rafandra.


“Kenapa? Kan kita mau ketemu Gresha kok jadi ngikutin Bokap sama Nyokapnya Gresha?”


“Uda lo diem aja kenapa sih, kenapa juga lo kelihatan panik gitu? Tanya Raka.


"Gue nggak panik, gue kan cuma nanya aja!”


Rafandra terus membuntuti mobil orangtua Gresha dari belakang, dan Rafandra merasa kalau mobil itu kini menuju arah rumah sakit yang kemarin Rafandra datangi. Dan setelah beberapa saat ternyata mobil orang tua Gresha memang berhenti di rumah sakit yang sama dengan rumah sakit yang Rafandra datangi kemarin. Rafandra semakin merasa aneh saat tahu orang tua Gresha juga mendatangi rumah sakit ini.

__ADS_1


“Raf bokapnya Gresha kayaknya mau check up deh makanya ke rumah sakit, kita balik aja deh!” Ujar Yumi.


"Sssttt lo kalau berisik gue tinggal juga ntar!" Beo Raka.


Diam-diam Rafandra, Raka dan Yumi kini berjalan dibelakang mengikuti orang tua Gresha, Rafandra merasa kalau sebenarnya memang benar kalau Gresha di rawat di rumah sakit ini. Kemudian orang tua Gresha masuk ke salah satu ruang rawat inap bertuliskan VVIP di depannya.


"Siapa yang sakit? " Lirih Raka.


"Kita masuk aja gimana?" Tanya Rafandra.


"Eh jangan, kesannya nggak sopan banget, kalau ternyata yang didalam situ rekan kerja Bokapnya Gresha gimana?” Ucap Yumi.


"Benar juga ya, ya uda gini aja gue coba ngintip dari kaca pintu aja ya!" Sahut Raka.


"ya uda sana!" Ucap Rafandra sambil mendorong pelan tubuh Raka.


Raka kemudian berjalan santai ke arah ruangan itu, lalu saat tiba di depan ruangan itu dia berpura-pura mengangkat telfon agar petugas rumah sakit dan pengunjung lain tidak curiga. Saat dirasa keadaan sudah aman dengan perlahan Raka melirik ke arah kaca di pintu ruangan itu, beberapa detik setelah memperhatikan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu lalu Raka kembali ke tempat Rafandra dan Yumi menunggu.


"Gimana? " Tanya Rafandra.


"Didalam ada Gresha!”


"Lo yakin?" Jelas Rafandra.


"Yakin banget Gresha dirawat didalam!”


Mereka bertiga lalu berjalan menuju ruangan VVIP itu, Rafandra kemudian mengetuk pelan pintu ruangan itu.


Tok...tok...tok


"Masuk!"


Terdengar suara laki-laki yang menjawab dari dalam ruangan.


Dengan langkah yang pasti dan tidak ada keragu-raguan sedikitpun Rafandra yang ada pada barisan paling depan itu membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan VVIP tersebut.


****


Sherly duduk ditaman belakang rumahnya sambil melihat album foto-fotonya dulu, dia membuka pelan dan melihat satu per satu foto-foto yang terpasang didalamnya. Bahkan tanpa dia sadari satu demi satu air matanya menetes pelan dan membasahi pipinya. Air mata yang jatuh itu tak menghalangi Sherly untuk terus memperhatikan foto-foto masa lalu itu. Didalam salah satu foto itu nampak juga ada dua orang anak laki-laki yang tersenyum lebar sambil menghadap kamera. Ingatan Sherly kemudian melambung jauh di saat masa kecil Rafandra dulu.


"Setelah lebih dari 10 tahun kamu pergi, kenapa sekarang datang lagi dan bertemu Rafandra?”

__ADS_1


Tiba-tiba air mata Sherly jatuh semakin deras, tangisnya semakin menggebu hingga dadanya terasa sangat sesak kini. Foto dua anak laki-laki yang ada ditangannya itu digenggam begitu erat seakan takut jikalau jatuh.


"Andaikan dulu keadaannya nggak serumit itu pasti kamu juga ada disini sekarang Ardiya !" Gumam Sherly.


__ADS_2