
Saat keluar dari loby kampus, Yumi di kejutkan oleh kedatangan Kevin, saat ini Kevin ternyata sudah ada di depan loby kampus Yumi. Yumi dan Gresha saat ini memang sama-sama terkejutnya, karena tidak menyangka kalau Kevin akan datang.
“Kevin mau jemput lo?” Bisik Gresha.
“Gue nggak tahu!” Jawab Yumi.
“Ya uda sana samperin!”
“Enak aja lo, ya kalau mau ketemu gue, kalau nggak!”
Yumi dan Gresha lalu tetap berjalan keluar berpura-pura tidak mengetetahui keberadaan Kevin dan tak berapa lama Kevin berjalan cepat menghampiri mereka berdua.
“Hai Yumi, Gresha!” Panggil Gresha.
“Tuh kan bener dia nungguin lo!” Bisik Gresha.
“Hai Kevin!” Sapa Gresha.
“Kalian mau pulang?” Tanya Kevin.
“Iya, ini aku lagi nungguin Ardiya!” Jawab Gresha.
“kalau Yumi?” Tanya Kevin lagi.
“Mau nyemperin taxi!” Ucap Yumi
“Aku anterin aja Yum!”
“Tuh kan gue bilang juga apa!” Bisik Gresha pada Yumi.
Setelah cukup lama membujuk Yumi, akhirnya Kevin bisa meluluhkan hati Yumi dan Yumi pun bersedia untuk diantar pulang oleh Kevin.
Tak berapa lama setelah Kevin dan Yumi pergi , pangeran bermobil hitam milik Gresha pun datang dengan tetap tampan dan menawan meskipun hari sudah semakin senja. Gresha pun segera masuk ke dalam mobil lalu mereka berdua pun pulang.
__ADS_1
****
Sesampainya di kantor milik mamanya, Rafandra dan Raka langsung saja masuk ke dalam ruangan Sherly. Rafandra bisa dengan gampang keluar masuk ruangan kerja Sherly karena dia bisa berasalan akan mencari berkas untuk mamanya, dan satu kantor pun tidak ada yang curiga akan hal itu. Rafandra dan Raka lalu mulai melihat ke area kerja Sherly, meja, laci , lemari, semua mereka cek karena mereka ingin menemukan sesuatu di ruang kerja itu. Keyakinan Rafandra akan ikut sertanya Sherly dalam rencana peneroran ini sangat lah kuat. Tapi setelah hampir 30 menit mereka mencari bukti-bukti di kantor itu pun belum mendapatkan bukti apa-apa.
“Raf lo serius curiga ke nyokap lo?”
“Awalnya juga gue nggak ada perasaan curiga Ka, tapi makin kesini gue rasa makin aneh , dia belain Ardiya dan Papanya, terus yang bisa ambil surat itu dari dalam kotak ya cuma mama Ka, siapa lagi yang bisa keluar masuk ke kamar gue selain mama!” Jelas Rafandra.
“Semoga dugaan lo ini nggak benar deh, gue nggak tau apa yang terjadi lagi sama lo sama nyokap lo!”
“Gue pastinya akan kecewa Ka sama nyokap gue kalau benar dia sekongkol sama Ardiya dan Papanya!”
“Raf, kenapa lo nggak coba damai sih sama keluarganya Ardiya?”
Pertanyaan Raka itu membuat Raka berhenti membuka-buka laci meja kerja mamanya. Rafandra lalu menatap Raka dan berjalan mendekati Raka. Kini posisi Raka dan Rafandra benar-benar dekat, Rafandra terus menyotot tajam mata Raka.
“Kenapa? Biar lo bisa pacaran sama Yumi? ” Tanya Rafandra pelan.
“Lo ngomong…ngomong apa sih!”
“Nggak sih.. siapa tahu aja lo nyuruh gue damai sama mereka biar lo bisa pacaran sama Yumi!”
“Ya nggak lah Raf!”
“Biasanya kan kalau orang lagi jatuh cinta itu rela ngelakuin apapun buat dapetin tuh orang yang dia cinta, ada tuh yang sampai rela kehilangan sahabatnya demi dapetin cinta seseorang yang nggak tahu bakalan bertahan sampai berapa lama!” Ucap Rafandra dengan sinisnya.
Raka lagi-lagi menelan salivanya dalam-dalam, Raka tidak tahu apa maksud Rafandra mengatakan semua itu padanya, tapi yang pasti saat ini Raka merasa cukup tersindir. Karena bahkan Raka memang rela ninggalin persahabatannya dengan Raka kalau saja Yumi mau pacaran dengan dirinya.
“Ya uda nggak usah tegang gitu sih Ka, gue yakin kan lo bukan tipe sahabat yang kayak gitu. Gue percaya kalau lo sahabat gue yang setia!” Ucap Rafandra sambil tersenyum dan menepuk pundak kiri Raka.
Rafandra lalu berbalik badan dan melanjutkan pencarian barang bukti di ruang kerja Sherly. Rafandra kemudian membuka sebuah berkas dalam amplop berwarna coklat yang ada di laci meja kerja Sherly. Dan saat Rafandra membukanya terdapat beberapa foto dan ternyata itu adalah foto Rafandra saat dua hari dia bolos kuliah. Ada 4 foto dalam amplop itu, dua foto di hari pertama Rafandra bolos saat bersama Raka, di foto itu menunjukan kalau Rafandra dan Raka tengah berada di depan rumah Pak Dio. Dan dua foto lagi di hari kedua Rafandra bolos, satu foto menunjukan kalau dia tengah membeli dimsum di sebuah restoran dan satu lagi saat pagi hari dia ada di coffeshop. Dalam foto itu juga nampak jeals tanggal dan waktunya. Rafandra lalu melihat lagi ke dalam amplop dan dia tidak menemukan apa-apa lagi.
“Ka lihat apa yang gue temuin ini!” Ucap Rafandra pada Raka sambil menyodorkan amplop coklat itu.
__ADS_1
Raka lalu membuka amplop itu dan matanya juga membelalak tajam saat melihat foto-foto itu.
“Dari sini nyokap lo tahu kalau lo bolos, dan berarti ini kita ada yang ngikutin Raf!” Ucap Raka.
Raka dan Rafandra pun mulai panik karena bisa saja hari ini mereka berdua juga di ikuti oleh orang yang mengirim foto-foto itu ke mamanya.
“Sialan, siapa yang ngelakuin ini semua?” Umpat Rafandra.
“Raf mending kita balik sekarang!” Ajak Raka.
Rafandra menganggukan kepalanya dan dia memasukan amplop coklat yang berisi foto-foto itu ke dalam tas milik nya dan mereka berdua bergegas keluar. Dan tepat disaat Rafandra membuka pintu , Rafandra dan Raka di kejutkan oleh Sherly yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu.
“Mama…!” Panggil Rafandra gugup.
Rafandra dan Raka sama-sama menelan salivanya begitu dalam kali ini, mereka tidak menyangka kalau mereka akan dipergoki seperti ini.
“Apa yang kalian lakukan di ruang kerja mama?” Tanya Sherly dengan tatapan mata tajam tetuju pada Rafandra.
Badan Rafandra juga kini terasa kaku dan bibirnya menjadi tebal dan susah untuk berucap, jantungnya juga begitu hebohnya berdetak.
“Mama katanya nginep di luar kota ?” Tanya Rafandra gelagapan.
“ Mama batalin, sekarang jelasin ke mama ngapain kamu disini!” Tegas Sherly.
Shelry lalu masuk ke dalam ruangannya dan duduk di sofa panjang di ruangannya, Rafandra dan Raka lalu ikut duduk pula di sofa panjang yang kini terasa sangat menyeramkan itu, suasana di dalam ruangan itu mendadal berubah, ac yang tadinya begitu dingin saat ini terasa begitu panas dan gerah.
“Cepat jelasin ke Mama sekarang!” Ketus Sherly.
Rafandra lalu mengeluarkan lagi amplop coklat yang berisi fotonya dan Raka, lalu meletakannya di atas meja.
“Jelasin dulu ke aku ma maksudnya ini apa!”
__ADS_1