
Setelah sampai di kampus, sebelum Gresha turun dari mobil. Dia menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya. Jantungnya juga berdebar kencang, tak lupa juga tubuh yang cukup gemetaran. Kemudian Ardiya memegang tangan istrinya itu, dia tahu kalau istrinya itu sedang menyiapkan mental yang luar biasa untuk menghadapi bullyan teman-teman kampusnya.
“Mau aku antar sampai ke kelas?” Tanya Ardiya.
Gresha lalu membuka matanya , dan menoleh ke arah Ardiya sambil tersenyum.
“Nggak usah, kamu disini aja nggak usah keluar!”
Gresha lalu turun dari mobil dengan pelan sambil sedikit mengukir senyum tipis di bibirnya, dan tak lama terlihat Yumi sedang berlari ke arah Gresha. Yumi memang menunggu Gresha di depan kampus, karena dia tiak mau kalau sampai Gresha di bully sendirian. Saat Yumi sampai di hadapan Gresha, Ardiya membuka kaca mobil dan berpesan pada Yumi.
“Yum, titip Gresha ya!” Ucap Ardiya sambil menganggukan keplanya pelan.
“I..iya pasti!” Jawab Yumi gelagapan.
Bahkan Yumi juga merasa aneh dengan keramahan yang Ardiya tunjukan pagi ini. Lalu Ardiya segera bergegas pergi ke kantor dan meninggalkan Gresha dan Yumi.
“Lo tumben mau di antar sama Ardiya?”
“Gue yang mau. Uda saatnya kan gue terbuka sama hubungan gue dan Ardiya!” Ucap Gresha mencoba tegar.
“Bagus, memang seharusnya seperti itu!”
Gresha dan Yumi lalu berjalan masuk ke dalam kampus, dan dari kejauhan tanpa Gresha dan Yumi sadari ternyata ada Rafandra dan Raka yang menyaksikan Gresha turun dari mobil Gresha dengan bahagia. Rafandra memang sangat membenci Gresha dan Ardiya kali ini, tapi tidak bisa dipungkiri kalau Rafandra belum bisa move on dari Gresha. melihat kebersaaan Gresha dan Ardiya pagi ini sungguh membuat sakit hati Rafandra semakin menjadi.
“Raf lo nggak apa-apa?” Tanya Raka sambil memegang bahu sahabatnya yang sedang rapuh itu.
“Iya, masuk yok !” Ajak Rafandra.
Sebelum masuk ke dalam kelas Gresah dan Yumi pergi ke toilet terlebih dahulu, tapi saat mereka sedang mencuci tangan di wastafael tiba-tiba Vio datang dengan wajah yang marah. Dan dengan tiba-tiba Vio mendorong kepala Gresha dari belakang dan terbentur wastafel.
“Aw…!” Teriak Gresha.
“Vio lo apa-apan sih?” Maki Yumi.
__ADS_1
“Gue nggak ada urusan sama lo Yum, gue urusannya sama Gresha!”
“Mau lo apaan ?” Tanya Gresha sambil memegang kepalanya yang sakit.
“Lo kan yang nyuruh Ardiya buat mutusin hubungan kerja sama nya sama bokap gue?” Maki Vio.
“Maksud lo apa sih, gue nggak ngerti!”
“Nggak usah pura-pura bego deh, gue tahu ini semua rencana lo kan? Lo marah kan sama gue gara-gara rahasia lo kebongkar dan akhirnya lo minta Ardiya buat mutusin hubungan kerja sama dengan bokap gue dan bikin perusahaan bokap gue kelabakan, iya kan?”
“Sinting lo!” Maki Gresha.
Melihat darah yang mengalir di kening Gresha Yumi pun merasa terkejut dan juga marah, lalu Yumi mendorong balik tubuh Vio hngga Vio tersungkur ke lantai.
“Mampus lo!” Maki Yumi.
Yumi lalu segera menarik tangan Gresha dan membawa Gresha ke ruang kesehatan untuk segera diobati, setelah sampai di ruang kesehatan, kening Gresha pun segera di obati dan diberi hansaplast. Untung saja luka yang dialami Gresh tidak parah, tapi tetap saja perbuatan Vio itu sudah kelewatan.
Setalah lukanya diobati Gersha dan Yumi segera msuk ke kelas, dan untung saja di mata kuliah pagi ini mereka tidak satu kelas dengan Vio sehingga Yumi dan Gresha tidak perlu melihat wanita jahat itu.
Dan setelah mobil Ardiya sampai, Gresha langsung masuk ke dalam mobil.
“Yum mau kita antar pulang?” Tawar Ardiya.
“Eh…nggak perlu, aku bawa mobbil sendiri!”
“Ya uda makasih ya!” Ucap Ardiya.
Yumi menganggukan kepalanya dan lalu berlari ke parkiran untuk segera mengambil mobilnya dan pulang ke rumah. Saat di mobil Ardiya belum menyadari luka di kening istrinya karena Gresha menutupinya dengan rambut.
“Kita makan dulu ya!” Ajak Ardiya.
“Oke!” Jawab Gresha girang.
__ADS_1
Mereka berdua lalu menuju ke salah satu café untuk makan, dan saat mereka sampai dan mulai duduk di bangku mereka. Ardiya mulai sadar dengan luka yang ada di kening Gresha. Ardiya lalu menyibak rambut yang menutupi kening Gresha itu.
“Ini kenapa?” Tanya Ardiya panik.
“Oh ini nggak kok, ini cuma nggak sengaja kebentur tadi!”
“Kok bisa?”
“Iya…aku tadi jalannya nggak hati-hati jadi nabrak pintu!”
Ardiya sebenarnya melihat adanya keragu-raguan dari mata Gresha, Ardiya juga sedikit kurang percaya dengan apa yang Gresha bicarakan. Tapi Ardiya tidak mau memaksa Gresha untuk berbicara karena takut kalau nanti Gresha akan tidak suka dengan sikap Ardiya yang seperti itu.
Gresha lalu melihat buku menu dan memesan beberapa macam makanan, bukan hanya satu atau dua, bahkan dia memesan sekitar 4 menu makanan. Itu membuat Ardiya cukup shock, karena dia tidak tahu apakah nanti mereka sanggup menghabisakna makanan-makanan itu. Saat makanan-makanan itu datang, Gresha terlihat sumringah dan dengan cepat menyantap makanan-makanan itu. Bahkan Gresha sangat menikmati semua makanan itu. Melihat Gresha yang begitu girang saat makan, membuat Ardiya semakin jatuh cinta dengan istrinya, senyumpun kini terus terukir di bibir Ardiya sambil terus memandangi istrinya yang tengah makan. Gresha yang sadar kalau dari tadi Ardiya hanya menatap dirinya, lalu mendongakan wajahnya ke Ardiya dengan tatapan sinis.
“Kenapa kok ngeliatin aku mulu?”
“Baru sadar kalau aku ternyata menikahi makhluk lucu dan gemesin kayak kamu!” Ucap Ardiya dengan senyum manis dibibirnya.
“Apakah barusan itu gombalan?” Tanya Gresha dengan wajah penasaran.
Karena merasa malu, Ardiya lalu menunduk dan segera melahap makanannya. Melihat ekspresi suaminya yang berubah itu membuat Gresha tertawa keras. Bahkan hingga tersedak. Ardiya lalu segera mengulurkan minuman ke Gresha.
“Makanya kalau lagi makan jangan ketawa-ketawa!”
Setelah selesai makan mereka berdua langsung pulang ke rumah, saat sampai di rumah, Gresha langsung berjalan menuju ke kamar, tapi saat Gresha sudah masuk ke kamar dia pun menoleh ke belakang, dan dia baru sadar kalau Ardiya ternyata tidak mengikuti nya ke kamar. Itu berarti Ardiya ke kamarnya sendiri yang di lantai bawah.
“Kan semalam uda bobok bareng, masak ini mau pisah-pisah lagi !” Gumam Gresha sambil melempar tasnya ke atas tempat tidur.
Gresha lalu segera mandi dan bersiap-siap untuk tidur. Malam ini Gresha mengenakan baju tidur yang panjangnya hanya sampai diatas lutut dan cukup tipis, dengan luaran kimono yang bisa dilepas. Gresha menengok jam dinding di kamarnya, dan sekarang sudah menujukan pukul Sembilan malam. Tapi Ardiya juga belum menunjukan tanda-tanda kedatangannya. Karena merasa kesal, Gresha lalu keluar dari kamar dan turun kebawah lalu menuju ke kamar Ardiya.
Follow Me
Ig : Rahayu_nrahma
__ADS_1
Tiktok : Rahayunr30