
“Kamu lancang ya masuk ke ruangan mama dan obrak-abrik barang-barang mama, kalau ada berkas kerjaan mama yang hilang bagaimana?” Ketus Sherly.
“Mama nggak usah ngalihin pembicaraan dulu, jelasin ke aku dari mana mama dapat foto-foto ini?”
“Nggak penting mama dapat ini dari mana, dan ini bukan urusan kamu!” Ketus Sherly.
“Ma, mama kenapa jadi marah-marah gini sih?”
Sherly lalu mengambil amplop coklat yang ada di meja itu lalu Sherly berdiri dan berjalan menuju ke pintu keluar.
“Mama mau kemana?”
Sherly hanya diam dan tidak menjawab, dia berlalu pergi begitu saja dan membuat Rafandra bingung dengan apa maksud dari tingkah aneh mamanya itu.
“Mama lo kok aneh gitu sih Raf!” Celetuk Raka sambil bengong melihat ke arah pintu keluar.
“Iya gue juga ngerasa ada yang aneh sama mama Ka, ya uda ayo kita pulang!”
****
Kevin tak berhentinya mencari bahan obrolan untuk dirinya dan Yumi. Dia berusaha keras agar suasana di sepanjang perjalanan ini lebih hidup dan tidak membosankan. Tapi Yumi hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan Kevin seperlunya saja, Yumi juga tidak pernah menanyai Kevin tentang apapun. Kevin pun sedikit kebingungan tapi bukan Kevin namanya kalau nyerah gitu saja.
“Kamu sering ya ke cafe sendiri sambil baca buku kayak kemarin itu?” Tanya Kevin.
“Iya!” Ucap Yumi singkat dan sangat padat.
“Kenapa?”
“Nggak apa-apa suka aja!”
__ADS_1
“Ngga ada alasan khusus gitu ?”
“Nggak!”
Jawaban-jawaban Yumi yang sangat tertutup itu membuat kevin garuk-garuk kepala, karena kali ini dia uda benar-benar pusing mau melontarkan pertanyaan apa lagi.
****
Saat sampai di rumah, Gresha segera mandi dan saat Gresha tengah mandi tiba-tiba pintu kamar mandinya ada yang membuka dari luar. Seketika Gresha berteriak cukup kencang. Dan dengan cepat tangan Ardiya segera menutup mulut Gresha.
“Kenapa teriak?” Tanya Ardiya terkejut.
“Lhah kamu kenapa tiba-tiba masuk? Aku lagi mandi!” Ucap Gresha dengan satu tangan menutupi area dadanya dan satu tangan lagi menutupi area kewanitaanya. Badan Gresha yang masih penuh dengan sabun itu membuat tubuhnya terlihat begitu cantik dan sexy.
“Aku mau mandi!” Ucap Ardiya dengan wajah yang memerah.
Tanpa basa basi lagi Ardiya segera membuka baju dan juga celananya lalu segera memeluk tubuh Gresha dengan hangat.
Wajah Gresha pun memerah dan jantungnya juga berdetak begitu hebatnya, tubuhnya yang penuh dengan busa sabun itu terasa sangat lembut saat tubuh Ardiya yang tak berbusana itu melekat pada tubuhnya.
Ardiya dan Gresha hanya sama-sama diam menikati hangatnya tubuh mereka yang yang saling bertaut,hingga suara ketukan pintu dari luar menghancurkan perasaan hangat itu.
Tok…tok…tok
“Mbak Gresha…Pak Ardiya….!” Panggil Bibi dari luar kamar.
Gresha lalu melepaskan pelukan Ardiya.
“Itu ada Bibi!”
__ADS_1
“Ah biarin aja, ganggu aja itu Bibi!” Ucap Ardiya sambil menautkan tangannya lagi ke tubuh Gresha. Tapi dengan sigap Gresha menghalangi tubuh Ardiya itu.
“Siapa tahu ada yang penting!” Ucap Gresha.
“Hah…iya iya aku buka!” Keluh Ardiya.
Ardiya lalu meraih handuk untuk menutupi badannya dan segera berjalan membukakan pintu untuk Bibi. Dengan wajah masam dia membuka pintu kamarnya.
“Ada apa Bi?”
“Ada Pak Dio datang, nyari Pak Ardiya dan Mbak Gresha!”
“Papa?”
“Iya Pak!”
“Ya uda bentar lagi saya sama Gresha keluar!”
Ardiya lalu menutup kembali pintu kamarnya, dan kembali lagi ke kamar mandi menemui Gresha, tapi Gresha ternyata sudah membalut badannya dengan handuk.
“Uda selesai?” Tanya Ardiya dengan wajah kecewa.
Follow :
Ig :Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30
SV : Rahayunr (WS)
__ADS_1