Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 62 (Rasa bersalah)


__ADS_3

Rafandra menunggu kedatangan Raka di café tempat mereka biasanya bertemu, Rafandra terlihat tengah memperhatikan foto yang tadi dia ambil dari laci meja kerja mamanya. Rafandra terus menatap foto itu tapi dia tetap saja tidak mengenali perempuan yang sedang menggendong bayi perempuan itu. Saat tengah mengamati foto yang dia pegang, Raka akhirnya tiba.


“Ngapain sih tiba-tiba ngajak ketemu gini? Terus lo kok belum ganti baju, dari tadi pagi kuliah lo belum balik rumah ya?” Tanya Raka sambil menyruput minuman pesanan milik Rafandra.


“Ah bangsat lo itu minuman gue, pesan sendiri sana!” Maki Rafandra.


“Haus gue anjing, kelamaan kalau nungguin pesanan yang baru!” Ucap Raka.


“Lo tuh anjing!”


“Gimana lo belum pertanyaan gue tadi!”


“Iya gue belum balik ke rumah, balik dari kampus tadi gue ke kantor nyokap gue dan lo tahu gue nemuin apa disana?”


“Apaan?”


Rafandra lalu menyodorkan foto yang sedari tadi dia pegang ke Raka, Raka dengan segera meraih foto itu dan memperhatikan foto itu dengan serius.


“Ini fotonya siapa?”


“Kalau yang perempuan gendong bayi itu gue nggak tahu itu siapa, tapi yang satunya itu foto nyokap gue waktu masih muda!”


“Ini yang satunya lo nggak kenal siapa?”


Rafandra menggelengkan kepalanya pelan sambil terus memperhatikan Raka.


“Gue rasa memang ada yang nyokap gue sembunyiin dari gue Ka!” Ucap Raka.


****


Ardiya membawa sepiring potongan buah apel ke taman belakang dekat kolam renang, dia tengah duduk sambil menikmati suasana indah malam ini, dan kemudian Bibi datang membawakan segelas minuman dingin untuk Ardiya.


“Bi bisa temenin saya ngobrol dulu disini?” Pinta Ardiya.


“Saya Pak? I..iya bisa Pak!” Ucap Bibi yang lalu duduk di kursi  sebelah kursi Ardiya.


“Gresha uda tidur ya Bi? Dia uda makan?”


“Mbak Gresha uda di kamar, tadi juga sudah makan Pak!”

__ADS_1


Ardiya tak menjawab perkataan Bibi dan terus memakan potongan demi potongan buah apel yang dia pegang.


“Pak Ardiya kenapa belum kembali ke kamar utama? Kenapa masih di kamar tamu?”


“Bibi tahu sendiri kan Gresha belum cinta sama saya, jadi saya nggak mau ganggu Gresha Bi!”


“Tapi dulu kan?” Pertanyaan Bibi seolah-olah ini sudah dapat dipahami oleh Adiya sehingga Bibi tidak melanjutkannya lagi.


“Iya saya dulu salah saya menyesal, dan sejak kejadian hari itu yang membuat saya kehilangan anak saya, dari sana saya sadar kalau saya nggak bisa maksain kehendak saya sama Gresha Bi!”


Ardiya kemudian menundukan kepalanya dan seakan-akan dia tengah mengingat-ingat serta merenungi semua apa yang dulu dia lakukan terhadap Gresha. Penyesalan itu terasa sangat dalam, dan sebenarnya rasa bersalahnya terhadap Gresah terus menghantui pikiran Ardiya setiap hari. Dan itu juga yang membuat Ardiya kini lebih memilih menghindar dan tidak terlalu mengganggu Gresha lagi. Ardiya dan Bibi kemudian hening dalam gelapnya malam ini, tapi sebenarnya tanpa mereka berdua sadari, dibalik pintu menuju ke taman bekalang ada Gresha yang sudah berdiri disana dan mendengar percakapan antara Ardiya dan Bibi. Gresha memang sebenarnya hendak pergi ke taman belakang menemani Ardiya, tapi saat mendengar semua percakapan itu Gresha mengurungkan niatnya dan kini berbalik arah dan kembali ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Gresha kemudian duduk di balkon dan menatap langit cerah malam ini.


“Jadi Ardiya menjadi berubah seperti ini karena dia menyesal dulu pernah nyakitin aku?” Gumam Gresha sambil terus menatap langit.


“Harus gimana aku? Harusnya aku bisa manfaatin kesempatan ini buat pergi dari Ardiya, tapi kenapa aku jadi kasihan sama Ardiya?”


**** 


Vio berjalan dengan pasti dan dengan senyum yang lebar, dia berkali-kali merapikan baju dan juga riasannya. Hatinya harap-harap cemas menanti seseorang yang saat ini dia tunggu. Beberapa makanan dan minuman juga sudah tersaji di meja. Tak lama seseorang yang vio nanti akhirnya sampai juga, Vio langsung berdiri dan memanggilnya.


“Hai Ardiya , aku disini!”


“Vio, kamu disini juga?” Tanya Ardiya kebingungan.


“Iya!”


“Kamu liat Gresha nggak?”


“Gresha kayaknya belum datang!”


“Belum datang? Ini tuh maksudnya kita ketemuan bertiga lagi gitu?”


Vio lalu mengangguk pelan sambil melempar senyum tipis ke Ardiya. Ardiya mengusap rambutnya dan merasa sedikit kesal saat mengetahui kalau kali ini dia harus makan siang bersama Gresha sekaligus Vio. Sebelumnya memang Ardiya menerima pesan dari Gresha kalau Gresha mengajak Ardiya untuk makan siang di salah satu café, dan Gresha juga tidak memberitahu Ardiya kalau ada Vio di acara makan siang kali ini. Ardiya terlihat resah saat menunggu kedatangan Gresha, dan tiba-tiba ponsel Gresha berdering,dan ternyata Ardiya menerima pesan dari Gresha.


Aku mendadak harus pergi buat ngerjain tugas kampus, jadi kamu makan siangnya sama Vio aja ya.


Pesan singkat itu semakin membuat Ardiya merasa kesal, kali ini dia merasa benar-benar dijebak oleh Gresha. 


“Aku udah lapar nih ayo kita makan dulu!”  Ajak Vio.

__ADS_1


Ardiya lalu melihat ke arah Vio dan melihat wajah Vio yang sangat terlihat bahagia, dan seketika Ardiya merasa tidak enak kalau harus menolak ajakan makan siang Vio itu. Akhirnya dengan perasaan sedikit kesal Ardiya menikmati makan siang bersama Vio. Dari raut wajah Vio terlihat sangat bahagia, karena ini adalah moment-moment yang sangat Vio nantikan.


****


Gresha meletakkan minumannya di atas meja kantin, lalu meletakkan ponselnya juga ke dalam tas, terlihat juga Yumi sedang menikmati sepiring siomay dengan bumbu kacang.


“Gimana lo uda bilang ke Ardiya?” Tanya Yumi.


“Uda!”


“Yes, biarin aja sekarang Vio sama Ardiya berduaan, kita berdoa aja semoga Ardiya cepat jatuh cinta sama Vio, dan kehidupan lo bisa kembali bebas kayak dulu lagi!” Ucap Yumi sambil tersenyum bahagia.


Semua ini memang rencana Gresha dan Yumi untuk mempertemukan Vio dan Ardiya, ini semua mereka lakukan untuk menyatukan Vio dan Ardiya. Tapi entah kenapa kali ini Gresha merasa sangat bersalah karena telah membohongi Ardiya. 


“Kita harus atur rencana selanjutnya Gresh , kita harus cepat nih biar lo bisa cepat bebas dari Ardiya!”


Mendengar ucapan Yumi entah kenapa membuat Gresha semakin kesal, dia kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Yumi sendirian, Yumi yang tengah asyik makan siomay itu merasa kebingungan dengan sikap Gresha.


“Lho mau kemana lo Gres, gue belum selesai makan!” Panggil Yumi.


Gresha tak menggubris panggilan Yumi dan terus berjalan dengan cepat , hatinya saat ini benar-benar terasa sangat tidak nyaman. Karena terus berjalan dengan cepat dan tanpa memperhatikan arah depan, Gresha tiba-tiba menabrak seseorang yang ada di depannya.


BRAKKK….


Gresha menabrak seorang laki-laki, tapi untung saja taja tidak ada yang terjatuh diantara mereka, dan laki-laki itu adalah Rafandra.


“Gresh kamu nggak apa-apa?”


“Aku nggak apa-apa Ar!” 


Rafandra terlihat bengong saat Gresha salah memanggil namanya.


“Ar siapa?” Tanya Rafandra dengan wajah penasaran.


❤Follow Me❤


Ig : @rahayu_nrahma


** : @rahayunr30

__ADS_1


__ADS_2