
"Lo beneran uda sehat? "
"Udah, gue juga uda capek banget tiduran mulu! " Ucap Rafandra yang tengah berjalan bersama Raka menuju kelas.
Saat sedang asyik berbincang dangan Raka, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak dirinya dari depan.
Bough
Rafandra dan laki-laki itu sama-sama terjatuh.
"Aduh! " Ucap Rafandra reflek.
Laki-laki yang menabrak Rafandra itu menggunakan jaket hitam, topi serta masker. Belum sempat Rafandra berdiri laki-laki itu berdiri terlebih dulu dan pergi meninggalkan Rafandra dan Raka.
"Eh minta maaf dulu kek! " Teriak Raka, tapi laki-laki itu tidak menanggapinya sama sekali.
Melihat sahabatnya masih tersungkur dilantai dia kemudian membantu Rafandra untuk bangkit, karena Rafandra juga masih dalam masa pemulihan.
"Lo nggak apa-apa?. "
"Gue nggak apa-apa kok, siapa sih orang tadi nggak sopan banget uda nabrak malah kabur gitu aja! "
Mata Raka kemudian tertuju pada gumpalan kertas di dekat sepatu Rafandra.
"Kenapa ada sampah kertas disini? " Ucap Raka sambil memungut kertas itu.
"Iya tumben banget apa punya orang tadi yaa? " Tanya Rafandra.
Raka menaikan kedua bahunya pertanda dia tidak tahu.
Raka yang tiba-tiba penasaran dangan kertas itu kemudian membuka nya dan dia terkejut bukan main saat ia mendapati tulisan pada selembar kertas itu.
...Rafandra kamu jangan pernah berharap bisa bahagia!!! ...
"**** apa-apan ini? " Tanya Rafandra dengan mata yang membelakak.
"Kita cari orang tadi! "Ajak Raka.
Raka dan Rafandra kemudian berusaha mencari laki-laki misterius itu tapi setelah berlarian kesana dan kemari mereka tak menemukan laki-laki itu, mungkin dia sudah lebih dulu pergi.
"Lo ada musuh sama siapa Raf? " Tanya Raka dengan nafas yang kembang kempis.
"Gue nggak yakin kalau ada musuh, gue nggak pernah ada masalah sama siapapun! "
" Terus apa maksudnya ini? "
"Gue nggak tahu! " Ucap Rafandra sambil meremas keras kertas itu.
"Lo jangan ngomong masalah ini ke siapa-siapa ya, gue bakalan cari tahu dulu! " Lanjut Rafandra.
...****************...
__ADS_1
Setelah menyelesaikan mata kuliah hari ini Gresha menghampiri Rafandra yang sedang berada di public area di dalam kampus mereka.
"Sayang kamu uda sembuh? " Tanya Gresha yang langsung duduk disebelah Rafandra.
"Gue pergi dulu deh dari pada jadi nyamuk disini! " Celoteh Raka yang langsung berdiri dari duduknya.
"Santai disini aja,ngapain pergi? " Tanya Rafandra terkekeh.
"Ngeliatin lo berdua pacaran gitu? Ogah banget! " Jawab Raka.
"Makanya cari cewek sana! " Ucap Gresha dengan tawa riangnya.
"Gue itu jomblo terhormat, gue nggak akan sembarangan cari pasangan, gue bakalan cari satu tapi sampai nanti ke pelaminan! "
"Halah sok banget lo! " Ledek Rafandra.
"Gue itu laki-laki mahal nggak semudah itu menjatuhkan hati gue ke cewek! " Sombong Raka.
"Halo kak Raka! " Tiba-tiba ada suara seorang gadis yang menyapa Raka, itu adalah Anya cewek cantik yang menggunakan rok selutut dengan rambut curly yang terurai panjang melintas dengan senyuman genit nya kepada Raka.
"Hai Anyaa! " Sapa Raka balik dengan wajah separuh mupeng.
"Anjing katanya terhormat disapa dikit meleng juga tuh! " Ledek Rafandra dengan tawa puas.
"Ah bangsat lo, mau pergi gue dulu. Inget pacarannya jangan aneh-aneh ini masih area kampus! " Teriak Raka sambil berlalu pergi.
"Dasar bocah! " Umpat Rafandra.
Setelah Raka berlalu pergi,Rafandra kemudian memandang wajah kekasih nya itu, tapi dia menemukan ada sedikit lebam di wajah Gresha. Rafandra sontak mengelus pipi kiri Gresha yang lebam.
"Em cuma nggak sengaja kepentok aja! " Alasan Gresha.
"Beneran? "
Gresha mengangguk pelan. Tapi pandangan Rafandra tiba-tiba beralih ke baju yang Gresha kenakan. Hari ini dia menggunakan celana jeans panjang dan juga jaket. Tidak seperti biasanya Gresha mengenakan jaket di kampus.
"Tumben pakek jakat?"
"Iya dingin! " Jawab Gresha sambil menarik jaketnya untuk menutupi jari-jari tanganya.
Rafandra memperhatikan sekitarnya, dia merasa kalau cuaca hari ini sangat panas apalagi di public area seperti ini. Dia juga melihat ada beberapa butir keringat yang membasahi kening Gresha.
"Kamu sakit? "
"Nggak Raf! "
"Kamu keringetan itu lho, kok bisa dingin? " Tanya Rafandra yang merasa aneh dengan Gresha.
Rafandra kemudian menarik kedua lengan Gresha dan menggulung jaket yang Gresha kenakan.
Betapa terkejutnya dia saat mendapati tangan kekasihnya itu penuh dengan hansaplast yang menutupi luka-luka Gresha.
__ADS_1
"Ini kenapa? " Tanya Rafandra dengan mata yang membelalak tajam.
"Nggak kenapa-kenapa Raf! " Jawab Gresha sambil terus menunduk.
"Jawab kenapa? Aku nggak suka kamu bohong gini! "
"Kena pecahan piring! "
"Kok bisa? "
"Aku kepleset waktu bawa makanan, jadi aku jatuh terus piring nya pecah dan pecahannya kena aku! " Jawab Gresha mencari alasan.
"Sebanyak ini? "
"Iya! "
"Kenapa nggak cerita? Biasanya kamu selalu cerita ke aku, tangan kamu kejepit pintu aja kamu selalu ngadu ke aku. Kenapa luka yang sebanyak ini kamu diam aja? " Tanya Rafandra heran.
"Aku... aku mau cerita sebenarnya, tapi aku takut ganggu kamu, kamu kan lagi sakit juga. Jadi aku nggak mau bikin kamu kepikiran! "
Rafandra kemudian mengelus pelan tangan Gresha, berharap luka itu bisa segera sembuh.
Rafandra ingat kalau dia akan menanyakan tentang laki-laki yang menjawab telfonnya itu, tapi saat ini dia merasa kalau bukan waktu yang tepat saat melihat tubuh kekasihnya itu penuh dengan luka.
...****************...
Gresha duduk termenung sendiri di dekat kolam renang rumahnya, dia menatap kosong air yang begitu tenang itu.
"Lukamu masih sakit? " Suara laki-laki itu memecah lamunan Gresha. Ardiya kemudian duduk di kursi sebelah Gresha dengan membawa dua gelas minuman. Gresha hanya melirik laki-laki itu dan kembali menatap air.
"Sini aku lihat lukanya! " Ardiya menarik tangan kanan Gresha, dia memperhatikan satu per satu luka di tangan Gresha. Tangannya mengepal erat, sebenarnya dia sangat menyesal karena membuat tubuh istrinya itu penuh dengan luka. Tapi dia benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya kemarin.
"Maafin aku ya! " Ucap Ardiya lirih.
Ardiya kemudian mencium punggung tangan istrinya itu dengan lembut dan kasih sayang. Tapi lagi-lagi Gresha tak menghiraukan Ardiya, dia sangat enggan berbincang atapun berdebat dengan laki-laki yang sangat menjijikan baginya itu.
"Sebagai permohonan maaf aku, besok kita shopping ya kamu bebas mau belanja apa saja yang kamu pengen! " Bujuk Ardiya sambil terus menggenggam tangan istrinya.
"Nggak! " Jawab Gresha ketus.
"Kalau gitu kita jalan-jalan aja ya, kamu mau kemana? Aku turutin! " Bujuk Ardiya lagi.
Gresha kembali diam, dan tak menoleh ke Ardiya sama sekali.
"Gimana kamu mau? " Ulang Ardiya.
Gresha menggelengkan kepalanya pelan.
"Terus kamu mau apa biar kamu maafin aku? "
"Rafandra! " ucap Gresha lirih hingga Ardiya pun tak mendengar jelas ucapan Gresha.
__ADS_1
"Apa? Aku nggak denger! "
Gresha kembali menggelengkan kepalanya pelan.