Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 125 (Siapa?)


__ADS_3

“Gresh tenang dulu dong, aku ngajak kamu ngobrol baik-baik nggak mau ngajak kamu berantem!” Ucap Rafandra mencoba menenangkan Gresha.


“Tapi ucapan kamu itu sendiri yang ngajak ribut!” Ketus Gresha.


“Oke sorry , tapi emang aku butuh tahu siapa yang ngambil surat ini dari kamar aku!” Lirih Rafandra.


“Tapi bukan aku Raf, aku nggak tahu apa-apa soal barang-barang kenangan kamu sama Naya itu!” Jelas Gresha.


“Kamu serius kan Gresh? Kamu jujur kan sama aku?”


“Raf kamu uda kenal aku lama kan? Kamu tahu kan kalau aku bohong gimana jujur gimana?”


“Iya dulu tahu, tapi lama kelamaan kamu kan pinter bohong. Aku aja sampai nggak bisa bedain!” Gumam Raf.


“Raf…udahlah!” Lirih Gresha.


“Oke oke kita balik ke topik ini lagi, terus kalau bukan kamu siapa lagi Gresh yang ambil, aku benar-benar pusing gara-gara terror in!”


****


Pak Dio masuk ke dalam ruangan kerja Ardiya, Ardiya terlihat tengah sangat sibuk dengan laptopnya, dan juga berkas yang menumpuk tinggi di atas mejanya. Wajah Ardiya juga terlihat kelelahan , sampai-samapai dia tidak menyadari kalau Papanya kini sudah berada dalam ruangannya. Pak Dio lalu meletakan sebuah bingkisan di atas meja Ardiya yang membuat Ardiya terkejut.


“Papa? Papa sejak kapan diruangan aku?”


“Baru saja Papa masuk, Papa ganggu kamu?”


“Nggak Pa, ayo duduk!”


“Kamu kelihatan capek, ini Papa bawain kopi kesukaan kamu biar kamu makin semangat!” Ucap Pak Dio sambil mengarahkan matanya pada bingkisan yang ada di meja Ardiya.


“Makasih ya Pa!”


Pak Dio lalu duduk di sofa panjang di ruangan Ardiya, Ardiya lalu membuka bingkisan dari papanya dan mengeluarkan dua buah minuman dan juga beberapa camilan. Diletakan semuanya itu di atas meja yang ada di depan Papanya.


“Rafandra habis nemuin Papa!”


“Terus dia ngapain? Papa nggak apa-apa kan?”

__ADS_1


“Papa nggak apa-apa , cuma dia memang masih mengira kalau kita dalang dari peneroran dirumahnya!”


“Kira-kira siapa ya Pa yang nerror itu, Papa nggak mau bantuin buat cari tahu?”


“Kalau pun papa tahu, kayaknya juga bukan wewenang kita untuk ikutt campur masalah mereka , kita bukan siapa-siapa lagi bagi mereka Ar!” Jelas Pak Dio.


Obrolan itu terhenti sejenak, mereka berdua sepertinya sama-sama mengingat kebahagiaan mereka dulu saat masih bersama. Dan juga menyesalkan sikap egois Sherly dan juga Rafandra.


“Pa tapi kenapa peneror itu tahu semua tentang Naya? Sedangkan nggak ada selain kita yang tahu tentang Naya!” Celetuk Ardiya kemudian.


“Ada lagi yang tahu tentang Naya selain kita berdua Ar!” Lirih Pak Dio.


Perkataan yang penuh misteri dan pastinya menyisakan tanda tanya, karena Pak Dio juga tidak memberitahukan kepada Ardiya siapa orang yang Pak Dio itu maksudkan. Meski Ardiya memaksanya pun Pak Dio tetap pada pendirian nya yang sangat kuat, tetap menutup mulutnya rapat-rapat.


Ardiya lalu memutuskann untuk menggati bahan obrolan, karena dia tahu Papanya memang sebegitu kuat dalam berpendirian.


“Oh ya kapan kamu mau ngasih Papa cucu? “Tanya Pak Dio yang membuat Ardiya tersedak kopinya.


“Cucu?”


“Iya cucu, kan kamu sama Gresha sekarang hubungannya sudah sangat harmonis, jadi kamu bisa buatkan cucu untuk Papa kan? Papa kesepian Ar pengen denger suara tangisan bayi!” Ucap Pak Dio sambil tersenyum kecil pada Ardiya.


“Berarti ini tandanya Papa masih harus nunggu lebih lama buat bisa punya cucu?”


“Ya nggak lama-lama juga Pa!” Ucap Ardiya kebingungan harus menjawab apa.


****


Saat masuk ke dalam rumah Rafandra sudah melihat Sherly dan Raka tengah mengobrol di ruang tamu, seharian ini di kampus Rafandra memang tidak bertemu dengan Raka, karena Rafandra bolos tidak masuk kelas lagi hari ini. Melihat kedatangan Rafandra, Sherly lalu segera berdiri dan berjalan menuju ke Rafandra yang masih berdiri di belakang pintu. Wajah Rafandra masih terlihat tak senang dengan Sherly, sepertinya Rafandra masih menyimpan rasa kesal karena tamparan menyakitkan dari Sherly. Sherly lalu dengan tiba-tiba memeluk tubuh Ardiya dan mengusap rambut anak laki-lakinya itu.


“Maafin mama ya sayang, nggak seharusnya kemarin mama marah dan nampar kamu seperti itu!”


Rafandra hanya diam dan tak menjawab, bahkan sorot mata Rafandra kini tertuju pada Raka.


“Raf maafin mama ya, kamu bolos kuliah gini pasti kesal sama mama kan?”


Lagi-lagi Rafandra hanya diam dan tak berucap satu patah katapun untuk mamanya. Sepertinya masih enggan dirinya untuk memaafkan mamanya itu. Karena seumur hidup Rafandra, Sherly tidak pernah memaki apalagi bermain tangan kepada Rafandra, jadi sangat dimungkinkan kalau Rafandra benar-benar terkejut dan juga sakit hati.

__ADS_1


Rafandra lalu melepaskan pelukan mamanya dari tubuhnya.


“Raf, kamu nggak mau maafin mama?” Lirih Sherly dengan air mata yang berlinang.


“Ka ayo ke kamar gue!” Ajak Rafandra pada Raka.


Rafandra lalu berjalan meninggalkan mamanya, dan segera menaiki tangga dan masuk kamar diikuti oleh Raka yang hanya diam dan menunduk.


Sesampainya di kamar, Rafandra merebahkan badannya di atas tempat tidur, sedangkan Raka duduk dikarpet bersandarkan tempat duduk


“Lo ngomong ke nyokap gue kalau gue bolos?”


“Sumpah gue nggak ngasih tahu nyokap lo, gue kesini justru karena nyokap lo telfon dan bilang ada hal penting yang mau di omongin, terus nyokap lo maksa gue buat jujur kalau lo bolos beneran apa nggak!”


“Terus dari mana nyokap gue tahu kalau gue bolos?”


“Itu dia yang gue bingung, emangnya tadi lo kemana sih!” Ucap Raka.


“Gue ketemu Gresha tadi!”


“Apa Gresha yang ngadu ke nyokap lo kalau lo bolos?”


“Nggak mungkin, dia nggak tahu kalau gue bolos, dan gue ketemunya juga waktu jam selesai kuliah kok!”


“Terus siapa anjing, yang ngasih tahu kalau lo bolos?”


Raka dan Rafandra saling beradu tatapan, mereka kini sama-sama mencoba berfikir siapa orang yang membocorkan ini semua ke Sherly. Karena Sherly juga tidak mengenal teman Rafandra yang lain selain Raka. Karena selama ini hanya Raka yang Rafandra kenalkan pada Sherly dan hanya Raka yang main ke rumah Rafandra.


Suasana di kamar Rafandra kembali hening, karena mereka berdua sama-sama tengah sibuk berfikir. Meskipun Raka pernah mengatakan kepada Yumi kalau dia rela meninggalkan Rafandra tapi tetap saja dia merasa tidak nyaman juga kalau ada sesuatu terjadi pada sahabatnya itu.


“Nyokap gue nggak ngomong siapa yang ngasih tahu dia?” Tanya Rafandra.


“Nggak, gue uda coba nanya tapi nyokap lo nggak mau ngomong ke gue soal siapa yang ngasih tahu masalah lo bolos kuliah sebanyak 2 kali!”


Follow :


Ig : Rahayu_nrahma

__ADS_1


Tiktok : Rahayunr30


SV : Rahayunr (WS)


__ADS_2