
"Jadinya mau tema seperti apa Pak? Ini waktunya sangat mepet sekali, biar kami persiapkan! "
"Saya terserah calon istri saya saja! " Ardiya melihat ke arah Gresha, yang sedari tadi hanya diam dan menunduk.
"Saya tidak tahu, terserah kalian saja mau membuat tema dan konsep seperti apa! " ucap Gresha dengan suara yang lemah.
"Terserah tim kami? "
Gresha hanya mengangguk, 3 orang dari Tim WO itupun terlihat kebingungan mendengar jawaban dari Gresha.
"Kamu yakin nggak mau menenutukan tema nya sendiri? " tanya Ardiya.
"Ya, atau kamu punya tema sendiri juga silahkan!"
Ardiya terdiam, dia melihat bahwa calon istrinya itu sangat tidak mau melakukan pernikahan ini.
"Ya udah kalian sudah dengar kan ucapan calon istri saya, jadi saya minta kerjakan semuanya dengan baik jangan buat saya dan calon istri saya kecewa! " ucap Ardiya pada WO itu.
Tak lama kemudian tim dari WO itu pergi meninggalkan Ardiya dan Gresha.
"Kamu kenapa tidak mau memikirkan konsep pernikahan kita? "
"Untuk apa? lagian ini juga bukan pernikahan yang Saya harapkan! "
Gresha mengambil tasnya dan beranjak pergi , Ardiya kemudian bergegas mengejar Gresha.
"Terserah kamu menganggap apa pernikahan ini, tapi ini adalah pernikahan yang saya harapkan! ".
"Apa yang sebenarnya anda harapkan dari saya? bukankah anda itu orang kaya , tampan dan berwibawa kenapa anda mengharapkan pernikahan dengan gadis miskin seperti saya?"
"Berarti kamu menganggap saya tampan juga?" jawab Ardiya sambil tersenyum
"Hisshhh......!!! "
Gresha melanjutkan langkahnya dan segera ingin meninggalkan restoran itu. Tapi Ardiya selalu mengikutinya dan tidak membiarkan Gresha pergi.
"Saya antar pulang! "
"Saya bisa pulang sendiri!"
"Naik angkot? mana tega saya membiarkan calon istri saya naik angkot, apa kata orang-orang! ".
Sepanjang perjalanan pulang Gresha hanya diam, tak sedikitpun suara terdengar darinya.
" Kita sudah sampai, saya mau ketemu orang tua kamu! "
"Untuk apa?"
"salah kalau saya mau ketemu calon mertua saya? "
Ardiya turun dari mobilnya, disusul dengan Gresha. Mereka berjalan masuk ke dalam rumah.
"Gresha kamu uda pulang, oh Ada Ardiya juga! " kata Bu Bimo
"Selamat siang tante,Om Bimo kemana tan? "
__ADS_1
"Om lagi istirahat dikamar! "
"Bagaimana keadaan om sekarang? ".
" Alhamdulillah sudah semakin baik! ".
" Besok kalau tidak salah jadwal terapi nya Om kan tan? ".
" Iya! "
"Kalau begitu besok biar saya kirim sopir kesini untuk mengantar om dan tante besok!"
"Ngapain sih, nggak usah sok perhatian! " celetuk Gresha.
"Emang salah kalau saya perhatian dengan calon mertua saya? kalau diantar sopir saya ,om juga bakalan lebih nyaman, tante juga ada yang bantu besok buat angkat-angkat kursi roda! ".
"Em... maka.. makasih Ardiya! "
Gresha bergegas masuk ke kamar dan menghiraukan Ardiya. Dia nampak kesal dengan Ardiya.
"Maafkan Gresha ya! "
"Tidak tante, Gresha tidak ada salah, mungkin dia hanya masih shock aja karena bentar lagi mau menikah dengan saya! "
"Ardiya tante mau tanya! "
"Iya gimana tante? "
"Apa tidak ada cara lain bagi keluarga kami untuk menebus semua yang telah keluarga Ardiya berikan? "
"Jadi tante mau terus hidup seperti ini? ditambah keadaan om yang sekarang lumpuh, bukankah keluarga saya sudah sangat berbaik hati akan menebus semua rumah dan kendaraan- kendaraan yang disita dan membantu Om untuk memulai bisnis nya lagi. Dan saya juga sudah membantu biaya rumah sakit om sampai om benar-benar sembuh dan menyelesaikan semua terapinya! "
"Saya tidak memaksa saya hanya memberi pilihan, dan dia memilih untuk mau menikah dengan saya! Dan pilihan itu tidak bisa dirubah atau dibatalkan begitu saja! "
"Tapi... "
"Sudah lah tante jalani saja semua ini, mungkin memang takdir Tuhan seperti ini, nikmati saja, bentar lagi keluarga tante juga akan jauh lebih bahagia dari sekarang! "
Ardiya kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah kecil yang lapuk itu.
"Maafkan mama Gresha, mama tidak bisa berbuat apa-apa! " ucap Bu Bimo lirih sambil menatap mobil Ardiya yang semakin menjauh dan kemudian menghilang.
Kampus
"kok gue sekarang jarang liat loe sama Gresha bareng sih? " tanya Raka sahabat Rafandra.
"Iya dia lagi sibuk , kan Bokapnya abis kecelakaan! "
"Loe nggak nemenin? nggak jengukin Bokapnya? "
"Gue baru sempet nengokin pas kemarin di rumah sakit! "
"Sekarang uda balik? Loe nggak nengokin ke rumah? "
"Belum! "
__ADS_1
"Gimana mau jadi menantunya sih, calon mertua sakit aja nggak loe tengokin! "
" Bener juga loe, ya uda deh gue kesana abis pulang kampus ! "
"Eh nama perusahaan bokapnya Gresha apa ya, loe tahu nggak? "
"Mahendra Perkasa Abadi kalau nggak salah sih, kenapa? "
"Nggak ada apa-apa sih, cuma kemarin gue sempet denger bokap gue cerita ada perusahaan yang bangkrut namanya nggak asing buat gue, gue ingetnya nama perusahaan bokap nya Gresha! "
"Nggak tuh, perusahaan bokap Gresha baik-baik aja, Gresha nggak ada cerita apa-apa, malahan dia sekarang pakai sopir kemana-mana, terus kemarin waktu di Rumah Sakit juga ambil ruangan rawatnya yang VVIP. Nggak mungkin dong kalau bangkrut bisa pakai kamar VVIP dan lanjut terapi segala! "
"Bener juga lho, berarti gue yang salah denger aja kemarin, mungkin namanya hampir sama aja kali ya!"
"Bisa jadi tuh, apalagi loe denger nya kan cuma dari nguping kan? "
"Bukan nguping cuma nggak sengaja denger aja! "
"Sama aja goblok! "
Perjalanan rumah Gresha
"Eh iya lupa belum ngabarin Gresha kalau mau kesana! " gumam Ardiya.
Ardiya lalu menelfon Gresha.
"Halo Sayang! " sapa Ardiya.
"Hai sayang! "
"Aku ini mau ke rumah kamu, aku uda dijalan, aku mau nengokin papa kamu! "
"Hah? kamu mau kesini? "
"Iya udah deket sih, 15 menitan lagi sampai! "
"Papa aku lagi istirahat Raf, hari ini harus istirahat total karena besok mau terapi, jadi besok biar fit waktu terapi. Jadi kamu nggak usah kesini, kamu pulang aja ya! "
"Hah? tapi ini aku uda bawain makanan juga buat Om, aku anter makananan nya aja ya kesana! "
"JANGAN!!!! "
"Kenapa? "
"Aku lagi repot banget ini sama mama, jadi kamu pulang aja itu makanannya kamu bawa pulang aja buat orang rumah Raf! "
"Tapi Gresha... "
"Nggak usah kesini ya, ini uda ya telfonnya aku sibuk banget ini, bye-byee!!! "
Telfonpun terpustus
"Halo Gresha , Gresha Halooo!! "
"Kok malah dimatiin? " gumam Rafandra.
__ADS_1
"Ya udah aku balik rumah ajaa kalau gitu! "
Rafandra memutar arah dan bergegas pulang, dalam hatinya dia sangat heran dengan sikap Gresha yang aneh belakangan ini, yang begitu susah untuk ditemui dan selalu punya banyak alasan. Tapi lagi-lagi dia tidak mau berfikiran hal buruk kepada Gresha, semua rasa sayangnya pada Gresha menghilangkan semua kecurigaannya.