Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 61 (Penyesalan)


__ADS_3

“Ini kamar kita!” Ucap Gresha.


Ardiya menatap mata Gresha dengan sendu lalu menundukan kepalanya.


“Kamu nggak mau tidur disini lagi sama aku?” Tanya Gresha.


“Hah?” Ucap Ardiya terkejut.


Jantung Ardiya tiba-tiba berdetak begitu kencang, keringat dingin juga mulai membasahi tubuhnya. Dan tak lama kemudian Ardiya berpaling dan bergegas pergi meninggalkan Gresha sendiri di dalam kamar dengan penuh kebingungan.


“Kenapa sih dia itu aneh, dulu awal nikah  maksa-maksa aku buat tidur disini sampai nyiapin baju seksi selemari, bahkan sampai berbuat kasar kalau aku menolak berhubungan sama dia. Tapi kenapa sekarang dia jadi dingin, pendiam, cuek dan nggak mau dekat-dekat sama aku lagi?” Gumam Gresha penasaran.


Sedangkan Ardiya berlari dari kamar Gresha menuju ke kamarnya sendiri di lantai satu, entah kenapa Ardiya merasa sangat gugup saat Gresha memintanya tidur di kamar utama. Ardiya masuk ke kamar dan membaringkan badannya ke atas tempat tidur. 


“Ma’af Gresh, tapi aku bukanlah Ardiya yang dulu, kali ini aku benar-benar tidak mau menyentuh kamu kalau memang kamu belum ada cinta buat aku!” Ucap Ardiya sambil memandang langit-langit kamarnya.


**** 


Setelah selesai mengantar Gresha kuliah, Pak Dede menghampiri Pak Basuki yang berada di pos satpam. Terlihat Pak Basuki sedang menikmati secangkir kopi dan beberapa pisang goreng. Pak Basuki adalah satpam baru di rumah Ardiya, karena satpam yang lama dia pindahkan ke rumah orang tua Ardiya. Pak Dede kemudian duduk di sebelah Pak Basuki dan ikut menikmati pisang goreng yang sudah tersedia.


“Pak Dede saya mau tanya, kenapa anak laki-laki yang semalam ngaku pacarnya Mbak Gresha? Kan Mbak Gresha istrinya Pak Ardiya?” Tanya Pak Basuki sambil mengunyah pisang goreng dimulutnya.


“Gimana ya susah dijelasin Pak, pokoknya kalau ada anak yang semalam dan teman-temannya yang lain datang, jangan sampai menyebutkan nama Pak Ardiya. Dan yang semalam itu memang pacarnya Mbak Gresha, kalau dia datang lagi langsung bilang aja ke Bibi atau Pak Ardiya langsung!”


“Jadi ini Mbak Gresha punya suami dan pacar sekaligus?” Tanya Pak Basuki penasaran.


“Ya…ya bisa dibilang begitu!”


“Aduh aduh kenapa bisa begitu, puyeng  saya !” Keluh Pak Basuki.


**** 


Ardiya hari ini datang ke rumah papanya, terlihat Pak Dio sedang menanti Ardiya di meja makan,mereka memang ada janji untuk makan siang bersama. Karena sudah sangat lama mereka tidak menikmati makan siang bersama. Ardiya lalu duduk di kursi yang sudah disiapkan.

__ADS_1


“Istri kamu tahu kalau kamu kesini?” Tanya Pak Dio sambil bersiap untuk menyuapkan makanan ke mulutnya.


“Nggak Pa!”


“Kamu masih bersikap kasar sama dia?”


“Nggak Pa, aku uda nggak kasar sama Gresha!”


“Bagus kalau gitu, tapi bukan berarti kamu bebasin dia pacaran seperti itu!” Ketus Pak Dio.


Pak Dio memang orang yang cukup tegas, tapi dia adalah orang yang ramah dan periang. Dan hanya di saat tertentu saja dia bersikap tegas dan ketus. Ardiya adalah anak yang penurut dengan semua apa yang Papanya itu ucapkan. Sedari kecil Ardiya sudah menjadi anak penurut dan berbakti kepada Papanya.


“Dulu aku uda sering ngelarang Pa, tapi Gresha memang belum bisa putusin Rafandra!”


“Terus sekarang kamu membebaskan istri mu itu berpacaran dengan Rafandra ? Papa uda melakukan semuanya untuk kamu, mengeluarkan banyak uang, membiarkan perusahaan Papa dipegang oleh Papanya Gresha biar kamu bisa menikahi Gresha, dan bahkan setelah sejauh ini kamu masih tetap kalah dari Rafandra?”


“Aku cuma nunggu waktu aja Pa!”


“Nunggu sampai kapan? Papa mau kamu bahagia bersama Gresha, Papa ngggak mau kalau kamu terus ngerasa sedih dan kecewa, apa perlu Papa yang misahin Rafandra dan Gresha?”


“Untuk masalah ini biar aku aja yang nyelesaiin!” Lanjut Ardiya.


“Baik kalau gitu, tapi kamu harus ingat, secinta dan sekuat apapun kamu menginginkan Gresha, jangan lagi kamu berbuat kasar sama dia, Papa nggak mau kamu merasakan penyesalan seperti yang Papa sampai saat ini rasakan!” Ucap Pak Dio sendu.


**** 


Rafandra menghampiri Sherly di kantornya, karena Rafandra merasa penasaran dengan mamanya itu, tapi saat sampai di ruang kerja Sherly ternyata Sherly tidak ada diruangannya. Rafandra kemudian bertanya kepada salah seorang karyawan disana, dan ternyata Sherly sedang berada di ruang meeting dan sedang mengadakan meeting bersama Client. Sherly memanglah seorang wanita karir dengan karir yang sangat cemerlang, dia memimpin sebuah perusahaan yang bergerak dibidang fashion, perusahaan itu memang dia bangun bersama Almarhum suaminya yang tak lain adalah Papa dari Rafandra. Sambil menunggu kedatangan Sherly, Rafandra berjalan berkeliling ruangan kerja Sherly, Rafandra memperhatikan tiap detail benda yang ada disana. Lalu Rafandra membuka laci di meja kerja Sherly, disana Rafandra dikejutkan dengan sebuah foto yang sebelumnya belum pernah Rafandra lihat. Di dalam foto itu ada dua orang perempuan dewasa mungkin sekitar usia 25 tahun, dan salah seorang perempuan di foto itu terlihat tengah menggendong bayi, sepertinya itu adalah bayi perempuan karena menggunakan pita berwarna merah muda dikepalanya. Dan salah seorang perempuan lagi, Rafandra merasa tidak asing dengan orang itu, dan itu adalah foto Sherly saat masih muda.


“Ini foto mama sama siapa?” Gumam Rafandra.


“Kenapa aku nggak pernah lihat foto ini sebelumnya?” Lanjut Raafandra.


Rafandra lalu memasukan foto itu ke dalam ranselnya, lalu dia duduk di sofa panjang yang berada diruang kerja mamanya itu. Tak lama berselang, Sherly masuk dan menghampiri Rafandra.

__ADS_1


“Kamu tumben kesini, ada apa?” Tanya Sherly sambil duduk di sebelah anaknya itu.


“Nggak ada apa-apa Ma, cuma mau kesini aja!”


“Kamu mau makan apa? Biar mama minta OB belikan!”


“Terserah mama aja!”


Sherly lalu meminta tolong kepada seorang OB untuk membelikan makanan untuk dirinya dan Rafandra. Dan tak lama dua porsi makanan siap untuk mereka santap. Dan karena sudah merasa sangat lapar, Rafandra segera menikmati makanan yang lezat itu. 


“Ma, aku boleh nanya nggak?”


“Apa sayang?”


“Mama kenapa kemarin nangis sampai seperti itu waktu aku cerita tentang Naya?”


“Mama cuma terharu aja sama cerita kamu!”


Mendengar jawaban itu Rafandra merasa sangat tidak puas, karena Rafandra rasa itu bukanlah alasan Sherly yang sebenarnya. Rafandra mencoba diam terlebih dahulu dan memikirkan cara lain untuk membuat mamanya itu jujur.


“Kamu kalau uda selesai makan lebih baik pulang aja!” Ucap Sherly tiba-tiba.


“Pulang? Tapi aku masih mau disini Ma, aku pengen nemenin Mama dulu!”


“Kamu pulang Raf, kamu jangan ganggu mama kerja !” Ketus Sherly.


Rafandra sangat tidak mengira kalau Sherly akan berkata dengan nada tinggi seperti itu kepadanya, karena ini bukanlah kebiasaan Sherly. Rafandra nampak bengong dan kebingungan melihat ekspresi dari Sherly yang terlihat ingin marah dan juga menangis. Karena tdak mau terjadi keributan,maka Rafandra segera meraih tasnya dan berlalu pergi meninggalkan Sherly sendiri.


“Maafin mama Raf!” Lirih sherly.


❤ Follow Me ❤


IG : @rahayu_nrahma

__ADS_1


** : @rahayunr30


__ADS_2