Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 63 (Kebohongan)


__ADS_3

“Ar siapa?” Tanya Rafandra dengan wajah penasaran.


Gresha terkejut dan tersadar dari lamunannya terhadap Ardiya, dia benar-benar tidak sadar kalau kini Rafandra ternyata sudah ada di hadapannya sambil memegang kedua lengannya.


“Gresha!” Panggil Rafandra.


“Eh Raf!”


“Tadi kamu mangggil Ar, itu siapa?”


“Heh? Iyakah? Kamu salah dengar kali tadi, ya uda aku mau pulang dulu ya!”


“Aku anterin ya sayang!”


“Nggak usah aku sendiri aja!”


Gresha kemudian segera bergegas lari meninggalkan Rafandra dan Raka yang saat ini sama-sama bengong melihat Gresha yang berlari. Kemudian tiba-tiba Yumi juga terlihat berlarian menghampiri Rafandra dan Raka.


“Kalian lihat Gresha?” Tanya Yumi dengan nafas yang terengah-engah.


“Itu barusan pergi!” Jawab Rafandra kebingungan.


“Ini pada kenapa sih kok lari-larian semua?” Tanya Raka pada Yumi.


“Gue juga bingung kenapa tiba-tiba Gresha lari, padahal tadi gue sama Gresha lagi makan di kantin!” Jawab Yumi.


**** 


Gresha segera meminta Pak Dede untuk mengantarkannya ke café tempat Ardiya dan Vio, sepanjang jalan Gresha merasa sangat gelisah dan tidak nyaman. Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit akhirnya Gresha sampai di café tempat Vio dan Ardiya bertemu. Saat Gresha sampai disana dia melihat Ardiya sudah diparkiran dan hendak masuk ke dalam  mobil. Gresha kemudian berlari ke arah Ardiya.


“Ardiya!” Panggil Gresha.


“Gresha? Ada apa?” Tanya Ardiya sedikit ketus.


“Kamu uda selesai makan sama Vio?”


“Uda, dia juga uda pulang. Kenapa? Kamu lagi mastiin kalau makan siang ku sama Vio berjalan sesuai rencana kamu?” Tanya Ardiya sedikit sinis.


“Nggak…nggak gitu, aku cuma…cuma lapar, kamu mau kan nemenin aku makan dulu?” Tanya Gresha sambil meringis menghadap Ardiya.


“Tapi kan aku…!”

__ADS_1


Tanpa menunggu Ardiya menyeselesaikan ucapannya, Gresha langsung saja menarik tangan Ardiya dan mengajak Ardiya masuk lagi ke dalam Café. Gresha lalu memesan beberapa makanan.  Disini Ardiya sebenarnya merasa senang karena bisa menemani Gresha tapi juga dia merasa kebingungan karena dia merasa aneh dengan sikap Gresha ini.


“Kamu mau makan lagi?” Tanya Gresha.


“Nggak…kamu aja yang makan!” Ucap Ardiya.


Gresha lalu segera melahap makanan yang dia pesan, perutnya memang sangat lapar karena waktu di kantin tadi dia sangat tidak berselera untuk makan, tapi setelah bertemu Ardiya, Gresha merasa kalau selera makannya kembali meningkat.


“Kamu pelan-pelan makannya!” Ucap Ardiya sambil terus memperhatikan Gresha yang tengah makan dengan lahapnya


Setelah selesai makan, Gresha mengatakan kepada Ardiya kalau dia akan pulang terlebih dahulu.


“Kita pulang bareng aja, aku juga mau pulang, Pak Dede biar pulang sendiri!” Ucap Ardiya tegas.


“Oke!” Jawab Gresha dengan riang.


Mereka berdua kemudian segera masuk ke mobil Ardiya dan bergegas pulang ke rumah. Ardiya awalnya memang ingin kembali ke kantor, tapi dia mengurungkan niatnya dan lebih memilih pulang bersama istrinya, karena Ardiya merasa kalau ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi dirinya untuk lebih dekat dengan Gresha.


**** 


Rafandra terus melamun di balkon di kamarnya, sedangkan Raka tengah asyik bermain PS di kamar Rafandra. Dia terus memikirkan Gresha yang salah memanggil namanya tadi. Karena geram dengan fikirannya sendiri, Rafandra lalu berdiri dan mengajak Raka pergi.


“Hah? Sekarang? Kenapa tiba-tiba?” Tanya Raka kebingungan.


Tapi tanpa menghiraukan ucapan Raka, Rafandra terus berjalan dan sudah mengambil kunci mobilnya, Raka pun segera mengejar sahabatnya itu. Tak lama Rafandra dan Raka segera berangkat menuju ke rumah Gresha.


“Lo kenapa sih Raf?”


“Perasaan gue nggak tenang gara-gara tadi Gresha manggil gue dengan nama Ar!”


“Mungkin dia cuma salah panggil aja sih, ngapain lo bawa serius kayak gini!”


“Tapi perasaan gue ngak nyaman, dan gue butuh ketemu dia sekarang!” Ketus Rafandra.


“Halah...bilang aja lo kangen, pakek acara perasaan nggak nyaman segala. Tinggal bilang aja kalau lo kangen, dasar bucin!” Gumam Raka.


Tak lama kemudian Rafandra dan Raka sampai di rumah Gresha, tapi saat mereka sampai di rumah Gresha, Bibi mengatakan kalau Gresha belum pulang, dan Rafandra kemudian meminta ijin kepada Bibi agar diperbolehkan untuk menunggu Gresha di rumah. 


Dan tak lama kemudian terdengar suara mobil yang masuk ke dalam Garasi, dan memang benar itu adalah mobil Ardiya dan Gresha. Gresha turun dari mobil dengan gelak tawa bersama Ardiya. Sedangkan dari dalam rumah Rafandra dan Raka juga mendengar suara Gresha tengah tertawa, dan samar-samar mereka juga mendengar ada suara laki-laki. Rafandra dan Raka kali ini sama-sama berfikir kalau Gresha pulang bersama Papanya. 


Gresha berjalan menuju ke dalam rumah, saat ini Gresha memang berjalan di bagian depan dan saat dia membuka pintu dia sangat terkeut melihat Rafandra dan Raka sudah duduk manis di ruang tamu rumahnya. Gresha dengan spontan menutup kembali pintu rumahnya, dan membalikan badannya. Saat membalikan badan, Gresha menabrak Ardiya, Ardiya juga ikut terkejut melihat Gresha yang tiba-tiba membalikan badannya.

__ADS_1


“Kenapa?” Tanya Ardiya penasaran.


Gresha lalu menarik tangan Ardiya dan meminta Ardiya untuk masuk ke dalam mobil lagi.


“Ada apa Gres?” Tanya Ardiya lagi.


“Di dalam ada Rafandra sama Raka!” Ucap Gresha panik.


Ardiya mendadak diam dan kehilangan senyum diwajahnya.


“Kamu sembunyi dulu disini, aku bakalan nyuruh mereka pulang dulu!” Pinta Gresha.


Gresha lalu turun dari mobil dan segera merapikan baju dan rambutnya. Lalu Gresha bergegas masuk ke dalam rumah. Gresha nampak terlihat panik saat melihat Rafandra dan Raka sudah menanti mereka. Gresha lalu duduk di samping Rafandra.


“Kalian ngapain kesini? Kok nggak ngabarin?” Tanya Gresha dengan wajah sedikit panik yang cukup terlihat.


“Emangnya kenapa? Nggak boleh aku kesini?” Tanya Rafandra balik.


“Bo..boleh dong!”


“Kamu pulang sendirian?” Tanya Rafandra.


“Iya sendiri!”


“Tapi tadi kok aku dengar kamu lagi ketawa-ketawa sama cowok?” Tanya Rafandra penasaran.


“Hah? Nggak kok. Eh itu tadi aku lagi ngobrol sama Pak Basuki,satpam rumah sini!”


Gresha saat ini sebenarnya tengah kebingungan memikirkan cara agar Rafandra dan Raka bisa segera pergi. Kemudian Gresha berpura-pura menguap di depan Rafandra dan Raka. Gresha lalu mengatakan kepada Rafandra kalau dia sangat mengantuk dan ingin tidur, Gresha kemudian meminta Rafandra dan Raka untuk pulang terlebih dahulu karena Gresha ingin cepat tidur. Rafandra sebenarnya ingin menanyakan masalah tadi di kampus, tapi melihat Gresha sudah berkali-kali menguap dan terlihat mengantuk, Rafandra lalu mengajak Raka untuk pulang dan mengurungkan niatnya itu untuk bertanya. Gresha lalu mengantarkan Rafandra dan Raka sampai ke depan. Saat melihat mereka bertiga keluar dari rumah, Ardiya lalu membungkukan badannya di dalam mobil agar tidak terlihat dari luar. Sepanjang keluar dari rumah Gresha Raka memperhatikan mobil Ardiya yang terparkir di garasi, , karena Raka merasa ada yang aneh dengan mobil itu. Gresha lalu membuka gerbang rumahnya, karena sedari tadi dia pulang memang Pak Basuki tidak ada di pos. Dan tak lama kemudian Pak Basuki datang dengan mengendarai motornya.


“Mbak Gresha uda pulang? Maaf ya Mbak tadi saya dimintain tolong sama Bibi buat ke minimarket beli kopi sama teh!” Ucap Pak Basuki.


“Berarti bapak tadi belum bertemu Gresha waktu dia pulang?” Tanya Rafandra dengan wajah penuh rasa curiga.


“Belum mas, setelah Masnya ini datang kan saya terus pergi ke minimarket!” Jawab Pak Basuki dengan polosnya.


...Follow Me...


...IG : @rahayu_nrahma...


...** : @rahayunr30...

__ADS_1


__ADS_2