Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Episode 12 (Venue Impian)


__ADS_3

"Sampai kapan aku terus membohongi Rafandra seperti ini? "


Gresha duduk dipojok tempat tidur dengan merangkul kedua kaki nya.


"Kenapa kamu nggak jujur saja? "


suara itu tiba-tiba terdengar dari arah pintu kamar Gresha.


"Mama! "


"Kenapa kamu nggak jujur saja, kasihan Rafandra! "


"Nggak ma, aku nggak mau , aku belum siap kehilangan Rafandra! "


"Mama yakin Rafandra nggak akan ninggalin kamu hanya karena kita sudah jatuh miskin! "


"Tapi Rafandra akan ninggalin aku kalau tahu aku akan menikah dengan orang lain ma! "


Tiba-tiba suasana menjadi hening, Gresha dan mamanya hanya saling bertatapan mata. Bu Bimo rasanya tak tahu lagi harus menjawab seperti apa, dia hanya merasa kalau semua ini kesalahannya dan suaminya yang menyebabkan Gresha menjadi memiliki beban seperti ini.


Hari demi hari terlewati, hari pernikahan Gresha sudah nampak jelas didepan mata. Hari ini Gresha dan Ardiya pergi ke toko perabotan rumah untuk berbelanja beberapa kebutuhan rumah mereka setelah menikah. Ardiya telah menyiapkan rumah baru untuk mereka tempati setelah menikah.


Gresha menatap satu demi satu sofa yang ada di depannya, semua nampak bagus.


"Harus nya aku sama kamu Raf, disini membeli perabotan rumah kita, kenapa mimpi ini harus kulewati bersama orang lain? " batin Gresha.


Ini memang satu dari sekian banyak mimpi Gresha dan Rafandra, salah satu moment yang sangat mereka tunggu yaitu membeli perabotan rumah untuk rumah baru mereka berdua.


"Kamu mau sofa yang mana? "


Pertanyaan itu sontak menyadarkan Gresha dari lamunannya tentang Rafandra.


"Mana aja terserah anda! "


"Kenapa? pilihlah sesuka hati kamu, saya mau kamu nanti nyaman di rumah dengan semua perabotan yang kamu pilih sendiri! "


"Saya bilang terserah anda! "


Gresha beranjak pergi dan duduk di ruang tunggu toko itu. Ardiya hanya diam sambil memandang calon istrinya yang pergi meninggalkannya.


"Kamu belum menerima saya ternyata! " batin Ardiya.


Kemudian setelah cukup lama melihat lihat perabotan, Ardiya memutuskan mana saja yang hendak ia beli.


"Ayo saya sudah selesai! "


Ardiya mengulurkan tangannya ke Gresha, tapi seperti nya uluran tangan itu tak disambut baik oleh Gresha. Gresha langsung berdiri dan berjalan keluar. Ardiya lalu mengikuti Gresha dari belakang.


Seperti biasa Gresha selalu diam saat di dalam mobil dan selalu memandang ke luar.

__ADS_1


"Kita langsung ke gedung ya, disana uda ada tim WO kita, mereka akan membicarakan final konsep kita! "


Gresha tidak menjawab sepatah katapun, bahkan mengangguk pun tidak.


"Sebenci itu kah kamu sama saya? Tapi saya tidak akan menyerah, sebentar lagi kamu akan menjadi milik saya! " batin Ardiya.


Sesampainya di gedung tempat mereka akan menikah, Gresha dan Ardiya langsung menemui Tim WO mereka.


"Selamat sore Pak Ardiya, Bu Gresha! "


"Iya sore! " jawab Ardiya.


"Baik saya langsung jelaskan saja untuk Final Konsep nya yaa! "


"Silahkan! "


Mereka berjalan berkeliling tempat itu.


"Nanti disini bagian panggung untuk pelaminan, semua dekorasi dominan warna putih dan sedikit sentuhan warna peach. Didepan panggung akan diisi bunga-bunga yang dominan warna peach. Meja tamu nanti pakai meja bundar dengan hiasan bunga diatasnya dan semua meja kursi tamu berwarna putih. Di samping-samping karpet yang digunakan untuk masuknya mempelai akan ada hiasan bunga dan lampu-lampu kecil. Ditengah-tengah depan pelaminan akan ada panggung untuk berdansa yang dikelilingi bunga dan lampu-lampu. Tidak cuma itu, disisi-sisi sudat panggung itu akan ada tiang yang saling terhubung, disana nanti akan dihias oleh bunga yang merambat dan berbagai hiasan. Untuk alas panggung tersebut dari kaca, yang dibawahnya akan ada berbagai hiasan batu-batu kecil bunga dan dedaunan. Panggung untuk pemain musik sudah kita siapkan. Dan tak lupa beberapa lampu gantung sudah kita siapkan. Saat mempelai masuk ke dalam ruangan ini semua lampu utama akan dimatikan, hanya akan ada lampu-lampu kecil warna gold yang akan menyala dan akan diiringi lagu. Bagaimana Pak Bu, ada yang kurang? "


"Saya suka, bagus sekali! " jawab Ardiya.


Gresha terdiam mendengar semua penjelasan konsep dari Tim WO itu.


"Kenapa? Kenapa bisa? Konsep ini adalah impian pernikahan ku dengan Rafandra, mana mungkin bisa? " batin Gresha.


"Gresha kamu gimana? suka? "


"Saya ke toilet dulu sebentar! " ucap Ardiya.


Melihat Ardiya yang pergi ke toilet, Gresha merasa ia perlu menanyakan ini kepada Tim WO nya.


"Saya mau tanya boleh? "


"Iya Bu silahkan, ada yang kurang? "


"Tidak! semuanya bagus, tapi saya penasaran, dari mana tim kalian bisa mendapatkan konsep seperti ini, saat kita ketemu waktu itu kan saya minta konsep nya dari tim kalian saja kan?"


"Benar bu, setelah kita bertemu saat itu saya dan tim memilihkan beberapa konsep untuk pernikahan anda dan Pak Ardiya, tapi dua hari setelah pertemuan itu, saya dihubungi oleh Pak Ardiya.Lalu kita ketemu dan Pak Ardiya yang membuat konsep seperti hari ini! "


"Ardiya yang membuat konsep ini? Bahkan sampai hal sedetail ini? "


"Iya bu semuanya, jadi kita tinggal eksekusi konsep nya saja! "


"Baik kalau gitu, terimakasih. Anda bisa melanjutkan pekerjaan! "


Gresha berjalan pelan lalu ia duduk sendiri di sebuah kursi.


"Kenapa bisa? Ini semua konsep ku dengan Rafandra, bahkan ini semua begitu detail jika hanya kebetulan saja. Dari mana dia bisa tahu konsep yang aku impikan dengan Rafandra? tidak mungkin kalau semua ini hanya kebetulan saja, tapi kenapa bisa? " gumam Gresha.

__ADS_1


"Hsss... Sialan!! " lanjut Gresha.


"Kenapa mengumpat? " tanya Ardiya yang tiba sudah ada di depannya.


"Bukan urusan anda! "


"Oke kalau gitu kita langsung ke butik ya, kita fitting baju, dari kemarin kamu selalu nggak mau buat fitting baju! "


"Saya capek saya mau pulang sekarang! "


"Tapi kita belum pernah fitting baju sama sekali, pernikahan kita tinggal dua hari lagi, saya juga sudah buat janji untuk ke butik hari ini! "


"Anda yang bikin janji kan? Ya sudah anda saja yang pergi, saya mau pulang! "


"Kamu harus ikut saya! "


"NGGAK!!! "bentak Gresha


Gresha lalu beranjak pergi meninggalkan Ardiya.


" Kenapa hobi banget pergi duluan kalau lagi ada masalah, hissshhh!! "guman Ardiya.


Ardiya kemudian mengejar Gresha dan menarik tangan Gresha.


" Hisshh... lepasin!! "


"Nggak, Saya nggak akan lepasin! "


"Saya nggak suka ya kamu selalu pergi kayak gini kalau lagi ada masalah! "


"Kenapa? kalau nggak suka nggak usah nikahin saya, dan jauhin saya gampang kan? "


Ardiya menarik nafas panjang, terlihat dia ingin marah tapi dia tidak bisa melakukan itu.


"Kenapa? mulai menyesal ? sebelum menyesal lebih jauh masih bisa untuk dibatalkan!"


Ardiya kemudian tertawa kecil


"Kenapa tertawa? "


"Kamu seperti ini hanya ingin membuat saya marah lalu membatalkan semua rencana pernikahan ini kan? Tapi sayang sekali cara kamu gagal, saya tidak akan pernah membatalkan pernikahan kita! "


Ardiya kemudian menarik tangan Gresha dan membawanya ke mobil.


"Baik kalau kamu tidak mau fitting baju, saya antarkan pulang tapi kita makan dulu! "


"Nggak mau, kita langsung pulang aja! "


"Mau makan atau fitting baju? "

__ADS_1


Gresha menggenggam erat tangannya, serasa dia ingin menjatuhkan pukulan ke wajah lelaki itu.


"Iya kita makan!".


__ADS_2