Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 45 ( Keraguan)


__ADS_3

Rafandra berjalan lesu menuju ke kamarnya, dia lalu melemparkan jaket yang tadi dia genggam ke arah tempat tidur. Kaki nya terasa amat sangat lemas, dia lalu duduk bersandarkan tempat tidur sambil menatap foto-fotonya dengan Gresha yang terpajang rapi di tembok kamarnya. Dada Rafandra begitu sesak rasanya mengingat hasil dari penyelidikan yang dia dan Raka lakukan, memang benar hasil yang dia dapat belum lah akurat dan belum tentu benar, tapi entah kenapa rasanya sudah begitu sakit saat membayangkan jika semua spekulisanya ini memang benar adanya.


"Bukan kamu kan sayang yang hamil dan keguguran? " Lirih Rafandra.


Mulutnya bergetar hebat saat mengucap tiap kata yang dia lontarkan. Jika membayangkan saja sudah sebegitu hancurnya bagaiaman jika Rafandra tahu apa yang sebenarnya terjadi?.


...****************...


Raka mengetuk pintu rumah Yumi dengan cukup kencang, sepulang penyelidikan nya dengan Rafandra tadi, Raka memutuskan untuk menemui Yumi tanpa sepengetahuan Raka. Didalam otak Raka kini sudah tersimpan begitu banyak pertanyaan yang siap untuk dia lontarkan ke Yumi, yang tak lain adalah sahabat terdekat Gresha.


Tak lama Yumi membuka pintu rumahnya dan dia cukup terkejut melihat Raka sudah berdiri tepat di depan pintu rumahnya.


"Lo ngapain kesini? " Tanya Yumi penasaran.


"Gue mau ngomong sama lo dan ini penting! "


"Ya uda sini masuk! " Ajak Yumi.


Yumi dan Raka kemudian duduk berdua di ruang tamu, tak lama kemudian asisten rumah tangga Yumi membawakan minuman untuk Raka.


"Makasih ya Bi! " Ucap Yumi.


"Lo mau ngomong apa? Kok kayaknya penting banget! " Ucap Yumi pada Raka dengan rasa penasaran.


"Gresha hamil ya? " Tanya Raka langsung pada intinya dan tanpa basa basi sama sekali.


Mendengar pertanyaan Raka yang tanpa basa basi itu jujur membuat Yumi terkejut dan juga bingung, dari raut wajah Yumi saja bisa dilihat kalau dia saat ini merasa panik dan cemas.


"Ma... maskud... maksud lo apaan sih anjing! " Ucap Yumi gelagapan.


"Udahlah jujur aja Yum, Gresha hamil kan tapi sekarang dia keguguran? " Jelas Raka dengan tatapan tajam yang membuat Yumi kini gemetaran.


"Lo ngaco banget sih, gila lo ya. Hamil sama siapa coba, pikiran lo aneh tahu nggak sih! " Ucap Yumi mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Itu juga yang mau gue tanyain, dia hamil sama siapa? Pastinya bukan Rafandra kan? " Seru Raka dengan yakin.


"Jujur ya lo itu aneh banget Ka, pertanyaan lo ini makin ngaco dan nggak berdasar tahu nggak sih. Masak lo nuduh Gresha hamil, dia kan pacar sahabat lo juga! " Ketus Yumi.


"Maka dari itu karena dia pacar dari sahabat gue, gue mau cari tahu ini semua, karena gue nggak mau sahabat gue makin sakit hatinya!" Jelas Raka.


"Lo mending pulang sana, lo nggak waras! " Usir Yumi.


Yumi lalu pergi dan kembali ke kamar nya tanpa menunggu Raka pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


"Yum tunggu Yum! " Panggil Raka.


Panggilan Raka itupun juga diabaikan oleh Yumi, melihat Yumi yang sudah berlalu pergi akhirnya Raka memutuskan untuk pulang. Tapi dari sikap dan respons yang ditunjukan oleh Yumi tadi sebenarnya membuat Raka semakin curiga dan juga semakin yakin dengan petunjuk-petunjuk yang dia temukan.


"Gue yakin ada yang nggak beres sama Gresha! " Gumam Raka sambil menyalakan mesin Mobil nya.


...****************...


Yumi berjalan ke kamar dan terlihat cemas, dia merasa kalau rahasia Gresha tak lama lagi akan terbongkar, Yumi kemudian berusaha menghubungi Gresha tapi selalu tidak terhubung. Yumi terlihat makin cemas dan gelisah.


"Kebiasaan deh kalau situasi genting gini nggak bisa dihubungi! " Ucap Yumi kesal.


"Gue harus cepet ngasih tahu Gresha besok tentang masalah ini! " Lanjut Gresha.


...****************...


Gresha berangkat ke kampus diantar oleh sopirnya, hari ini dia belum juga mendapatkan kabar dari Ardiya dan sepertinya itu sedikit membuat mood Gresha memburuk. Gresha berjalan pelan ke arah ruang kelasnya tapi tiba-tiba dia dihadang oleh Rafandra.


"Hai... Raf! " Sapa Gresha.


"Aku mau ngobrol sama kamu sebentar! " Ucap Rafandra sendu.


"Sekarang? "


"Ada apa? " Tanya Gresha penasaran.


Rafandra memperhatikan Gresha dengan seksama, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Rafandra memperhatikan Gresha apakah ada yang aneh atau tidak terutama pada bagian perut.


"Raf, kenapa? " Tanya Gresha lagi.


"Kamu... kamu masih sayang sama aku? " Tanya Rafandra lirih.


"Kamu kenapa tanya kayak gini? "


"Jawab dulu, kamu masih sayang sama aku? "


"Masih Raf, aku sayang banget sama kamu. Kamu kenapa? Ada apa? " Tanya Gresha.


"Nggak apa-apa Gres, aku cuma takut aja kalau kamu pergi ninggalin aku! " Sendu Rafandra.


Gresha lalu memegang tangan Rafandra, sambil menatap kedua mata Rafandra.


"Aku nggak akan pergi, aku akan tetap disini sama kamu! " Lirih Gresha.

__ADS_1


Ditengah obrolan Rafandra dan Gresha, tiba-tiba Yumi datang berlarian mencari Gresha.


"Gresh ayo masuk dosennya uda datang! " Ajak Yumi.


"Aku masuk dulu ya! " Pamit Gresha kepada Rafandra.


Gresha dan Yumi lalu sedikit berlari menuju ke kelas untuk mengikuti mata kuliah hari ini.


Sepanjang kelas Gresha terus teringat dengan ucapan Rafandra, dia merasa aneh dengan sikap Rafandra pagi ini. Tapi Gresha tidak tahu apa yang sebenarnya membuat ini semua terasa aneh. Disatu sisi Gresha terus memikirkan ucapan Rafandra tapi disatu sisi Gresha memikirkan keadaan Ardiya, berkali-kali dia melihat ponselnya, berharap ada pesan dari Ardiya.


Setelah kelas sudah selesai Yumi mengajak Gresha berbincang berdua di dalam kelas.


"Kenapa Yum?" Tanya Gresha.


"Raka uda curiga masalah kehamilan lo Gres! "


"Apa? Kok bisa? " Tanya Gresha terkejut.


"Gue juga bingung, semalem Raka datang ke rumah gue dan nanyain apa lo beneran hamil dan lo uda keguguran! "


"Terus lo jawab gimana? "


"Ya gue bilang nggak lah, tapi gue rasa Raka nggak begitu percaya sama omongan gue! " Jelas Raka.


"Terus apa Rafandra juga curiga sama kayak Raka? "


"Gue nggak tahu kalau itu, gue nggak nanya! "


...****************...


Gresha masuk ke rumah dan langsung mencari bibi yang ada di dapur.


"Bi... bibi! " Panggil Gresha.


"Kenapa Mbak? "


"Ardiya belum pulang?"


"Belum Mbak! "


Setelah mendengar jawaban dari bibi, Gresha pergi ke kamar dan segera mandi, dia berniat untuk pergi ke rumah Rafandra sore ini, karena dia sudah lama tidak bertemu dengan mamanya Rafandra. Gresha merasa kalau ini lah saatnya dia mempererat hubungannya lagi dengan Rafandra, apalagi saat ini tidak ada Ardiya yang mengganggu.


"Gue harus manfaatin kesempatan ini, selama Ardiya pergi gue harus bisa mempererat lagi hubungan gue sama Rafandra. Gue nggak mau Rafandra curiga ke gue kayak Raka. Gue nggak mau ketahuan, gue nggak mau kehilangan Rafandra! "

__ADS_1


__ADS_2