Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
37 (Ancaman Ardiya)


__ADS_3

Asisten Rumah Tangga Ardiya berjalan gugup menuju ruang kerja Ardiya. Dia lalu mengetuk pelan pintu ruang kerja Ardiya, di tangan kanannya terlihat dia menggenggam sebuah tisu yang entah apa isinya. Hari ini Ardiya memutuskan untuk bekerja dari rumah demi menjaga Gresha, meskipun Gresha sudah mulai aktif kuliah Ardiya tetap jarang ke kantor agar setiap Gresha pulang kuliah dia bisa langsung mengecek keadaan istrinya.


"Masuk! " Sahut Ardiya.


Bibi kemudian masuk dan berjalan pelan ke arah meja kerja Ardiya, diwajahnya terlihat panik dan juga bingung.


"Kenapa bi? " Tanya Ardiya sambil terus mengarahkan matanya ke arah layar laptop didepannya.


"Pak saya menemukan ini di tong sampah kamar Pak Ardiya dan Mbak Gresha! "


Bibi kemudian mengulurkan tisu yang ada dalan genggamannya sedari tadi ke arah Ardiya.


Ardiya yang penasaran langsung meraih tisu itu, betapa terkejutnya Ardiya saat melihat isi dari gumpalan tisu itu.


"Bi ini kan? " Tanya Ardiya dengan mata melongo ke arah Bibi.


"Iya Pak, itu vitamin untuk kandungan nya Mbak Gresha! " Jelas Bibi dengan bibir gemetar.


"Sejak kapan Bi? "


"Saya nggak tahu pak, saya baru menemukannya sekali ini! "


Wajah Ardiya mulai terlihat memerah, giginya berderik, dan tangannya menggenggam erat vitamin-vitamin itu.


"Kasih tahu saya kalau Gresha sudah pulang! " Tegas Ardiya.


"Baik pak! "


...****************...


Sudah beberapa hari Raka mencoba mencari petunjuk dari ponsel lama Rafandra tapi tidak ada satu petunjukpun mengenai Naya dan keluarganya.


"Kematiannya sudah lebih dari 4 tahun yang lalu, tapi kenapa baru sekarang ada yang mau balas dendam? Kenapa semua ini jadi kerasa aneh ya! " Gumam Raka di sudut kamarnya sambil memegang erat ponsel lama milik Rafandra.


"Apa masalah Naya ini sebenarnya cuma tipuan? " Gumam Raka.


...****************...


Rafandra dan Gresha saat ini sedang manghabiskan waktu untuk berjalan-jalan di Mall. Mereka berdua tampak sangat bahagia, karena merasa lapar lalu mereka berdua memutuskan untuk makan steak. Saat sedang asyik ngobrol sambil menunggu makanan mereka datang ,tiba-tiba dengan reflek Gresha mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat buncit.


Rafandra kemudian ikut fokus kepada perut Gresha.

__ADS_1


"Kamu kenapa ngelus perut sayang? " Tanya Rafandra heran.


Gresha terkejut dan segera menyingkirkan tangannya dari perut.


"Eh nggak kok, cuma ngerasa uda laper aja! " Jawab Gresha gugup.


"Oh, tapi tumben lho sayang kamu sekarang nggak terlalu mikirin berat badan nggak kakak dulu, dulu kamu gemukan dikit langsung diet ketat, aku seneng deh kalau kamu uda santai gini! " Puji Rafandra sambil mengelus rambut Gresha.


"Aku emangnya uda keliatan lebih gemukan ya? "


"Iya, dan makin gemesin! " Ucap Rafandra sambil mencubit pelan kedua pipi Gresha.


"Jadi perut ku apa juga uda mulai terlihat buncit? " Fikir Gresha.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang dan Gresha makan dengan begitu lahap, bahkan memakan 1 porsi steak pun dia masih terasa lapar hingga akhirnya Gresha memesan 1 porsi lagi untuk dirinya.


"Kamu laper banget ya? " Tanya Rafandra yang cukup heran dengan Gresha, tidak seperti biasanya Gresha makan selahap ini bahkan dia makan 2 porsi sekaligus.


"Iya aku laper banget! " Jawab Gresha sambil terus mengunyah makanan yang di dalam mulutnya.


Setelah selesai makan mereka berdua bergegas pulang, dan kali ini Rafandra memaksa Gresha agar mau dia antarkan, dengan terpakasa akhirnya Gresha menuruti kemauan kekasihnya itu. Saat sampai di depan gerbang rumah Gresha, Gresha meminta Ardiya untuk segera pulang.


"Jangan!!! papa sama mama pasti lagi istirahat jam segini, kamu buruan pulang sana! " Ucap Gresha dengan gugup, kali ini dia sangat takut kalau Ardiya tiba-tiba muncul.


"Em oke aku pulang dulu ya! "


Gresha langsung masuk ke rumahdan berjalan menuju kamarnya, dia sangat ingin segera mandi karena badannya terasa sangat lelah malam ini. Setelah selesai mandi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Gresha.


Tok... tok... tok


"Masuk! " Jawab Gresha.


"Mbak Gresha permisi! "


"Kenapa Bi? "


"Mbak Gresha diminta Pak Ardiya ke ruang kerjanya sekarang! " Ucap Bibi sambil menundukanw kepalanya.


"Iya saya kesana"


"Tanpa bertanya apapun ke bibi Gresha bergegas menemui suaminya di ruang kerja. Saat sudah masuk di dalam ruang kerja Ardiya , Gresha merasa atmosphere ruangan itu sangat berbeda, dia juga melihat Ardiya duduk di kursinya dengan wajah yang menakutkan bagi nya.

__ADS_1


" A.. ada apa? " Tanya Gresha gugup.


"Apa maksud dari ini semua? " Tanya Ardiya sambil membuka telapak tangannya yang sedari tadi mengenggam tisu berisi vitamin untuk kandungan Gresha.


Gresha terkejut melihat barang yang ada di telapak tangan Ardiya itu. Lalu dia menutup mulutnya dengan kedua talapak tangannya.


"Kenapa itu bisa di Ardiya? " Pertanyaan itu berkecamuk dalam pikiran Gresha.


"Itu... itu...! " Sahut Gresha gelagapan.


"Apa kamu selama ini nggak pernah minum vitamin ini? " Bentak Ardiya sambil menggebrak meja.


"Kenapa itu ada...ada di kamu? "


"Bibi menemukan ini di tong sampah kamar kita tadi pagi, jadi sudah berapa lama kamu ngelakuin ini semua? " Bentak Ardiya dan bentakan ini membuat seluruh tubuh Gresha merinding dan juga gemetaran.


Gresha hanya menundukan kepalanya sambil merasa terus ketakutan, dia tahu dia kini tidak bisa beralasan apapun, jadi dia lebih memilih diam dari pada berdebat dengan suaminya yang menyeramkan.


Ardiya lalu bediri dari duduknya dan berjalan menghampiri Gresha lalu tanpa fikir panjang lagi Ardiya melepaskan tamparan di pipi kiri Ardiya.


"Isttt.... " Decak Gresha menahan rasa sakit.


"Kamu sengaja membiarkan janin itu tidak timbuh dengan sehat kan? Iya kan? Cepat jawab! " Bentak Ardiya berkali-kali.


"Kenapa diam? Cepat jawab!! Ibu macam apa kamu ini yang sengaja membuat janinnya menderita. Kamu uda gila Gresha! "


"Kalau aku gila kamu bisa menceraikan aku! " Lirih Gresha.


"Kurang ajar ngomong apa kamu ini? " Murka Ardiya lalu menjatuhkan satu kali lagi temparan keras di pipi kanan Greaha.


Gresha lalu terduduk lemah di lantai, tamparan dan bentakan dari Ardiya membuat badannya terasa amat letih kali ini, bahkan nafasnya mulai terlihat sesak.


" Aku nggak pernah menginginkan janin ini ada dalam rahimku jadi dimana letak kesahalanku jika aku tidak pernah mengkonsumsi semua vitamin-vitamin itu? " Lirih Gresha.


Mendengar perkataaan Gresha membuat Ardiya semakin murka, hingga membuat Ardiya kini harus memukul Gresha hingga badannya tersungkur ke lantai.


"Sudah saya bilang jangan pernah main-main dengan saya, kalau kamu berani menyakiti janin itu, saya juga tidak akan segan menyakiti orang-orang yang kamu sayangi! " Ancam Ardiya.


"Jadi sekarang bangun, dan cepat kembali ke kamar lalu minum vitamin itu, kalau tidak kamu akan tahu sendiri akibatnya! " Ancam Ardiya dengan tatapan yang sangat menakutkan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2