
"Sebenernya fikiran itu muncul secara tiba-tiba aja sih Ma, tapi setelah melihat gelagat aneh Pak Dio tadi, itu malah bikin aku curiga! " Ucap Rafandra dengan sinis.
Setelah mengatakan itu kepada mamanya, Rafandra bergegas menuju ke kamar dan lalu duduk di atas tempat tidur sambil memegeng ponselnya. Tak berapa lama terlihat Rafandra meletakan ponselnya di kuping kanannya.
"Halo Ka, gue ada rencana baru nih! " Ucap Rafandra sambil tersenyum sinis.
...****************...
Pagi ini Ardiya dan Gresha tengah bersiap untuk breakfast, suasana diantara mereka masih sangat tidak nyaman. Dan aura kemarahan pada diri Ardiya juga masih nampak jelas menyelimuti nya. Sedangkan Gresha juga masih saja kebingungan dan juga ketakutan. Dia sangat ingin berbicara dan menjelaskan semuanya pada Ardiya, tapi Gresha sangat takut kalau Ardiya semakin marah pada Gresha.
Saat sampai di tempat resto untuk breakfast, Ardiya mengambil roti dan juga kopi dan segera mencari meja tanpa menghiraukan Gresha sedikitpun.
Setelah mengambil makanan Gresha menyusul Ardiya dan duduk di depan Ardiya.
"Kamu kalau mau jalan-jalan pergi aja sendiri, aku ada kerjaan! " Celetuk Ardiya memecahkan keheningan di antara mereka.
__ADS_1
Gresha pun hingga tersedak mendengar ucapan Ardiya, melihat Gresha tersedak pun tak menggerakan hati Ardiya untuk mengambilkan air minum, Ardiya masih saja fokus mengunyah makanannya.
Setelah beberapa saat setelah Gresha minum air, dan tenggorokan nya sudah nyaman. Dia lalu menatap wajah Ardiya yang terlihat tampan tapi auranya sangat menyeramkan.
"Kita kan kesini jalan-jalan berdua, kenapa cuma aku yang harus jalan-jalan dan kenapa kamu malah kerja? Besok kita udah pulang lagi lho. Nggak mau gitu hari ini menghabiskan waktu berdua? " Tanya Gresha dengan air mata yang tertahan.
"Nggak! " Ketus Ardiya.
Ardiya lalu berdiri dan pergi meninggalkan Gresha sendiri di meja makan. Sepertinya Ardiya kembali ke kamar terlebih dahulu, Gresha rasanya ingin teriak dan menangis tapi dia sadar kalau ini di tempat umum dan banyak orang disini. Lalu tanpa menghabiskan makanannya, Gresha menyusul Ardiya ke kamar dengan mata yang semakin memerah serasa tak kuat lagi menahan air matanya.
Setelah semua bajunya masuk ke dalam koper, Gresha lalu segera mengambil tas selempangnya yang ada di meja bawah TV dan keluar dari kamar hotel tanpa berucap apapun pada Ardiya.
Ardiya pun hanya diam dan tak mengejar ataupun sekedar bertanya pada Gresha. Setelah Gresha keluar dari kamar hotel, Ardiya berbalik badan dan melanjutkan melihat deburan ombak. Tangan Ardiya mengepal keras .
"Bodoh lo Ar! " Gumam Ardiya.
__ADS_1
...****************...
Gresha menarik kopernya dengan air mata yang berderai dan tak sanggup lagi dia tahan. Saat sampai di depan hotel dia segera mencari taxi dan saat sudah mendapatkan taxi dia segera masuk ke dalam taxi dengan air mata yang semakin pecah.
Sopir taxi itupun merasa kebingungan harus berbuat apa karena melihat Gresha langsung menangis begitu histeris saat masuk ke dalam taxinya.
"Maaf Bu kita mau kemana? " Tanya Sopir Taxi dengan gugup.
Follow
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30
SV : Rahayunr (WS)
__ADS_1