Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Episode 13 (kejujuran)


__ADS_3

Gresha langsung masuk ke dalam kamar, dia membuka ponsel dan melihat foto-fotonya bersama Rafandra.


"Ini masih jadi pertanyaan buat aku Raf, kenapa semua konsep pernikahan ini sama dengan semua yang kita bayangkan, harusnya aku sama kamu ketemu tim WO , menceritakan konsep kita, kita juga harusnya yang pergi untuk membeli perabotan rumah, bukan laki-laki brengsek itu! "


Gresha lalu merebahkan badannya diatas kasur dan memejamkan matanya.


Tiba-tiba ponsel Gresha berbunyi, Gresha meraih ponsel nya dan dilihatnya ternyata ada panggilan dari Yumi.


"Halo Gresha! "


"Iya kenapa? "


"Kenapa loe tadi nggak ke kampus? "


"Gue ada acara Yum! "


"Loe kenapa Gres?Loe pasti ada masalah kan? "


"Gue nggak ada masalah Yum! "


"Terus loe kenapa sekarang suka ngilang dan nggak pernah mau pergi-pergi sama gue? Loe juga jarang ketemu sama Rafandra kan? kenapa?kalian berantem? "


"Loe bawel banget sih, bisa kali nanyanya satu-satu! "


"Iya uda loe cerita deh loe kenapa? "


"I'm Fine Yum! "


"Nggak !! Gue mau ketemu sama loe sekarang! "


"Nggak bisa! "


"Kenapa? Kenapa loe nutupin semua ini dari gue? "


"Gue nutupin apa? "


"Gue tahu Gres gue uda tahu! "


"Tahu apa? Gue nggak ngerti loe ngomongin apa! "


"Perusahaan bokap loe bangkrut kan? Jawab gue!!"


Gresha tersentak kaget mendengar ucapan Yumi, matanya terbelalak, jantungnya berdetak kencang.


"Dari mana Yumi tahu? " batin Gresha.


"Gresha jawab!! Benar itu semua? "


"Loe ngomong apaan sih Yum? "


"Loe nggak usah bohongin gue lagi, gue uda tahu semuanya, gue denger dari bokap gue. Tadi bokap gue ada meeting sama client, dan client nya itu cerita soal perusahaan bokap loe yang bangkrut! Loe cerita sama gue Gres, gue bakalan jaga rahasia ini, gue juga uda bilang buat bokap gue nggak cerita ke rekan bisnisnya. Sekarang giliran loe yang jujur sama gue! "


Gresha meneteskan air mata.


"Iya Yum, Bokap gue bangkrut! " jawab Gresha dengan suara nya yang serak

__ADS_1


"Sekarang dimana rumah loe, gue kesana sekarang! "


Gresha kemudian memberitahukan alamatnya ke Yumi.


"Yumi sekarang sudah tahu, nggak menutup kemungkinan Rafandra juga akan tahu! " gumam Gresha.


Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu rumah Gresha. Saat Gresha membuka pintu terlihat Yumi berdiri dengan air mata yang berlinangan sembari membawa sebuah bingkisan di tangannya. Saat melihat Gresha dengan wajah pucat dan lesu Yumi sontak memeluk sahabat nya itu.


"Kenapa loe diem aja? Loe anggep gue apa? "


Gresha hanya diam dia memeluk balik tubuh Yumi. Lalu Gresha mengajak Yumi ke kamar nya. Yumi memperhatikan isi kamar Gresha, sangat jauh dengan kehidupan Gresha dulu fikir Yumi.


Lalu mereka berdua duduk diatas kasur.


"Rafandra? " tanya Yumi.


"Dia belum tahu Yum, gue nggak siap cerita sama dia. Loe juga Jangan cerita ini ke siapapun ya, termasuk Rafandra! "


"Kenapa sih loe nutupin semua ini dari gue? "


"Gue takut loe nggak mau lagi temenan sama gue, dan ngejauh dari gue! "


"Anjingg, fikiran loe busuk banget sih, sejak kapan gue temenan sama loe dan masalahin harta loe? "


"Sorry Yum, ini tuh pukulan berat buat Keluarga gue. Gue juga bingung! "


"Kecelakaan bokap loe? "


"Bokap gue kecelakaan pas lagi cari kerja, dia ketabrak sama mobil! "


"Tapi gue denger bokap loe di operasi kan? dan kemarin juga di rawat di ruang VVIP berarti sebenarnya keluarga loe masih ada dana darurat kan? "


"Loe kenapa? gue salah ngomong? "


"Semua biaya itu dari keluarga temen bisnis papa dlu! "


"Syukur deh temen bokap loe masih ada yang mau bantu! "


"Nggak cuma-cuma Yum! "


"Maksudnya? Loe harus ganti? "


"Iya! "


"Berapa totalnya Gres, siapa tahu gue bisa bantu! "


"Loe nggak bakalan bisa bantu, karena yang jadi imbalannya itu gue! "


"M...mm.. maksudnya? "


"Gue harus nikah sama anak dari keluarga itu! "


"Nikah? Loe harus nikah? "


Gresha menganggukan kepalanya, dan dia masih terus menunduk.

__ADS_1


"Brengsek!!!!! Gila tuh orang, ini apa-apaan kenapa harus nikah? Loe harus ngelakuin sesuatu! "


"Nggak bisa Yum, uda nggak ada yang bisa gue perbuat! "


"Kapan loe sama si brengsek itu nikah? "


"Tanggal 10 bulan ini! 2 hari lagi! "


"ANJINGG!!!!! GILA SUMPAH GILA!! "


Yumi menunduk dan memegang kedua kepalanya, terlihat dia begitu ingin marah, wajah nya memerah menahan rasa amarahnya.


"Gres itu kan hari... "


"Ya hari gue sama Rafandra! "


"SHITTTT.... BAJINGANN!!!


Yumi sontak memeluk sahabatnya itu dan membiarkan tangis sahabatnya pecah dalam pelukannya. Yumi pun tak kuasa menahan rasa sakit dan rasa sedihnya. Dia turut merasakan betapa ini sangat berat untuk Gresha.


" Please....jangan kasih tahu siapapun termasuk Rafandra Yum, gue mohon, janji sama gue! "gumam Gresha dengan lirih.


" Gue janji! "


"Loe temenin gue di hari pernikahan gue ya Yum! "


"Iya gue pasti temenin lho! "


Hari ini cuaca begitu cerah tapi tidak dengan suasana hati Gresha. Dia masih tidak menyangka kalau besok ia akan menikah dengan lelaki yang tidak ia cintai. Dia hari ini tidak berangkat ke kampus dia hanya duduk di kamar dan terus melamun. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ada sebuah pesan masuk dari Rafandra.


"Sayang jangan lupa besok adalah hari istimewa kita, aku tunggu kamu ya jam 7 malam di Rainbow Caffe, aku menunggu mu sayang. I Love You! "


Semakin hancur perasaan Gresha membaca pesan itu, rasanya dia tidak sanggup membalas sepatah katapun, tapi dia tidak mau membuat Rafandra khawatir.


"Besok acaranya pagi sampai sore, gue pasti bisa datang buat ketemu Rafandra! " gumam Gresha.


Lalu dia membalas pesan Rafandra itu.


"Aku nggak akan lupa sayang, sampai ketemu besok. Love you more! "


Setelah membalas pesan Rafandra terlihat ada panggilan masuk dari Ardiya.


"Halo, kenapa? "


"Saya sudah kirim sopir saya ke rumah kamu, kamu sama orang tua kamu siap-siap. Malam ini kalian menginap di hotel saja. Biar besok siap-siap nya lebih gampang! "


Gresha langsung mematikan telfon itu setelah Ardiya berbicara dan tidak membalas ucapan Ardiya sama sekali. Ini sangat berat tapi Gresha mencoba kuat.


Gresha lalu berjalan keluar kamar dan menemui orang tuanya di ruang makan.


"Mah, Pah sebentar lagi sopir Ardiya mau datang, mau jemput kita, kita langsung nginep di hotel malam ini biar besok lebih gampang preparenya! "


"Gres? " panggil Pak Bimo lirih.


"I'm okay Pah,Mah. Aku siap-siap dulu! "

__ADS_1


Gresha lalu kembali ke kamarnya, dan membereskan beberapa perlengkapan yang sekiranya dia butuhkan untuk besok.


"Aku masih sangat berharap ini hanya mimpi, dan aku mau segera bangun, aku capek aku nggak kuat! " gumam Gresha lirih dengan air mata yang terus menetes tiada permisi.


__ADS_2