Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 95 (Saudara)


__ADS_3

Saat Gresha sampai di rumah dia langsung mencari keberadaan Bibi yang ada di dapur, dia ingin menanyakan apakah papa mertuanya itu masih ada di rumah atau tidak.


“Bi Papa dimana?” Tanya Gresha.


“Pak Dio sudah pulang mbak, tadi sudah di jemput Pak Ardiya!”


“Oh gitu , ya uda Bi makasih ya!”


Gresha lalu menuju ke kamar dan segera bersih- bersih karena badannya sudah lengket karena banyak keringat. Gresha pun hari ini telah menyiapkan mentalnya untuk menerima semua kenyataan tentang masa lalu Ardiya dan Rafandra. Dia memang berniat untuk menanyakan masalah foto itu malam ini, karena kebetulan Papa Mertuanya sudah pulang. Sambil menunggu Ardiya pulang, Gresha lalu bermain ponsel terlebih dahulu di balkon kamarnya. Lalu saat dia melihat Riwayat panggilan, Gresha heran kenapa ada panggilan keluar ke Rafandra.


“Kenapa semalam ada pangilan keluar ke Rafandra? Kan aku nggak ada telfon ke dia semalem!” Gumam Rafandra.


Gresha lalu mencoba membuka pesan, dan dia juga tidak menemukan chat dari Rafandra. Karena ternyata Ardiya sudh menghapus pesan dari Rafandra semalam.


“Rafandra nggak ada chat, tapi kenapa ada panggilan keluar ke dia? Tapi jam segini bukannya aku semalam uda tidur ya, apa Ardiya?” Gumam Gresha.


Lalu untuk memastika semua itu Gresha menghubungi Rafandra dan tak peru lama menunggu Rafandra pun mengangkat panggilan tersebut.


“Halo Raf!” Sapa Gresha.


“Gres? Ada apa?”


“Aku mau tanya, aku baru tahu kalau semalam ada Riwayat panggilan ke kamu, padahal aku uda tidur jam segitu, terus yang telfon kamu siapa?” 


“Siapa lagi kalau bukan suami kamu itu!”


“Ardiya? Ardiya bilang apa ke kamu?”


“Kalau kamu mau tahu ,kita bisa ketemu dan bicarakan masalah ini, aku juga ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke kamu, tentang suami kamu!”


“Oke dimana?”


Setelah menyetujui tempat pertemuan mereka, Gresha langsung bergegas pergi menggunakan taxi online, dan malam ini pun Gresha tidak mau di antar Pak Dede, dan Gresha berasalan kalau dia akan bertemu dengan Yumi. Karena Ardiya sudah melonggarkan pengawasan terhadap Gresha, permintaan itu pun di terima dengan senang hati oleh Pak Dede. 


Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya Gresha sampai juga di salah satu café favorit mereka saat pacarana dulu. Saat akan masuk ke café itu sangat jelas nampak keragu-raguan di hati Gresha, ingatannya kembali ke masa-masa indah saat dia dan Rafandra masih menjalin status pacaran, café itu jelas memiliki sejuta kenangan bagi mereka berdua.


Lalu dengan meneguhkan hatinya, Gresha akhirnya masuk juga dan mencari dimana keberadaan Rafandra, dan tak lama Gresha akhirnya menemukan dimana Rafandra. Rafandra terlihat mengenakakan celana panjang berwarna hitam dan sweater berwarna mocca. 

__ADS_1


“Hai Gresh!” Sapa Rafandra dengan senyum manis.


“Hai!”


Mereka berdua lalu duduk berhadapan, dan rasanya sangat canggung.


“Nggak nyangka ya kita berdua kesini lagi tapi dengan status kita yang uda pisah gini!” Celetuk Rafandra sambil menatap Gresha. 


Gresha hanya menunduk dan terus menata hatinya. 


“Kita langsung saja, aku mau tahu apa yang Ardiya bicarakan semalam dan apa yang mau kamu ceritain sama aku!”


“Oke oke aku akan cerita semuanya!”


Rafandra lalu menceritakan tentang percakapannya dengan Ardiya semalam dan juga tentang terror yang Rafandra terima. Gresha nampak hanya diam dan mendengarkan cerita dari Rafandra dengan seksama.


“Dan ada hal yang mau aku ceritain lagi tentang masa lalu aku sama Ardiya!”


“Apa ada hubungannya dengan foto masa kecil kalian berdua?” Tanya Gresha dengan tatapan mata yang fokus.


“Benar, mungkin kamu uda lihat fotonya jadi sekalian aja aku ceritain!” Ucap Rafandra.


***** 


Saat Ardiya sampai di rumah, dan masuk ke dalam kamar, dia cukup bingung karena Gresha tidak ada di kamarnya. Ardiya lalu menghubungi Gresha, tapi Gresha tidak mengangkat panggilan tersebut, bahkan hingga berulang kali. Ardiya lalu menanyakan kepada Bibi dan Bibi pun hanya menajwab kalau Gresha sedang pergi bertemu dengan Yumi. Tapi entah kenapa perasaan Ardiya tetap merasa tidak nyaman, dan merasa kalau terjadi sesuatu pada istrinya itu. Karena Ardiya tidak bisa menghubungi Gresha, Ardiya lalu menghubungi Yumi


“Halo Yum, ini saya Ardiya!”


“Eh..halo, iya ada apa?”


“Yum kamu lagi sama Gresha ya?”


“Gresha? Saya tidak lagi sama Gresha, saya ini ada acara keluarga di rumah!”


“Jadi kamu nggak ketemuan sama Gresha?”


“Em…nggak..emangnya Gresha kenapa?”

__ADS_1


“Gresha nggak ada di rumah, dan orang rumah bilang kalau Gresha pamit nya keluar mau ketemu kamu!”


Setelah mendengar jawaban dari Yumi sontak membuat Ardiya semakin cemas dan juga kebingungan. Dia berusaha menghubugi Gresha lagi, tapi saat ini ponsel Gresha ternyata mati dan tidak bisa dihubungi. Ardiya lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan cepat, dia bertekad untuk mencari keberadaa Gresha. meskipun dia sendiri tidak tahu harus mencari kemana, dan setelah berfikir cukup panjang akhirnya Ardiya mengendarai mobilnya mengarah pada satu tujuan. Saat sampai di tempat yang dia tuju, Ardiya segera mengetuk pintu rumah itu dengan keras dan panik. Hingga tak berapa lama pintu rumah itu pun terbuka.


“Ardiya!” Lirih Sherly.


“Saya kesini mau cari Gresha, dimana Gresha?”


“Gresha? Dia tidak ada disini Ar!”


“Anda jangan bohong ya, istri saya pasti disini, dia pasti di bawa sama anak anda!” Tegas Ardiya.


“Nggak! Kamu bisa cek sendiri dan kamu bisa cari, disini nggak ada Gresha!”


Karena tidak percaya dengan ucapan Sherly , Ardiya lalu masuk ke dalam rumah Sherly lalu mencari Gresha di setiap sudut ruangan di rumah itu. Wajah Ardiya terlihat sangat jelas kalau dia sangat panik dan ketakutan, karena dia takut kalau terjadi hal yang tidak-tidak pada istrinya. 


Dan setelah cukup lama mencari, Ardiya menarik nafas panjang di ujung ruang tamu sambil mengusap rambutnya, lalu Sherly datang membawa segelas jus alpukat dan dia ulurkan ke arah Ardiya.


“Ini jus alpukat kesukaan kamu, dulu kamu suka kan minum jus alpukat buatan mama?” Ucap Sherly dengan senyum manis di bibirnya.


Ardiya lalu melirik ke arah jus alpukat yang terlihat sangat menggoda itu lalu dia juga memandang wajah perempuan yang dulu pernah memeluknya dnegan kasih sayang. 


“Dimana Rafandra?” Ucap Ardiya dengan tatapan tajam tanpa senyum sama sekali.


“Dia pergi dari tadi, tapi mama nggak tahu dia pergi kemana!”


“Dia pasti bawa istri saya pergi!”


Tanpa meneyentuh minuman yang Sherly berikan , Ardiya langsung bergegas keluar dari rumah itu. Dan saat Ardiya masuk ke dalam mobil, Ardiya menerima telfon dari Bibi dan mengatakan kalau Gresha sudah berada di rumah. Ardiya lalu segera pulang ke rumah untuk melihat keadaan Gresha. Dan saat Ardiya sudah sampai di rumah, dia mendapati Gresha tengah duduk menangis di atas tempat tidur.


“Gresha kamu kenapa?” Tanya Ardiya panik.


“Aku uda tahu semuanya tentang kamu dan Rafandra!”


Follow 


Ig : Rahayu_nrahma

__ADS_1


Tiktok : Rahayunr30


__ADS_2