
"Soalnya kemarin gue dapat teror lagi dan isi tulisan itu bilang kalau sumber kebahagiaan gue uda hancur, dan lo tahu sendiri Gresha itu salah satu sumber kebahagiaan gue Yum! "
"Gresha... " Gumam Yumi pelan
...****************...
Rafandra dan Yumi pergi ke rumah Gresha, Yumi sudah tidak bisa mengelak lagi, dengan terpaksa dia mengantarkan Rafandra pergi ke rumah Gresha yang baru. Saat ini Yumi hanya berharap semoga Ardiya tidak berada di rumah sehingga mereka tidak perlu bertemu.
"Yum ini kan Kompleks perumahan mewah, yakin Gresha tinggal disini? "
"Iya Raf bener! "
"Tapi kan katanya keluarganya bangkrut sampai-sampai rumah yang lama ke sita, tapi mereka kok malah pindah ke Kompleks yang lebih mewah ini! "
"Gue nggak tahu Raf, gue tahunya sekarang Gresha tinggal disini!"
"Eh itu sebelah kanan yang pagar warna hitam! " Lanjut Yumi sambil menunjuk ke rumah dengan pagar hitam itu!
...****************...
Gresha berbaring lemas di atas kasur sedangkan Ardiya tengah membaca buku di sebelah nya, hari ini Ardiya benar-benar tidak membiarkan Gresha sendirian. Tapi tiba-tiba ada suara ketukan pintu di depan kamar mereka.
Tok... tok... tok
"Masuk! "
Ternyata itu adalah Asisten Rumah Tangga mereka.
"Kenapa bi? "Tanya Ardiya dengan terus mengarahkan matanya pada barisan-barisan tulisan di buku yang ia pegang.
" Ada tamu yang mencari Mbak Gresha pak! "
"Siapa? "
"Namanya Yumi sama Rafandra! "
Mendengar bibi mengucapkan nama itu membuat Ardiya menutup buku nya dan menatap tajam ke arah Bibi. Begitupun Gresha ia sontak terbangun dan menatap wajah bibi.
"Bibi beneran?" Tanya Gresha memastikan.
"Iya Mbak! "
Ardiya tiba-tiba berdiri dan siap untuk melangkah, tapi dengan sigap Gresha menarik tangan Ardiya dan menahan Ardiya untuk tidak pergi.
__ADS_1
"Please aku aja yang nemuin! " Lirih Gresha.
"Kenapa tiba-tiba mendadak kalem gini? Dari kemarin cara bicara kamu kasar lho! "
"Em... ma'af tapi tolong jangan keluar! Biar aku aja! "
"Kalau ada maunya baru manis ya kamu! " Ucap Ardiya dengan tatapan sinis ke Gresha.
"Tolong aku mohon, aku akan nemuin mereka dan kamu tetap tinggal disini! "
"Kenapa juga aku harus mengikuti kata-kata kamu! "
"Aku akan ngelakuin apapun, aku bakalan nurutin semua kemauanmu, tapi tolong biarkan aku ketemu mereka! "
"Kamu bisa pegang janii kamu? "
"Tentu! "
"Oke, tapi nggak lebih dari 30 menit! " Ucap Ardiya yang mulai mengatur posisinya di atas tempat tidur.
"iya! " Ucap Gresha dengan sedikit senyum manis yang ia arahkan ke Ardiya.
Gresha kemudian merapikan baju dan juga rambutnya lalu beranjak turun, dia terus menarik nafas nya dengan dalam. Dia tidak tahu sebenarnya kenapa bisa tiba-tiba Rafandra ke rumahnya, apakah Yumi Sudah memberitahu semuanya? Sejauh apa Rafandra mengetahui semua tentang dirinya?
"Hai! " Sapa Gresha.
"Gresha! " Panggil Rafandra yang berdiri saat melihat kedatangan kekasihnya itu.
"Aku khawatir banget sama kamu, kenapa handphone kamu mati sampai sekarang? " Lanjut Rafandra.
"Aku baik-baik aja, cuma emang lagi sedikit kurang enak badan aja makanya handphone aku matiin juga biar bisa istirahat! ".
" Itu berarti kamu nggak baik-baik aja Sayang! "
"Kamu kok bisa kesini? " Tanya Gresha penasaran.
"Aku uda tahu semua Gres! "
"Hah? Kamu uda tahu semua? Berarti kamu uda tahu kalau aku uda...? " Tanya Gresha dengan paniknya.
"Iya aku tahu, kamu dan keluarga kamu uda nggak tinggal dirumah lama kamu karena di sita kan? Aku uda ke rumah kamu jadi aku uda tahu semua! "
Gresha kemudian melirik Yumi yang sedang duduk di sofa dibelakang Rafandra berdiri. Yumi lalu menggelangkan kepalanya pelan. Gresha dapat membaca isyarat itu, Yumi mengatakan kalau Rafandra masih belum tahu perihal pernikahannnya dengan Ardiya.
__ADS_1
"Syukur deh! " Batin Gresha lega.
"Iya Raf, rumah lama aku di sita, sekarang pindah kesini! " Jawab Gresha dengan tatapan manis ke arah Rafandra.
Mereka berdua kemudian duduk di sofa sebrang sofa yang Yumi duduki.
"Lalu kenapa kamu nggak pernah cerita apa-apa ke aku ? "
"Aku rasa belum waktunya aja Raf, makanya aku simpen dulu sampai keluarga aku bangkit lagi, sebenarnya dalam waktu dekat aku juga mau cerita tapi kamu uda tahu duluan ternyata! " Jawab Gresha dengan diiringi tawa kecil.
"Berarti sekarang bisnis papa kamu uda sukses lagi? "
"Iya! "
Rafandra merasa heran dengan penjelasan yang Gresha berikan, ini semua terasa tidak masuk akal. Karena menurut Rafandra waktunya terlalu singkat untuk bangkit dari keterpurukan dan sekarang bisa tinggal di rumah yang jauh lebih mewah dan megah dari sebelumnya. Tapi Rafandra terus berusaha menyingkirkan fikiran itu dan mencoba mempercayai apa yang kekasihnya katakan.
Setelah sekitar 30 menit saling ngobrol, Gresha akhirnya meminta Yumi dan Rafandra untuk pulang.
"Kalian pulang dulu ya, aku mau istirahat! "
"Eh iya yuk Raf pulang! " Ucap Yumi penuh semangat, ia tahu kalau Gresha sebenarnya sedang diawasi oleh Ardiya, maka dari itu Yumi penuh semangat mengajak Rafandra pulang.
"Tapi kan kita baru sebentar disini, masak uda mau pulang aja? "
"Gresha lagi nggak enak badan tuh biarin dia Istirahat ! "
"Ya uda lo aja yang pulang duluan, gue mau nemenin Gresha, kasihan lagi sakit masak malah gue tinggal! "
"Sayang aku nggak apa-apa, ini cuma butuh tidur aja kok, kamu sama Yumi pulang aja ya. Besok kita ketemu di kampus ya! " Sahut Gresha dengan memegang kedua tangan Rafandra.
Rafandra kemudian menatap mata sayu Gresha, perasaan Rafandra mengatakan kalau sebenarnya Gresha sedang tidak baik-baik saja, tapi dia masih belum tahu apa yang sebenarnya dialami oleh Gresha.
"Oke deh aku pulang, tapi kamu beneran ya harus jaga diri baik-baik dan kalau ada apa-apa kamu harus hubungi aku! " Tegas Rafandra.
"Iya sayang! "
Rafandra kemudian memeluk tubuh Gresha dengan hangat dan menjatuhkan ciuman di puncak kepala Gresha.
Tapi tanpa mereka sadari Ardiya sedari tadi mengatami mereka dari lantai atas, melihat istrinya dipeluk dan dicium mesra oleh laki-laki lain membuat emosinya tersulut, tangannya mengepal erat seolah-olah sudah tidak sabar untuk menjatuhkan pukulan di wajah Rafandra. Tapi Ardiya terus mencoba tenang dan mengikuti kata istrinya untuk tidak menemui mereka. Ardiya memegang janji itu meski hatinya kini sakit.
"Kamu hati-hati ya! " Ucap Gresha lembut.
Yumi dan Rafandra lalu beranjak pergi dari rumah Gresha. Greaha merasa sangat lega karena dia sudah berhasil membuat Rafandra percaya dan tidak mencurigai dirinya.
__ADS_1
"Semoga semua tetap baik-baik saja! " Gumam Gresha sambil mengelus pelan perutnya.