
Hari ini Gresha sudah kembali ke rumah, karena keadaannya sudah semakin membaik. Berkali-kali masuk rumah sakit membuat Ardiya sangat cemas dengan keadaan Gresha. Dan Aridya memutuskan untuk mengurangi intensitasnya pergi ke kantor untuk bekerja, dia lebih memilih untuk lebih banyak bekerja dari rumah sambil menjaga Gresha. karena dia tidak mau kalau Gresha melakukan hal bodoh lagi seperti kemarin.
"Besok aku mau ke kampus, aku udah banyak ketinggalan pelajaran! " Ucap Gresha sambil menghabisakn makanannya.
Gresha dan Ardiya kini memang tengah menikmati makan malam berdua di rumah.
“Tapi apa kamu sudah sehat?”
"Aku uda sehat!”
“Besok aku yang anter kamu ke kampus!”
“Terserah, tapi jangan turun dari mobil! Ketus Gresha.
"Oke!”
Setelah selesai makan Gresha kembali ke kamar dan menyiapkan perlengkapan untuk besok kuliah, dia kemudian memasukan beberapa buku ke dalam tas hitamnya. Tapi saat merapikan tas dia menemukan sebuah benda kecil berwarna hitam.
“Ini apa?” Tanya Gresha.
Ardiya yang tengah membaca buku di atas tempat tidur kemudian ikut melihat ke arah benda yang kini di pegang Gresha. Ardiya terkejut saat melihat benda itu lalu segera meraih benda itu dari tangan Gresha.
"Penyadap?" Batin Ardiya.
Ardiya kemudian membanting benda itu ke lantai dan menginjaknya dengan kuat hingga rusak lalu melemparkan benda itu ke luar jendela.
“Itu apa, kenapa dirusak dan dibuang?" Tanya Gresha dengan wajah kebingungan.
"Sejak kapan itu ada di dalam tas kamu?” Tanya Ardiya dengan wajah cemas.
"Aku nggak tahu, aku baru nemuin itu, emangnya itu apa?”
"Itu penyadap, ada orang yang sedang menyadap kamu!”
Greshapun terkejut dan dari wajahnya terlihat kalau kini dia merasa ketakutan.
"Kenapa ada yang sadap aku? Apa yang orang itu mau dari aku?" Tanya Gresha panik.
"Gresha kamu tenang , sekarang penyadap itu sudah nggak ada. Kamu tenang jangan panik, aku bakalan cari tahu!”
Ardiya kemudian memeluk tubuh istrinya yang terlihat panik dan ketakutan. Ardiya kemudian juga terfikir oleh sesuatu hal yang dia rasa janggal.
__ADS_1
"Rafandra? Apa ini perbuatan Rafandra, dan apa karena dari penyadap itu juga dia tahu kalau Gresha waktu itu tenggelam di kolam renang?" Batin Ardiya.
****
Setelah beberapa hari tidak memeriksa penyadap yang dia letakan di tas Gresha, malam ini Rafandra mendengarkan penyadap itu dari ponselnya.
“Ini apa? "
Suara itu terdengar dari penyadap tersebut.
Krek…krekkrek
Kemudian suara itu hilang dan tidak terdengar apapun dari penyadap itu.
“Shit kayaknya penyadapnya udah ketauan. Gresha kenapa bisa tahu kalau itu penyadap ya!” Fikir Ardiya.
*****
Pagi ini Gresha berangkat ke kampus dan diantar oleh Ardiya, seperti perjanjian tadi malam Ardiya hanya mengantarkan Gresha sampai depan kampus dan tidak turun dari mobil. Saat sampai di kampus Gresha bergegas menuju ke kelas, dan di dalam kelas dia mendapati Yumi sedang duduk sendiri di bangkunya.
"Yumi!" Teriak Gresha dari depan pintu.
Yumi menoleh dan wajahnya menjadi sangat sumringah saat melihat Gresha datang menghampirinya.
"Uda Yum, gue uda sehat!”
"Gue kangen banget sama lo!" Ucap Yumi sambil memeluk tubuh Gresha erat.
Setelah kuliah selesai, Gresha dan Yumi menemui Rafandra dan Raka yang berada di kantin kampus. Rafandra sangat bahagia melihat Gresha sudah kembali ke kampus dan keadaannya yang sudah semakin membaik.
"Aku kangen banget sama kamu sayang!" Ucap Rafandra sambil mengelus rambut Gresha.
"Dasar bucin!" Beo Raka sambil mengunyah ayam goreng yang ada dimulutnya.
"Dasar jomblo! " Balas Rafandra dengan tawa di bibirnya.
"Oh ya aku mau cerita sama kalian nih!" Ucap Gresha yang membuat suasana tiba-tiba menjadi hening.
"Ada apa Sayang? "Tanya Rafandra dengan wajah yang serius.
"Semalem aku nemuin penyadap di tas aku ini, dan aku jadi takut sekarang. Siapa dan apa maksudnya naruh penyadap di tas aku! "
__ADS_1
Kalimat yang terlontar dari mulut Gresha itu sontak membuat Rafandra dan Raka saling melirik satu sama lain, mereka berusah tenang dan menyembunyikan kepanikannya.
"Lo serius Gres? Lo yakin itu penyadap?” Tanya Yumi meyakinkan.
"Iya gue serius!”
“Dari mana kamu tahu kalau itu penyadap sayang? Tanya Rafandra.
"Hah? Itu dari...dari...dari Papa. Aku bawa penyadap itu ke Papa, dan aku tanyain ke Papa, terus papa bilang kalau itu penyadap!”
"Jadi kamu nemuin penyadap itu waktu sama Papa?" Tanya Rafandra setengah mengintrogasi.
"Nggak, aku nemuin sendiri semalem waktu lagi siapin buku-buku buat kuliah terus aku nemuin penyadap itu, abis itu aku cari papa dan nanya ke papa. Abis itu papa bilang kalau itu penyadap dan penyadap itu dirusak sama papa!" Jelas Gresha dengan wajah yang terlihat cukup gugup.
"Tapi semalem setelah bilang ini apa penyadap itu langsung rusak, berarti ada orang di dekat Gresha yang langsung ngerusak atau dia sendiri yang sadar itu penyadap. Kalau Gresha nyari papanya dulu pasti nggak akan secepat itu rusak dan harusnya terdengar suara dia manggil papanya, atau suara papanya pasti tedengar dan bahkan suara dia lari ataupaun dia berjalan ke papanya bisa terdengar. Tapi semalem langsung rusak begitu saja. Kenapa aku ngerasa semua ini janggal?" Fikir Ardiya sambil terus memperhatikan wajah Gresha.
"Gila banget sih siapa tuh orang sampai nyadap lo Gres, apa juga maksudnya!" Ucap Yumi dengan penuh emosi.
"Gue juga nggak ngerti, gue jadi takut deh" "Jangan-jangan ada penyadap lainnya juga!” Ujar Yumi.
*****
Malam ini Rafandra dan Raka bertemu di sebuah café tempat biasanya mereka nongkrong, mereka sepakat untuk membahas masalah penyadap yang sudah ketahuan oleh Gresha.
"Lo ngerasa ada yang janggal Raf? "Tanya Raka sambil menyruput kopi hitamnya.
"Iya, gue nggak yakin dengan penjelasan yang tadi Gresha berikan, semalem gue denger waktu penyadap itu ditemukan sama Gresha. Dan gue rasa penyadap itu langsung di hancurkan setelah Gresha nemuin. Dan kalau dia harus nyari papanya dulu pasti butuh waktu beberapa menit kan, tapi itu hanya sepersekian detik setelah ditemuin. Gue rasa ada yang Gresha sembunyiin dari gue. Gue yakin ada yang nggak beres!”
“Apa kita harus pasang penyadap lagi?”
"Jangan Ka, pasti orang di rumah Gresha akan lebih hati-hati dan selalu ngecek ada penyadap lain apa nggak!”
''Terus lo ada acara lain?”
"Gue masih bingung, gue masih belum ketemu cara lain!”
“Entah kenapa ya tapi gue ngerasa ini semua ada hubungannya antara peneror itu sama Gresha!" Ujar Raka sambil memberikan tatapan serius pada Rafandra.
****
Gresha berdiri didepan kaca, dia sedari tadi terus memperhatikan perutnya yang kini semakin membesar, dia kini tengah mencari cara agar bisa menutupi kehamilannya itu.
__ADS_1
"Gue nggak mau orang tahu gue lagi hamil" Lirih Alena sambil menekan perutnya dengan cukup keras.