
“Kamu Salah, Kamu telah menghancurkan diri kamu sendiri dan orang-orang terdekat kamu karena kesalahan kamu ini”
Kalimat terror itu selalu terbayang dalam fikiran Rafandra, karena setelah menerima surat terror itu dia merasa ada yang janggal dengan semua terror yang sudah terjadi. Pikirannya semakin kalut saat Raka tiba-tiba tidak bisa di hubungi. Memang tidak seperti biasanya Raka tidak bisa dihubungi seperti saat ini.
Ditengah fikirannya yang kalut itu Rafandra terus mengendarai mobilnya menuju ke rumah. Dan saat sampai di rumah, dia melihat mobil mamanya sudah terparkir rapi di garasi. Setelah masuk ke rumah Rafandra segera masuk ke kamarnya, dan ternyata Sherly sudah duduk di kursi di dalam kamar Raka sambil memegang sesuatu.
“Mama ngapain di kamar Rafandra?” Tanya Rafandra sambil berjalan mendekati mamanya itu.
Saat tepat dibelakang Sherly ternyata Rafandra melihat kalau Sherly tengah memegang sebuah foto dan foto itu adalah foto Naya.
“Ma….!” Panggil Rafandra.
“Kamu harus minta maaf sama Ardiya dan Papanya!” Ketus Sherly.
“Minta maaf, kenapa? Apa salah aku kenapa aku harus minta maaf sama Ardiya dan papanya? Harusnya mereka yang minta maaf sama kita Ma!” Tegas Rafandra.
“Kamu uda kelewatan Raf, kamu nggak sadar kan kalau apa yang kamu lakuin ini salah! Bukan Ardiya ataupun Papanya yang kirim terror itu ke kita!” Tegas Sherly sambil berdiri dan menatap tajam Sherly.
“Lalu kalau bukan mereka siapa? Mereka itu keluarganya Naya, jadi pasti mereka yang melakukna ini semua. Dan kenapa mama tiba-tiba seperti ini sih? Kenapa mama belain mereka, mereka uda ngehancurin hidup kita ma!”
__ADS_1
“Bukan mereka yang ngehancurin hidup kita, tapi kita Raf, kita yang ngehancurin hidup mereka. Kamu harus sadar Raf, perbuatan kita dulu terlalu jahat buat mereka, apalagi buat Rafandra!” Tegas Sherly.
Seumur hidup Rafandra, baru kali ini dia melihat mamanya itu marah seperti itu kepadanya. Rafandra pun merasa heran kenapa mamanya menjadi seperti ini.
“udahlah ma, Rafandra capek, Rafandra mau istirahat dulu. Mama tolong keluar dulu dari kamar Rafandra!” Ucap Rafandra dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal.
Sherly kemudian keluar dari kamar Rafandra dengan meninggalkan foto Naya di meja Rafandra. Rafandra lalu mengambil foto itu dan menatapnya dengan penuh penyesalan.
“Kamu lagi ngehukum aku ya Nay? Kamu pasti yang ngelakuin ini semua kan? Kamu pasti sakit hati banget ya sama aku? Aku minta maaf Nay, aku memang salah dan belum cukup dewasa saat itu untuk memikirkan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi!”
****
Raka dengan wajah lesu nya datang ke rumah Ardiya. Saat Raka hendak masuk ternyata dia dihadang oleh satpam rumah Ardiya. Dan mengatakan kalau Raka tidak diizinkan masuk. Raka pun tetap memaksa masuk , hingga menimbulkan sedikit kegaduhan disna. Dan tiba-tiba terlihat Gresha yang keluar dari rumah, Gresha sebenarnya keluar dari rumah bukan karena mendengar kegaduhan, dia sebenarnya ingin menyiram tanaman yang ada di halaman rumahnya. Gresha pun segera menghampiri Raka.
“Gresh ada yang perlu gue omongin sama lo!” Ucap Raka dengan wajah yang tidak bersemangat itu.
“Ya uda ayo masuk, Pak lepasin dia, nggak apa-apa kok!” Ucap Gresha pada satpam rumahnya itu.
Raka lalu mengikuti langkah Gresha dan duduk di kursi di teras rumah Gresha.
__ADS_1
“Ada apa?” Ketus Gresha.
“Gresh, gue sebenarnya suka dan cinta banget sama Yumi dari dulu!”
“Hah?”
Gresha menatap kebingungan ke arah Raka, Gresha tidak mengerti kenapa Raka mengatakan itu kepadanya.
“Ya terus? Kenapa lo nggak ngomong aja sama Yumi?”
“Yumi nggak mau Gresh, dan lo tahu kenapa alasannya?”
“Apa?”
“Karena gue sahabatnya Rafandra dan Yumi sahabat lo!” Lirih Raka.
“Ya terus apa hubungannya , yang pacarana kan lo sama Yumi?”
“Yumi nolak gue Gresh karena alasan itu, karena dia nganggep hubungan ini nggak akan berhasil karena gue sama Yumi pasti akan terseret dengan masalah lo sama Rafandra!” Jelas Raka.
__ADS_1
Gresha pun diam mematung mendengar penjelasan dari Raka. Gresha merasa posisinya saat ini sangat tidak nyaman, dia merasa kalau masalahnya dengan Rafandra ternyata menimbulkan masalah lagi buat orang lain.
“Gue mesti apa Ka?” Tanya Gresha.