Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Episode 26 (Teror)


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Rafandra terlihat murung dan terdiam. Yumi pun sama entah kenapa pikiran Yumi terus berada di Gresha, dia merasa ada yang aneh dengan Gresha. Tapi dia tidak mau berfikiran buruk dan berharap Gresha besok bisa kembali ke kampus dengan ceria seperti biasa.


"Gimana Raf lo uda lega? " Tanya Yumi memecah keheningan.


"Gue nggak tahu Yum tapi gue ngerasa masih ada yang janggal!”


"Apalagi? Bukannya semuanya uda jelas ya? Lo uda denger sendiri kan penjelasan dari Gresha gimana, terus lo mau curiga apa lagi?”


"Gue bukannya curiga ataupun nggak percaya sama pacar gue Yum, gue cuma ngerasa ada yang janggal gitu aja!”


“Terus lo mau ngapain lagi biar lo puas sama pikiran lo itu!


"Kenapa lo jadi ngomel sih Yum?”


"Gue bukannya ngomel Raf, cuma gue nggak mau aja lo punya fikiran buruk sama sahabat gue,Gresha kan uda cerita semua ke lo masak lo masih tetap nggak percaya aja sama dia!”


"Kan tadi gue uda bilang, bukannya gue nggak percaya, gue itu percaya sama Gresha tapi emang gue ngerasa perasaan gue belum lega, gue masih ngerasa janggal aja!”


"Terserah lo deh!”


Pembicaraan mereka terhenti disitu, mereka berdua sama-sama diam dengan pikiran mereka masing-masing. Yumi masih sangat menjaga rahasia Gresha dan berusaha membantu agar rahasia Gresha tetap aman. Sedangkan Rafandra masih terus berkutat dengan perasaan tidak nyaman dan sebuah kejanggalan dari semua keadaan ini.


Setelah mengantarkan Yumi pulang, Rafandra segera pulang ke rumah, tapi saat hendak masuk ke rumah dia melihat sebuah kotak berbentuk persegi berwarna hitam tergelatak di depan pintu. Saat melihat kotak itu tiba-tiba jantung Rafandra berdetak kencang, dia merasa kalau kotak itu adalah terror yang beberapa hari ini dia terima. Tapi karena penasaran Rafandra bergegas mengambil kotak itu dan membukanya. Matanya membelalak tajam saat melihat isi dari kotak itu, kotak itu berisi sebuah sobekan foto, Rafandra kemudian mencoba menggabungkan foto yang telah disobek menjadi beberapa bagian itu. Beberapa menit telah berlalu dan dia berhasil menggabungkan foto itu dan betapa terkejutnya dia saat ternyata foto yang di sobek itu adalah fotonya dengan Gresha.


"Apa maksudnya ini semua?" Gumam Rafandra.


"Sialan siapa lo sebenarnya dan apa maksud lo?" Teriak Rafandra.


Teriakan Rafandra di dengar oleh mamahnya yang berada di dalam rumah, seketika dia keluar dan mendapati putra nya itu sedang terduduk di depan pintu rumah.


"Sayang kamu kenapa?”


"Ini mah! " Ucap Rafandra sambil menunjukan foto yang telah sobek itu.


“Ini apa?”


"Teror itu datang lagi ma, dan kali ini peneror itu ngirimin foto aku sama Gresha dan disobek menjadi beberapa bagian!”


"Peneror? Kamu diteror? Kenapa nggak cerita?”

__ADS_1


Sherly terkejut mendengar perkataan dari putranya itu.


"Maaf ma, Rafa nggak mau bikin mama cemas!”


"Sekarang certain semua ke mama! "


"Rafandra dan Sherly kemudian masuk ke dalam rumah, mereka duduk di ruang keluarga dan Rafandra menceritakan kepada Sherly semua terror yang beberapa hari ini dia alami. Sherly sangat terkejut dan meneteskan air matanya, dia sangat takut kalau anak satu-satunya itu dalam bahaya.


"Mama tenang ya, aku pasti bakalan jaga diri aku baik-baik. Dan aku juga bakalan jaga mama!”


"Kita lapor polisi aja ya!”


"Nggak usah ma, aku takut kalau kita lapor polisi dia akan bertindak lebih jauh. Aku nggak mau dia nyakitin mama ataupun Gresha. Karena aku yakin mereka pasti ngincer aku ma, tapi mereka tahu kelemahanku dimana, yaitu di Mama sama Gresha!”


Rafandra mengusap air mata yang jatuh di pipi mamanya itu dengan lembut. Lalu dia memeluk erat tubuh Sherly dengan kuat, Sherly kemudian menenggelamkan wajahnya pada pundak anak laki-lakinya itu.


"Mama percaya sama aku kan?”


Sherly mengangguk pelan dengan isak tangis yang belum kunjung juga berhenti.


"Aku bakalan cari tahu siapa dalangnya Ma. Mama doain aku ya!”


****


"Seneng ya bisa peluk-pelukan cium-ciuman sama cowok lain!" Gerutu Ardiya menyambut kedatangan Gresha.


Gresha tak menggubris, dia terus berjalan sempoyongan menuju ke kamarnya.


"Kalau suami lagi ngomong itu dengerin dulu jangan asal nyelonong gitu!”


Gresha kemudian berhenti dan memutar balikan badannya. Dia menatap sendu maat Ardiya yang terlihat marah dan memendam rasa cemburu itu.


"Dia bukan cowok lain, dia pacar aku!" Sahut Gresha dengan senyum sinis dibibirnya.


“Tapi aku suami kamu!” Bentak Ardiya.


Alih-alih menjawab ucapan Ardiya, Gresha malah berjalan lagi menuju kamar. Ardiya yang geram kemudian mengejar Gresha. Gresah terlihat sempoyongan saat berjalan, dan itu memang benar, dia merasa badannya sangat lemas, perutnya sangat mual bahkan matanya mulai berkunang-kunang.


"Pasti ini gara-gara bayi sialan ini!" Gerutu Gresha.

__ADS_1


BRUKK


Tubuh Gresha hampir saja terjatuh di lantai kalau saja Ardiya telat sepersekian detik untuk menangkapnya. Ardiya bahkan kini rela tersungkur dilantai untuk menangkap Gresha dan menjaga bayi yang ada dalam kandungan istrinya itu. Ardiya dengan susah payah berdiri dan menggendong Gresha lalu membawanya ke atas tempat tidur. Lalu dia mengambil minyak kayu putih dan mendekatkan minyak kayu putih itu ke hidung Gresha. setelah beberapa menit akhirnya Gresha sadar, Ardiya dengan segera memberikan minuman jahe hangat kepada Gresha.


"Kamu mau ke dokter aja? "Lirih Ardiya.


Gresha menggelengkan kepalanya pelan, lalu merebahkan kepalanya lagi ke kasur. Ardiya mengelus pelan rambut istrinya itu dengan penuh kasih sayang.


****


Rafandra dan Raka tengah duduk di sebuah café dekat kampus mereka, Rafandra menceritakan semua tentang Gresha dan juga terror yang dia terima lagi kemarin.


"Kita harus cari tahu siapa peneror itu Raf, nggak bisa di diemin kalau kayak gini! " Ujar Raka dengan tegas.


"Iya tapi gimana caranya? Gue belum menemukan titik terang ataupuan petunjuk apapun tentang peneror itu!”


"Gimana kalau lo pasang cctv di depan rumah lo, si peneror itu kan ngirim terror nya di rumah lo mulu nih, pasti dia akan datang lagi tuh. Jadi kalau ada cctv di depan rumah lo siapa tahu bisa kelihatan siapa yang naruh terror-teror itu!”


"Bener juga ya lo, tumben otak lo jalan!" Ledek Rafandra.


"Ah sialan lo gue kan emang sebenarnya pinter cuma gue nggak mau sombong aja, jadi selama ini gue milih nggak nunjukin kepintaran gue!”


"Anjing alasan mulu lo!”


“Oh ya terus Gresha gimana?”


"Gimana apanya?”


"Lo kan juga harus mastiin Gresha baik-baik aja, lo bilang si peneror itu juga ada kemungkinan buat nyakitin Gresha kan?”


"Iya juga sih, gimana ya caranya gue ngawasin Gresha juga!”


"Lo pasang Cctv juga deh di rumahnya!”


“Ya nggak pantes lah masak gue pasang cctv di rumah orang sih, pasti keluarganya nggak nyaman!”


"Terus?”


"Kita harus diem-diem ngawasin Gresha biar si peneror itu nggak tahu kalau kita sebenarnya lagi negajagin Gresha!” Jelas Rafandra.

__ADS_1


"Penyadap?”


__ADS_2