Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 36 (Mantan Kekasih)


__ADS_3

Gresha merasa kalau kepalanya pusing dan perutnya terasa sangat mual, tapi dia harus menahan sebentar lagi karena perkuliahan hari ini hampir selesai. Dan saat perkuliahan selesai Gresha bergegas pergi ke kamar mandi yang untung saja jaraknya tidak jauh dari ruang kelasnya. Yumi yang khawatir dengan keadaan Gresha kemudian menyusul Gresha ke toilet. Disana Yumi melihat Gresha sedang membersihkan mulutnya didepan wastafel.


"Lo nggak apa-apa Gres? "


Gresha menggelengkan kepalanya pelan sambil memegang perutnya, terlihat wajah Gresha sangat pucat kali ini.


"Lo kenapa Gres muntah gitu? Kayak orang lagi hamil aja! " Ucap Vio yang dari tadi di dalam toilet sambil tertawa terbahak-bahak.


Vio ini adalah mahasiswa yang sangat suka cari keributan,dia dari dulu memang tidak pernah suka dengan Gresha semenjak Gresha berpacaran dengan Rafandra. Karena dulu Vio pernah jatuh cinta pada Rafandra.


"Apaan sih lo nggak jelas! " Timpal Yumi.


"Jangan-jangan lo dihamilin sama Rafandra ya? Untung dulu gue nggak jadi pacaran sama Rafandra ya! " Ledek Vio sambil mengusap lembut rambut panjangnya.


"Sialan ya lo, jangan-jangan lo sendiri yang hamil. Malah nuduh orang sembarangan! " Maki Yumi kesal.


Vio kemudian tersenyum sinis lalu keluar dari toilet.


"Apa-apaan sih dia itu nggak jelas! " Gumam Yumi.


Yumi kemudian melihat ke arah Gresha.


"Lo nggak usah dengerin kata Vio ya! " Nasehat Yumi.


Yumi kemudian spontan melihat ke arah perut Gresha, kali ini entah kenapa Yumi merasa sedikit aneh dengan perut Gresha.


"Gresh jangan-jangan lo beneran? " Ucap Yumi terkejut.


Gresha hanya diam sambil memandang sendu kedua bola mata Yumi.


Yumi diam dan mencoba mengartikan apa maksud dari tatapan mata itu.


"Kita pergi sekarang ya, takut Rafandra sama Raka kelamaan nungguin kita! " Ajak Gresha.


Gresha tak membalas pertanyaan Yumi tadi, dan itu sangat membuat Yumi kebingungan kali ini.


Yumi menyetir mobil nya dengan cukup kencang, sedangkan Gresha duduk disebelah yumi sambil terus memegang perutnya. Kali ini mereka sedang perjalanan menuju ke Cafe tempat mereka janjian dengan Rafandra dengan Raka. Karena cara mengendari mobil yang cukup kencang dan Yumi tidak menyadari kalau di depan ada sebuah polisi tidur dan itu membuat sedikit ada goncangan pada mobil nya.


"Aw... sakit! " Rintih Gresha sambil memegang perutnya.


"Kenapa perut lo Gres? " Tanya Yumi panik.


"Perut gue sakit, kayaknya karena goncangan tadi! "


"Gue berhenti dulu ini apa gimana? "

__ADS_1


"Nggak usah lo lanjut jalan aja, nanti juga baik sendiri kok! "


Melihat keadaan sahabatnya itu membuat Yumi semakin penasaran apakah Gresha benar-benar hamil atau tidak.


"Apa lo beneran hamil Gres? " Batin Yumi.


Sebenarnya kalau Gresha hamilpun itu bukan sebuah masalah bagi Yumi karena memang sekarang status Gresha sudah memilki suami. Tapi yang Yumi cemaskan adalah bagaimana cara Gresha menghadapi Rafandra jika tahu yang sebenarnya.


Saat sampai di cafe tempat mereka mengatur janji dengan Rafandra dan Raka, mereka segera turun dari mobil dan mencari Rafandra dan juga Raka.


"Hai sorry ya lama! " Sapa Yumi.


"Kalian telat 1/2 jam, kemana aja sih? " Sahut Raka.


"Tadi Gresha sempet sakit perut sampai muntah gitu jadi kita agak lama! " Jelas Yumi.


"Gresha kamu sakit? " Tanya Rafandra panik.


Gresha lalu duduk di sebelah Rafandra sambil memegang tangan kekasihnya itu.


"Aku nggak apa-apa kayaknya gara-gara tadi pagi nggak sarapan deh! " Alibi Gresha.


"Ya uda kalian pesan makan dulu deh! " Sahut Raka.


Setelah makanan mereka semua datang mereka lalu menyantap makanan mereka masing-masing.


"Ada apa sayang?" Tanya Gresha.


"Jadi beberapa minggu terakhir ini aku dapat teror sayang, dan sampai sekarang masih belum tahu siapa pelakunya! "


"Teror? Kenapa kamu nggak bilang sama aku? " Timpal Gresha resah.


"Keadaan kamu akhir-akhir ini kurang bagus jadi aku nggak mau nambah beban kamu! "


"Lo dapat kiriman teror lagi Raf? Gimana isinya? " Tanya Raka penasaran.


Rafandra kemudian menceritakan teror yang dia dapatkan kemarin dan semua teror yang dia terima kepada teman-temannya terutama kepada Gresha kekasihnya. Gresha bahkan sampai merinding saat Rafandra menceritakan semua tentang teror yang dia terima.


"Tapi sampai ada yang ngelukain kamu nggak sayang ? " Tanya Gresha cemas.


"Sejauh ini nggak ada, dan semoga aku lebih dulu nemuin peneror itu sebelum dia ngelukain aku atau orang-orang yang aku sayang, termasuk kamu Gres! "


"Lo ada curiga siapa gitu Raf? " Tanya Raka dengan wajah yang serius.


"Jujur belum ada Ka, gue buntu gue sama sekali nggak nemu petunjuk apapun! "

__ADS_1


"Lo inget nggak pas lo dikirimin bajunya Naya yang ada darah nya itu? " Tanya Raka.


"Iya kenapa? "


"Kok gue mikir kalau ini juga berhubungan sama Naya ya, sama kematian Naya! " Tegas Raka.


"Naya itu mantan kamu waktu SMA yang meninggal karena kecelakaan kan? " Tanya Gresha lembut.


Rafandra mengangguk pelan kepada Gresha.


"Jadi Ka maksud lo orang yang neror ini adalah orang yang mengenal Naya? Orang yang dekat sama Naya? "Tanya Rafandra serius.


" Bisa jadi! ". Jelas Raka


" Siapa? Keluarga? " Tanya Rafandra dengan wajah seriusnya.


...****************...


Rafandra mencoba mencari handphonenya saat zaman SMA dulu, dia mencari di laci meja belajar dan juga di lemari baju, Rafandra tidak sendiri, dia ditemani oleh Raka. Dan setelah beberapa saat akhirnya Rafandra menemukan ponselnya di dalam sebuah box penyimpanan di lemari bajunya.


"Ketemu Ka! " Teriak Rafandra girang.


Mereka berdua kemudian duduk di atas tempat tidur sambil mencoba menyalakan ponsel yang sekarang dalam keadaan mati itu.


"Gimana bisa nggak? " Tanya Raka.


"Bentar deh, semoga bisa soalnya seinget gue ini nggak rusak! "


Setelah beberapa saat akhirnya ponsel itu bisa dinyalakan.


"Yess bisa! " Teriak Rafandra dan Raka bersamaan.


"Coba lo cari chat atau foto-foto lo dulu sama Naya, siapa tahu ada informasi soal keluarganya!"


"Tapi seinget gue Naya nggak pernah cerita apapun soal keluarganya, gue aja nggak tahu rumah dia dimana! " Jelas Rafandra sambil mengotak-atik ponselnya.


"Chatnya uda nggak bisa dibuka Ka, aplikasi nya uda nggak bisa! " Jelas Rafandra lesu.


"Foto-fotonya ada? "


Rafandra kemudian beralih melihat isi galeri ponsel lamanya, memang benar disana masih tersimpan banyak fotonya dengan kekasih lamanya yaitu Naya. Rafandra memandangi satu per satu foto mereka dulu hingga kedua mata Rafandra kini tengah berkaca-kaca.


"Harusnya hari itu gue nggak marah sama lo Nay dan harusnya lo nggak pergi dengan cara kayak gini! " Lirih Rafandra.


"Raf kalau lo nggak sanggup biar gue yang bawa handphone lo, biar gue yang ngecek! "

__ADS_1


"Ya uda Ka, lo bawa pulang aja nanti, gue serahin ke lo ya! " Lirih Rafandra sambil menyodorkan handphone itu ke Raka.


__ADS_2