Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 110 (Janji)


__ADS_3

Setelah selesai berbincang dengan Pak Dio, Gresha dan Ardiya segera masuk ke kamar yang dulu Ardiya tempati sebelum dia menikah. Baru kali ini Gresha menginap di rumah Papa Mertuanya. Gresha melangkahkan kakinya pelan memasuki ruangan yang penuh dengan harapan, kenangan, ataupun keluh kesah Ardiya. Gresha lalu duduk di atas tempat tidur dan menatap sebuah foto yang menempel di dinding kamar Ardiya. Foto itu nampak berukuran cukup besar, dalam foto itu terlihat ada dirinya dan juga Naya. Terlihat masih sangat muda Ardiya saat itu. Naya juga nampak sangat cantik dengan gaun putih seatas lutut dan rambut panjang berponinya. 


“Itu Naya!”  Celetuk Ardiya sambil menatap gusar foto itu.


Ardiya nampak berdiri tegap di hadapan foto itu dengan kedua tangannya yang dia masukan ke dalam saku celana. Gresha lalu beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Ardiya. Perlahan kedua tangannya mulai melingkar di pinggang suaminya itu. Dan dia dekapkan badannya di punggung Ardiya yang tegap dan bidang. 


“Naya pasti bahagia punya kakak seperti kamu!” Lirih Gresha.


“Kalau kamu bahagia nggak punya suami seperti aku?” Tanya Ardiya dengan sedikit senyum menggoda.


Ardiya lalu melepaskan pelukan Gresha dan berbalik menghadap Gresha, lalu mengusap lembut rambut istrinya itu. 

__ADS_1


“Dulu aku nggak bisa bikin Naya benar-benar bahagia, padahal dia perempuan satu-satunya saat itu yang aku sayang. Tapi aku lalai buat jagain dia, dan aku akhirnya harus kehilangan dia, padahal dia belum sepenuhnya bahagia, hidupnya terlalu berat bagi seorang gadis kecil seperti Naya. Dan sekarang aku punya kamu, seorang perempuan yang amat aku cintai, aku nggak mau kalau kamu sampai nggak bahagia, aku nggak mau kamu menderita sedikitpun. Kamu harus bahagia Gresh, dan aku janji untuk membuat kamu selalu bahagia!” Ucap Ardiya dengan lembut dan sorot mata yang berbinar. Dari tatapan Ardiya terlihat kalau dia terlihat begitu tulus mengatakan semua itu pada Gresha. 


“Sebegitu cintanya kah kamu sama aku?” Tanya Gresha pelan.


“Kamu perlu bukti apa dari aku, aku akan penuhi!” 


“Nggak susah kok buat buktiinnya , cukup kamu setia sama aku, dan jangan pernah tinggalin aku, dan jangan pernah tergoda dengan perempuan lain diluar sana, karena pasti itu akan membuat aku sangat terluka!” 


Ardiya tersenyum manis sambil mencium punggung tangan istrinya. 


“Hih….gombal!” Ledek Gresha.

__ADS_1


Ardiya tertawa kecil melihat Gresha yang meledeknya, raut wajah Gresha sungguh membuat hati Ardiya menjadi lebih tenang dan terasa lebih hangat. 


“Boleh cium?” Tanya Ardiya ditengah tawanya.


“Hah? Kenapa harus minta izin?”  


“Takut kalau kamu marah nanti kalau nggak izin!” Ledek Ardiya.


“Em..gimana yaa, boleh nggak ya!” Ucap Gresha sambil memutar bola matanya.


“Nggak boleh kalau cuma sekali ciumnya!” Lanjut Gresha dengan pipi yang  memerah.

__ADS_1


Ardiya tersenyum lebar saat mendengar godaan dari Gresha itu dan tanpa basa-basi lagi, Ardiya memeluk pinggang Gresha dan dia rapatkan ke tubuh tingginya. Dengan tatapan penuh mesra Ardiya menempelkan bibir nya ke bibir lembut milik istrinya. Terasa sangat hangat dan manis yang Gresha rasakan saat bibir mereka berdua saling bertaut. 


“I Love you!” Bisik Ardiya di telinga Gresha yang membuat seluruh tubuhnya lemas tak berdaya.


__ADS_2