
...Jangan berharap kamu bisa bahagia...
Rafandra terperanjat membelalakan matanya saat ia membaca isi surat yang ia temukan di depan rumahnya.
"Apa-apaan ini? Siapa yang melakukan ini semua dan apa maksudnya? " Gumam Rafandra sambil meremas kertas itu sebelum membuangnya di tong sampah depan rumahnya.
Rafandra kemudian perlahan masuk ke dalam mobil dan bersiap untuk berangkat kuliah. Tapi kemudian ada seseorang yang mengetuk kaca mobil Rafandra yaitu Sherly ibunda dari Rafandra.
"Raf kamu sore nanti bisa anterin mama ke makam papa? "
"Iya ma! "
"Oke kalau gitu mama tunggu ya! "
"Iya ma. "
"Ya uda kamu hati-hati ya! "
...****************...
"Ada yang ngirimin gue teror lagi! " Celetuk Rafandra kepada Raka sahabatnya.
"Kapan? Terus gimana isinya? "
"Tadi pagi ada surat di depan rumah gue dan katanya gue nggak akan bisa bahagia! "
"Eh maksudnya apa sih tuh orang? Lo coba deh Raf inget-inget lagi, lo punya masalah sama siapa? "
"Gue yakin gue nggak ada masalah sama siapa-siapa Ka, gue yakin! "
"Terus ini teror ngapain kalau lo nggak ada masalah, nggak mungkin kan cuma orang iseng aja. Uda dua kali ini masalah nya, pasti ada yang mau balas dendam ke lo! ".
" Dendam? "
"Iya! "
Rafandra mencoba untuk mengingat apakah dia pernah mempunyai masalah dengan seseorang. Tapi sekeras apapun dia mencoba mengingat, dia tidak menemukam satu orang pun yang dia rasa punya masalah dengannya.
...****************...
Setelah berdoa dan menabur bunga pada makam papanya, Rafandra dan Sherly beranjak pergi karena hari sudah semakin gelap.
"Ma, papa dulu pernah ada musuh? " Celetuk Rafandra sambil mengendarai mobil.
"Musuh? Kenapa kamu tiba-tiba tanya seperti itu? "
"Nggak ada apa-apa sih ma, papa kan orang baik gitu ada nggak ya yang benci sama papa? "
"Setau mama sih nggak ada! "
"Ardiya? "
...****************...
Gresha bersiap untuk bertemu dengan Yumi, dia berjanji akan menemami Yumi pergi mencari kado untuk ulang tahun mamanya Yumi. Saat menuju ke pintu utama Bi Nur pembantu Gresha memanggilnya.
__ADS_1
"Mbak Gresha mau kemana? "
"Saya mau ketemu temen saya, yang waktu itu pernah datang kesini Bi! "
"Mbak Gresha sudah bilang Pak Ardiya? "
"Belum, lagian cuma pergi sebentar aja! "
"Maaf mbak saya nggak bisa ngebiarin mbak Gresha pergi kalau belum ada ijin dari Pak Ardiya! "
"Bi saya cuma mau ketemu temen saya sebentar, lagian ini juga belum terlalu malem kok! " Ujar Gresha dengan nada kesal.
"Maaf mbak nggak bisa! "
"Hishh! " Gresha berdecak kesal.
Dia kemudian mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dan menghubungi Ardiya.
"Halo Gresha! "
"Gue mau pergi sama Yumi, tapi bibi ngalangin gue pergi! " Bentak Gresha.
"Kok kamu kasar gini ngomongnya? "
"Nggak usah banyak nanya, sekarang bilang sama bibi buat nggak ngehalangin gue pergi! "
"Nggak, kamu nggak boleh pergi! "
"Kenapa? gue cuma mau ketemu Yumi gue uda janjian sama Yumi! "
"Ah... **** bajingan loe! " Teriak Gresha lalu mematikan ponselnya.
"Hahhhhh...Lama-lama gue bisa gila! " Teriak Gresha sambil mengacak rambutnya.
Gresha lalu kembali ke kamarnya dengan wajah yang kesal. Ia kemudian menghubungi Yumi dan memberitahu kalau dia tidak bisa menemami Yumi.
"Yum sorry banget gue nggak bisa nemenin lo, Ardiya bangsat itu ngelarang gue! " Rengek Gresha.
"Ya uda deh Gres nggak apa, gue sendiri aja. Lo nggak usah sedih lagi ya! "
"Gue nggak enak banget sama lo, tadi kan gue uda janji sama lo Yum! "
"It's okay lo turutin aja suami lo ya, gue nggak mau juga kalau lo sampai dihajar lagi sama dia gara-gara nggak nurut! "
"Thanks ya Yum uda ngertiin posisi gue! "
...****************...
"Gue lama banget nggak kerumah Gresha nih, gue kesana kali ya, dari pada gabut juga nggak ada kerjaan! " Gumam Rafandra sambil memegang ponselnya.
Rafandra pun malam ini memutuskan untuk pergi ke rumah Gresha, dan dia tidak memberitahukan hal itu karena mau memberi surprise kepada Gresha.
Setelah membeli beberapa makanan ringan, Rafandra bergegas menuju ke rumah Gresha. Tapi betapa terkejutnya Rafandra saat melihat sebuah tulisan yang ada di depan pagar rumah Gresha.
...RUMAH INI DISITA OLEH BANK...
__ADS_1
"Di.. disita? " Gumam Rafandra dengan bibir yang gemetaran.
Rafandra pun mencoba memperhatikan sekitar siapa tahu ada orang yang bisa menjelaskan ini semua. Kemudian ada 2 orang satpam kompleks yang sedang berkeliling kompleks melewati rumah Gresha.
"Pak tunggu saya mau tanya! " Panggil Rafandra.
"Iya mas kenapa ? "
"Ini bener rumah Pak Bimo kan pak? "
"Bener mas ini dulu rumahnya Pak Bimo, tapi beberapa bulan lalu rumah ini disita mas karena Pak Bimo katanya nggak bisa ngelunasin hutangnya di bank! "
"Sudah lama ini pak berarti? "
"Iya mas! "
"Lalu sekarang mereka pindah kemana? "
"Kurang tahu mas kalau itu! "
"Kalau gitu makasih ya Pak infonya! "
Tubuh Rafandra semakin gemetaran saat mendengar penjelasan dari satpam itu, dia ternyata selama ini tidak tahu apa-apa, padahal dia adalah orang yang paling peduli dengan Gresha tapi Gresha sama sekali tidak mau cerita. Rafandra merasa marah tapi juga iba, entah apa yang sebenarnya ia rasakan tapi yang jelas hati dan pikirannya sangat kacau. Dia hendak menghubungi Gresha tapi dia mengurungkan niatnya, kemudian dia menelfon Yumi sambil mengendarai mobilnya dengan kencang.
"Yum lo dimana? "
"Gue lagi nyari kado kenapa? "
"Lo uda tahu tentang keluarganya Gresha? "
Mendengar pertanyaan Rafandra itu membuat Yumi terkejut dan bingung.
"Ta... tahu apa Raf? "
"Gue barusan dari rumah Gresha, dan ternyata Gresha dan keluarganya nggak tinggal disana lagi karena rumah itu sudah disita sama bank, dan Gresha sama sekali nggak cerita masalah ini ke gue, jadi apa Gresha cerita ke lo? ".
" Em... gue... gue nggak tahu Raf, gue baru tahu ini! "
"Beneran? Lo nggak lagi bohongin gue juga kan? "
"Nggak Raf, gue nggak bohong, dan menurut gue lo jangan marah gini sama Gresha pasti dia punya alasan kenapa nggak cerita masalah ini ke kita! "
"Gue kecewa karena Gresha uda nggak jujur sama gue! "
Rafandra mematikan telfon itu sebelum Yumi menjawab nya. Yumi yang panik kemudian menghubungi Gresha dengan cemas, tapi berkali-kali dia mencoba menghubungi Gresha tetap saja nggak bisa karena ponsel Gresha mati.
"Ini juga kenapa handpone Gresha malah mati sih disaat penting gini. Duh gue mau nyari kado jadi nggak tenang juga! " Gumak Yumi panik.
...****************...
Ardiya masuk ke rumah dan segera berlarian ke kamar, dari raut wajah nya dia terlihat marah.
"Gresha! " Teriak Ardiya
Gresha yang duduk bersandar tempat tidur itu menoleh ke arah Ardiya yang sudah terlihat ingin mencengkeramnya.
__ADS_1