
Saat tengah makan malam dengan keluarga di rumah, Vio mulai membuka obrolan dengan Papanya, Vio menanyakan alamat rumah Ardiya seperti yang Raka minta. Sebenarnya Vio juga kurang pham kenapa Raka ingin tahu alamat rumah Ardiya, tapi Vio tetap mau mencari tahu alamat rumah Ardiya karena dia sendiri juga ingin tahu. Dan ternyata Papanya Vio juga tidak tahu dimana alamat rumah Ardiya, tapi Vio terus merengek dan meminta Papanya untuk mencari tahu. Dan setelah perundingan panjang, akhirnya Papanya Vio mau membantu Vio untuk mencari tahu alamat rumah Ardiya.
****
Rafandra dan Gresha akhirnya sampai juga di rumah Gresha, siang ini seperti biasanya , Rafandra mengantarkan Gresha pulang. Dan saat Gresha turun dari mobil, ternyata Rafandra juga ikut turun dari mobil.
“Mau ngapain turun?” Tanya Gresha.
“Aku mau numpang ke toilet dulu, boleh kan? Uda kebelet banget ini!” Jelas Rafandra meringis.
“Em… ya uda boleh. Ayo masuk!” Ajak Gresha.
Saat Rafandra dan Gresha masuk ke dalam rumah ternyata Pak Wicak sudah ada di rumah menunggu kedatangan Gresha.
“Selamat siang Mbak Gresha!” Sapa Pak Wicak.
“Iya siang pak!”
“Gres aku langsung ke toilet ya!” Ucap Rafandra buru-buru.
Gresha lalu menganggukan kepala sambil melihat Rafandra yang mulai berlalu menuju ke toilet. Sedangkan Gresha duduk di sofa untuk menemui Pak Wicak.
“Saya sudah siapkan semua berkasnya Mbak, kita bisa segera ke pengadilan agama!” Jelas Pak Wicak.
“Pengadilan Agama?”
“Iya Mbak, Mbak Gresha bisa kapan? Kalau mau perceraian in cepat selesai kita harus segera mengurusnya Mbak!” Ucap Pak
Gresha terdiam sambil merenung, dan tak lama Rafandra kembali dari toilet.
“Gres, aku pulang dulu ya!” Pamit Rafandra.
__ADS_1
“Iya, hati-hati ya!” Ucap Gresha.
Rafandra lalu berjalan pelan menuju ke pintu keluar, dia sebenarnya berharap Gresha mengantarkannya sampai ke depan, tapi ternyata tidak. Gresha terlihat masih fokus membaca surat-surat ditangannya, surat yang Rafandra tidak tahu apa itu.
“Saya nggak bisa ke pengadilan agama!” Ucap Gresha pada Pak Wicak.
Tanpa Gresha sadari saat mengucapkan kalimat itu masih ada Rafandra yang baru saja sampai ambang pintu rumahnya. Rafandra tuba-tiba menghentikan langkahnya lalu menarik nafas panjang.
“Pengadilan agama? Buat apa Gresha membahas pengadilan agama sama orang itu?” Batin Rafandra.
Karena tidak mau dituduh menguping Rafandra lalu melanjutkan langkah nya dan pergi meninggalkan rumah Gresha.
“Kenapa Mbak?” Tanya Pak Wicak.
“Saya…saya nggak mau cerai!” Ucap Gresha tegas sambil menyorot tajam mata Pak Wicak.
Gresha merasa memang itu adalah keputusan yang harus dia ambil sekarang, dia mencoba meyakinkan dirinya kalau dia tidak salah langkah kali ini. Mendengar pernyataan Gresha itu, Pak Wicak tersenyum tipis dan langsung membereskan semua berkas-berkasnya yang ada dimeja lalu segera berpamitan untuk pulang.
****
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, mobil Pak Wicak berhenti disebuah kantor. Pak Wicak kemudian masuk ke dalam ke kantor tersebut, dan Rafandra pun turun lalu berusaha masuk juga ke dalam kantor itu. Tapi sayangnya saat ini Rafandra dihadang oleh dua orang satpam bertubuh kekar.
“Maaf ada keperluan apa?” Tanya salah seorang satpam.
“Saya ada urusan saya mau masuk!” Jawab Rafandra gelagapan.
“Iya ada urusan apa? Mau ketemu sama siapa?”
“Tapi kok bapak yang tadi bisa masuk gitu aja,kenapa ini saya pakai acara dihadang segala kayak gini?” Tanya Rafandra mulai terpancing emosi.
“Karena tadi itu Pak Wicaksono sudah ada janji dengan bos kami disini!”
__ADS_1
“Pak Wicaksono berarti bukan orang kantor sini?”
“Bukan, beliau itu salah satu tim pengacara dari bos kami!”
Dan kini Rafandra mulai mendapatkan sedikit info lagi, Rafandra lalu diam dan seperti tengah berfikir.
“Uda uda sana pergi!” Usir satpam-satpam tersebut.
Rafandra lalu pergi meninggalkan kantor itu dan segera masuk ke dalam mobil. Dan dengan segera Rafandra mambuka ponselnya dan membuka imternet untuk mencari tahu siapa itu Wicaksono.
“Ini dia Wicaksono, ternyata dia pengacara yang cukup terkenal juga. Dan disini dijelaskan dia juga banyak menangani kasus tertang perceraian!” Ucap Rafandra sambil membaca artiket yng dia temukan.
“Perceraian? Ada urusan apa Gresha sama Pak Wicak ini, dan apa hubungannya dengan pengadilan agama? Tapi kalau perceraian memang ada kaitannya dengan pengadilan agama sih, tapi kali ini yang berurusan adalah Gresha, mana mungkin kan Gresha mau bercerai, cerai sama siapa coba,nikah aja belum !” Ucap Rafandra dengan penuh pertanyaan di kepalanya.
****
Gresha kemudian duduk termenung di taman belakang, dan tak lama Bibi datang membawakan beberapa cemilan dan juga minuman untuk Gresha. Gresha sebenarnya tidak meminta Bibi untuk menyiapkan semua itu, dan itu memang benar-benar keinginan Bibi saja. Bibi lalu duduk disebelah Gresha sambil mengulurkan jus apel ke arah Gresha.
“Minum dulu biar tenang Mbak!” Ucap Bibi lembut.
“Makasih ya Bi!”
“Keputusan Mbak Gresha benar kok, itu adalalah keputusan yang paling tepat Mbak. Mbak Gresha memang seharusnya mengambil langkah ini, Mbak Gresha ini seorang istri dan memang seharusnya Mbak Gresha juga memperjuangkan rumah tangga ini. Meskipun Bibi tahu awalnya ini memang berat dan Mbak Gresha memang tidak menginginkan adanya pernikahan ini, tapi kalau memang sekrang sudah tumbuh rasa cinta ya sebaiknya jangan disembunyiin Mbak. Saya yakin Mbak Gresha dan Pak Ardiya akan jadi keluarga yang bahagia!” Nasehat Bibi.
Gresha lalu tersenyum manis ke arah Bibi dan mengangguk, seoah-olah dia memang setuju dengan apa yang Bibi sampaikan itu. Hatinya memang saat ini sudah berlabuh di Ardiya, hatinya sudah mau menerima keberadaan Ardiya. Dan pilihan untuk menjaga rumah tangga ini memang keputusan yang mantap Gresha ambil. Dan untuk Rafandra, Gresha berniat dengan mencari cara dan juga mencari waktu yang tepat untuk memberitahukan ini semuanya. karena Gresha tahu ini juga bukan hal yang mudah bagi dirinya dan juga bagi Rafandra. Dan setelah Rafandra mengetahui semua ini, selanjutnya seluruh semesta juga akan tahu tentang hubungan Ardiya dan Gresha. Dan mungkin untuk selanjutya Gresha akan berusaha membicarakan masalah ini kepada Ardiya terlebih dahulu, dia akan mengatakan pada Ardiya kalau dia mau menjadi istri Ardiya seutuhnya.
Follow Me
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok :Rahayunr30
__ADS_1