Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 35 (Kebohongan yang terungkap)


__ADS_3

Hari ini Ardiya meminta beberapa pegawai di rumahnya untuk mengecek dan menggeledah seisi rumahnya, dia takut kalau ternyata ada penyadap lain di rumahnya. Tapi setelah beberapa lama mencari mereka tak menemukan satupun penyadap. Ardiya merasa cukup tenang karena ternyata penyadap yang dipasang hanya satu. Tapi Ardiya masih sangat bingung siapa yang meletakan penyadap itu didalam tas Gresha. Gresha yang baru pulang dari kampus langsung menghampiri kerumunan yang ada di ruang tamu.


"Ada apa kok pada ngumpul disini? " Tanya Gresha penasaran.


"Ini aku minta tolong mereka buat nyari penyadap, siapa tahu ada lebih dari satu penyadap yang dipasang di rumah ini! " Jawab Ardiya tenang.


"Terus gimana hasilnya? "


"Nggak ditemuin lagi sih, dan semoga emang nggak ada lagi! "


Gresha mengangguk pelan tanda kalau dia mengerti dan juga berharap semoga memang tidak ada lagi penyadap.


"Kamu sudah makan di kampus? "


"Belum! "


"Ya uda kita makan dulu! " Ajak Ardiya.


Ardiya kemudian menarik pelan tangan istrinya itu. Gresha pun mengikuti langkah suaminya itu, kali ini Gresha hanya diam tak memberontak sama sekali, bahkan dari wajahnya saja Gresha terlihat tak ingin membantah atau menolak ajakan suaminya.


Gresha memakan makanan yang di hadapannya dengan lahap, dia kali ini seperti orang kelaparan. Ardiya tersenyum manis saat melihat istrinya itu nampak nurut dan makan dengan lahapnya.


"Kenapa rasanya aku lapar banget ya! " Gumam Gresha sambil mengunyah makanan dimulutnya.


"Karena yang makan bukan cuma kamu jadi kamu laper mulu deh! " Jawab Ardiya dengan tawa dibibirnya.


"Perutku makin besar, aku nggak mau semua teman-temanku tahu! " Ucap Gresha lemas.


"Tapi emang sepertinya sudah saatnya semua orang tahu kalau kita menikah! " Ucap Ardiya sambil memegang tangan istrinya itu.


"Nggak! " Teriak Gresha sambil mengibaskan tangan Ardiya.


Gresha lalu berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Ardiya. Tak lama Ardiya segera mengejar Gresha, kali ini Gresha terlihat di pinggir kolam renang. Melihat Gresha berdiri di pinggir kolam renang membuat Ardiya ketar ketir.


"Kamu mau tahu siapa yang aku curigain naruh penyadap itu di tas kamu? " Ucap Ardiya sambil berjalan ke arah Gresha berdiri.


"Siapa? " Tanya Gresha penasaran.


"Orang yang dekat sama kamu! "


"Si... siapa? "

__ADS_1


"Rafandra! "


Mendengar Ardiya mengucap nama Rafandra membuat Gresha terkejut.


"Maksud kamu apa nuduh Rafandra kayak gitu? Buat apa juga Rafandra naruh penyadap di tas aku? " Maki Gresha hingga wajahnya memerah.


"Aku bilang seperti ini bukan tanpa bukti, sekarang dari mana dia tahu kalau kamu masuk rumah sakit karena tenggelam di kolam renang? Bahkan di hari dimana kamu dibawa ke rumah sakit, dia sudah tahu kamu disana! " Tegas Ardiya.


"Dia bilang dia tahu aku di rumah sakit dari bibi, dia kesini dan bibi bilang kalau aku di rumah sakit! " Teriak Gresha.


"Oke kamu tanya saja ke bibi! "


Gresha kemudian berjalan ke dalam rumah dan mencari bibi, sedangkan Ardiya mengikuti Gresha dari belakang.


"Bibi... bibi! " Panggil Gresha.


"Iya Mbak Gresha kenapa? " Jawab Bibi berlarian dari dapur.


"Bi aku mau tanya, waktu aku di rawat apa Rafandra dan teman-teman kuliah aku kesini, dan bibi bilang kalau aku di rumah sakit karena aku tenggelam? "


"Nggak Mbak, nggak ada yang kesini. Dan Pak Ardiya juga pesan untuk tidak bilang ke siapa-siapa kecuali orang tua Mbak Gresha! "


"Nggak mungkin Rafandra yang naruh penyadap itu, nggak mungkin! " Teriak Gresha.


Gresha kemudian berlari ke kamar, air matanya tiba-tiba mengalir, dia sangat tidak tahu mana yang harus dia percaya kali ini. Omongan Rafandra ternyata hanya bohong, dan kali ini Ardiya mengatakan sesuatu hal yang benar.


"Kalau memang Rafandra yang naruh penyadap itu, apa maksudnya? " Gumam Gresha.


...****************...


Gresha bertemu dengan Yumi di salah satu cafe langganan mereka. Terlihat Gresha memesan segelas milkshake vanilla, sedangkan Yumi memesan segelas vanilla latte.


"Lo kenapa tiba-tiba ngajakin gue ketemu disini Gres? " Tanya Yumi penasaran.


"Lo , Rafandra sama Raka tahu dari mana gue di rumah sakit waktu itu? "


Pertanyaan Gresha membuat Yumi cukup kaget, dia kali ini benar-benar bingung untuk menjawabnya.


Yumi terlihat diam dan sepertinya dia sedang berusaha mencari jawaban yang tepat.


"Kenapa lo diam aja Yum? Lo nggak nanya ke asisten rumah tangga di rumah gue kan? " Ketus Gresha.

__ADS_1


"Soal itu gue... gue... ! "


"Please Yum jangan bohongin gue juga, gue sekarang lagi diposisi nggak tahu harus percaya sama siapa! "


"Sebenarnya gue Raka sama Rafandra ngikutin orang tua lo, jadi kita tahu lo di rumah sakit! "


"Berarti emang apa yang dibilang Rafandra waktu di rumah sakit itu bohong? "


"Iya, Gres gue berusaha buat nutupin semua masalah lo dari Rafandra, karena Rafandra akhir-akhir ini memang mulai ngerasa aneh sama lo! "


"Apa Rafandra mata-matain gue? Apa Rafandra yang naruh penyadap itu di tas gue? " Tegas Gresha dengan wajah yang serius.


"Penyadap? penyadap yang lo temuin kemarin itu? "


"Iya, itu Rafandra yang naruh? " Cecar Gresha.


"Gue nggak tahu Gres soal penyadap itu, gue berani sumpah gue nggak tahu soal itu! Tapi kenapa lo tiba-tiba mikir gitu? " Tanya Yumi penasaran.


"Ardiya bilang dia tahu kalau Rafandra datang ke rumah sakit di hari dimana gue dibawa ke rumah sakit, dan hari itu juga dia tahu kalau gue tenggelam! "


"Dari mana Rafandra tahu ya? "


"Entahlah, gue jadi susah buat bantah kecurigaan Ardiya ke Rafandra saat ini! "


"Lo mau sampai kapan nyimpen semua rahasia ini dari Rafandra Gres? "


"Gue nggak tahu, tapi gue nggak mau Rafandra tahu. Gue cinta banget sama Rafandra! "


...****************...


Rafandra yang tengah duduk sambil bermain ponsel di halaman belakang rumahnya tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan dari nomer yang tidak dikenal. Rafandra langsung membuka pesan itu dan betapa terkejut nya Rafandra saat membaca isi pesan itu.


...Sebentar lagi kamu akan hancur ...


Rafandra kemudian langsung menelfon nomer tak dikenal itu, tapi ternyata nomer itu sudah tidak aktif lagi. Berkali-kali Rafandra terus mencoba menghubungi nomer itu tapi tetap saja nomer itu tidak bisa dia hubungi. Rafandra kemudian membanting ponselnya ke tanah karena kesal.


"Shitt... siapa sih lo sebenarnya, bangsat!! "


Rafandra mengusap rambutnya kebelakang lalu mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Gue akan cari lo dan gue nggak akan pernah ngebiarain lo ngehancurin hidup gue dan juga hidup orang-orang yang gue sayang! "

__ADS_1


__ADS_2