
Yumi dipenuhi rasa kegugupan yang luar biasa saat duduk berdua bersama Kevin di mobil, karena paksaan Ardiya dan Gresha akhirnya Yumi pun mau diantar pulang sama Kevin. Sepanjang jalan Kevin terus mencoba bertanya dan mencairkan suasana tapi Yumi masih sangat terlihat canggung dan malu-malu.
“Eh Yum hari itu di café setelah gue pergi kan ada cowok yang nyamperin lo, itu siapa?pacar lo ?” Tanya Kevin.
“Bu..bukan itu bukan pacar gue, itu cuma teman kampus gue!” Ucap Yumi sambil terus menundukan kepalanya.
Setalah beberapa saat akhirnya mereka masuk juga ke dalam kompleks perumahan Yumi, Yumi lalu menunjukan di mana rumah Yumi. Dan saat mobil K evin berhenti tepat di depan gerbang rumah Yumi. Kevin dan Yumi sama-sama melihat ke arah sebuah mobil yang hanya berjarak sekitar 5 meter dari mobil Kevin. Di sana juga terlihat seorang laki-laki tengah berdiri sambil bersandar di mobil.
“Raka!” Batin Yumi,
“Eh itu bukannya cowok yang di café waktu itu ya?”
Tanya Kevin sambil melihat ke arah Yumi.
“I…iya, gue turun ya, lo langsung pulang aja!” Ucap Yumi.
Yumi lalu segera turun dari mobil, Kevin lalu membuka kaca mobilnya dan masih saja melihat ke arah Yumi.
“Ngapain lagi? Sana buruan pulang!” Ketus Yumi.
“Oke, goodnight Yum!”
“Hem!”
Kevin lalu menjalankan mobilnya kedepan, dan melewati Raka, Kevin masih tetap membuka kaca mobilnya, dan saat tepat melintas di depan Raka, Kevin pun menoleh ke arah Raka lalu tersenyum sedikit sambil menundukan kepalanya. Melihat ternyata Yumi diantar pulang oleh seorang laki-laki, membuat Raka semakin terbakar api cemburu. Rama lalu segera berlari kearah Yumi, yang baru saja mau membuka gerbang rumahnya.
“Yum tunggu!” Panggil Raka.
Raka lalu menarik tangan Yumi dan membuat Yumi kini berhardapan dengannya.
“Ada apa? Ngapain lo malam-malam di depan rumah gue?” Ketus Yumi.
“Itu tadi siapa yang nganterin lo? Dan kenapa lo dandan rapi banget gini? Lo habis dinner ya sama cowok tadi?” cecar Raka.
“Apaan sih lo, mau tau aja urusan gue. Mau gue dandan rapi atau mau gue dinner sama cowok pun bukan urusan lo, jadi nggak usah banyak nanya deh!” Ketus Yumi.
“Urusan gue lah, karena gue cemburu. Karena gue maunya lo itu dinnernya sama gue bukan sama cowok lain!”
****
Setelah samapi di rumah, Gresha dan Ardiya segera bersih- bersih dan ganti baju untuk bersiap tidur. Sebelum tidur mereka berdua juga memutuskan untuk menonton serial film terlebih dahulu. Saat film mulai, tak lupa Gresha segera memeluk dan menyandarkan kepalanya pada bahu Ardiya yang lebar. Dengan menggunakan selimut yang menutupi setengah badan dari mereka, dan pelukan mesra dari Gresha membuat Ardiya tak sanggup menahan keinginannya malam ini. Ardiya lalu dengan perlahan meraba tangan Gresha yang melingkar di pinggangnya , lalu merambat naik ke pipi Gresha yang begitu lembut, lalu dirabanya bibir mungil milik Gresha itu.
__ADS_1
“Aku mau kamu malam ini!” Bisik Ardiya.
Gresha lalu tersenyum dan menatap mesra kedua bola mata Ardiya yang sepertinya sudah mempunyai hasrat tinggi untuk menikmati indahnya tubuh Gresha malam ini.
“Aku…aku lagi halangan!” Ucap Gresha lalu beberapa kali mengedipkan kelopak matanya.
Seketika tubuh Ardiya lemah, dan hasrat itu menghilang begitu saja mendengar kata “halangan”.
“Aduh nunggu seminggu dong!” Gumam Ardiya.
Gresha pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ardiya yeng terkesan sedih itu. Gresha lalu mengarahkan bibirnya pada telinga Ardiya dan berbisik.
“Bilangin sama adek kamu ya suruh sabar!” Bisik Gresha dengan manja.
Ucapan Gresha itu seketika membuat Ardiya ingin menggoda istrinya itu, Ardiya lalu menggelitik tubuh Gresha hingga Gresha tak kuat menahan tawanya yang renyah. Tapi ditengah keharmonisan itu terdengar ponsel Gresha berdering. Cukup menggagu sih, tapi Gresha tetap melihat ponselnya dan ternyata itu adalah telfon dari Rafandra.
‘Siapa sayang yang telfon?” Tanya Ardiya.
“Rafandra!” Ucap Gresha sambil menunjukan layar ponselnya ke Ardiya.
“Ngapain dia malam-amlam begini telfon kamu?”
“Aku nggak tahu!”
“Angkat? Nggak apa-apa?”
“Iya angkat aja sayang!”
Gresha lalu mengangkat panggilan itu.
“Halo Raf, ada apa?”
“Aku mau ngomong sama kamu besok di kampus!” Lirih Rafandra dengan suara yang terdengar seperti habis menangis.
“Iya oke, tapi ini kamu kenapa? kamu nggak apa-apa kan?” Tanya Gresha saat merasa kalau Rafandra sedang tidak baik-baik saja.
“Kita bicara besok aja ya!”
“I..iya!”
Gresha lalu menutup panggilan itu dan menceritakan keapda Ardiya isi percakapannya dengan Rafandra. Ardiya pun tidak mempermasalahkan jika besok Gresha harus bertemu dengan Rafandra di kampus.
__ADS_1
“Kamu nggak cemburu?”
“Aku percaya sama kamu Gresh!”
****
Gresha menunggu kedatangan Rafandra di kantin kampus, dengan segelas jus mangga di depannya terlihat kalau Gresha tengah harap-harap cemas kali ini. Karena dia tidak tahu apa alasannya Rafandra tiba-tiba mengajaknya untuk bertemu di kampus hari ini. Tak berapa lama terdengar langkah kaki yang semakin dekat dengan Gresha. Gresha bisa merasakan kalau itu adalah langkah kaki mantanya. Dan benar saja Rafandra kini duduk tepat dihadapan Gresha. Rafandra juga menyodorkan sepiring dimsum untuk Gresha. Dilmsum adalah salah satu makanan favorit Gresha.
Gresha tersenyum melihat dimsum udang yang terpampang lezat dihadapannya. Senyum yang begitu manis yang begitu di rindukan oleh Rafandra.
“Masih suka kan?” Tanya Rafandra.
“Masih kok, makasih!”
Gresha lalu mengambil sumpit dan memakan dimsum yang Rafandra berikan.
“Eh ya ngomong-ngomong ada apa?” Tanya Gresha sambil mengunyah dimsum yang masih ada di mulutnya.
“Aku mau kasih lihat ini sama kamu!”
Rafandra lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, dan ternyata Rafandra mengambil sebuah kertas. Diulurkan kertas itu ke Gresha. Gresha lalu mengambil kertas itu dan membaca tulisan yang ada di kertas itu.
“Ini tulisan Naya? Terus maksud kamu apa ngasih ini ke aku?” Tanya Gresha.
“Kertas ini aku simpan di dalam sebuah kotak di kamar aku, dan tiba-tiba semalam ada yang ngelempar ini ke balkon kamar aku pakai botol. Dan ternyata memang surat Naya ini semalam nggak ada di dalam kotak penyimpanan itu. Berarti memang ini asli dan ada yang ngambil dari kamar aku, padahal selama ini yang keluar masuk ke kamar aku ya cuma aku, mama, bibi , Raka dan…!”
“Dan siapa?”
“Dan Kamu!” Ucap Rafandra sambil tatapan penuh kecurigaan.
“Oke terus maksud kamu apa?”
“Kamu kan Gresh yang ngambil surat ini lalu kamu kasih ke Ardiya dan Papanya, dan mereka gunain buat nerror aku?”
“Kamu gila ya Raf, aku aja nggak tahu dimana kamu naruh kotak itu. Selama kita pacaran emang kamu pernah cerita tentang Naya hingga sejauh itu? Jadi mana aku tahu kalau ternyata kamu masih nyimpan dengan rapi barang-barang kamu sama mantan kamu itu!” Ketus Gresha kesal.
Follow :
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30
__ADS_1
SV : Rahayunr (WS)