
Gresha berlari ke kamarnya dengan air mata yang terus berderai, salah satu tangannya pun dengan keras memukul-mukul perutnya. Sesampainya di dalam kamar, dia membuka laci di meja kecil sebelah tempat tidur, disana terlihat satu botol vitamin untuk kandungannya, Gresha mengambilnya lalu dengan sekuat tenaga melemparkan botol berisi vitamin itu keluar jendela.
"Bayi sialan gue nggak butuh lo di rahim gue, gue cuma mau kehidupan gue dulu kembali!" Teriak Gresha sambil terus memukul perutnya.
Kejam memang perlakuan Gresha terhadap janin tak berdosa itu, Janin itu bukanlah dari suatu hubungan zina hanya saja tidak ada rasa cinta dari Gresha. Gresha lalu mengunci pintu kamarnya agar Ardiya tidak dapat masuk ke dalam kamar.
Setelah mengunci pintu kamarnya,Gresha kemudian meraih ponselnya, dia membuka salah satu aplikasi e commerce lalu mencari obat penggugur kandungan. Setelah dia menemukan obat itu dengan segera Gresha memesan obat itu agar bisa diantarkan besok. Gresha merasa kalau ini adalah keputusan yang tepat, bahkan dia tidak peduli dengan ancaman yang Ardiya berikan tadi. Yang ada dalam fikirannya hanyalah keinginan untuk bebas dari semua penderitaan yang selama ini dia alami.
Keesokan harinya Gresha berangkat ke kampus dengan wajah yang sangat pucat, sebelum dia masuk ke kelas dia bertemu dengan seorang kurir di depan gerbang kampus. Iya benar, itu adalah kurir yang mengirim obat penggugur kandungannya, dia tidak mengirimkan ke alamat rumah supaya Ardiya tidak tahu. Dengan cepat Gresha memasukan obat itu dalam tas dan lalu bergegas masuk ke dalam kampus. Sesaat setelah bertemu kurir itu Gresha berpapasan dengan Yumi yang ternyata sedari tadi mengamati Gresha saat bertemu dengan kurir tersebut.
"Lo beli apaan kok ketemuan sama kurir nya di kampus? " Tanya Yumi penasaran.
“Em bukan apa-apa kok Yum!" Ucap Gresha gelagapan.
Bahkan untuk masalah ini pun Gresha tidak mau kalau Yumi mengetahuinya. Mereka lalu berjalan bersama menuju ke kelas. Tapi saat mereka hendak masuk kelas, Gresha tidak sengaja bertabrakan dengan Vio yang tengah berlari menuju ke kelas yang sama. Gresha terjatuh ke lantai dan sialnya beberapa isi dari tasnya tercecer keluar karena ternyata Gresha kelupaan menutup resleting tasnya karena tadi terlalu buru-buru.
"Aduh…!" Lirih Gresha.
"Lo ngapain sih ngalangin jalan gue, kalau jalan tuh dipinggir jangan ditengah, emangnya ini kampus punya nenek lo!' Bentak Vio yang tak mau mengaku salah.
"Jelas-jelas lo yang salah, ngapain juga lo lari-larian, ini tuh bukan lapangan!" Bantah Yumi.
"Banyak omong lo, bacot!" Ketus Vio.
Tanpa menghiraukan Gresha, Vio langsung masuk ke dalam kelas. Gresha yang masih tersungkur di lantai terlihat merintih kesakitan sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Gres lo ada yang sakit?” Tanya Yumi panik.
Gresha menggelengkan kepalanya pelan, padahal dia merasa sakit pada bagian perutnya. Yumi lalu membantu Gresha berdiri, setelah Gresha berdiri Yumi lalu membereskan barang-barang Gresha yang jatuh berceceran. Lalu tiba-tiba mata Yumi terfokus pada sebuah botol berwarna merah, Yumi meraih botol itu dan membaca tiap tulisan di botol itu dalam hatinya.
"Obat Pengggur Kandungan!" Batin Yumi.
Betapa terkejutnya Yumi saat tahu apa isi dari botol berwarna merah itu.
Yumi lalu menarik tangan Gresha dan membawa Gresha ke dalam Ruang Kesehatan di kampusnya. Kebetulan pagi itu sepi, dan hanya ada satu petugas yang menjaga.
"Teman saya jatuh, jadi kami mau istirahat dulu disini sambil mengobati lukanya!" Izin Yumi pada petugas perempuan yang sedang berjaga.
“Baik silahkan masuk, akan saya obati lukanya!”
"Biar saya aja yang ngobatin teman saya, saya bisa. Boleh saya minta hansaplast dan obat merah?” Pinta Yumi.
Petugas perempuan itu kemudian memberikan kotak P3K pada Yumi, lalu Yumi dan Gresha masuk ke dalam ruangan yang menyediakan tempat tidur kecil dan beberapa kursi.
"Gres ini apa? "Tanya Yumi dengan nada pelan.
Gresha sangat terkejut melihat obat itu dipegang oleh Yumi.
"Kenapa ada di lo?”
“Tadi ini jatuh dari tas lo pas lo ditabrak sama Vio, dan untungnya Vio nggak lihat obat ini. Jadi sekarang jelasin ke gue apa maksud dari ini semua!" Cecar Yumi.
__ADS_1
"Oke,gue jelasin. Jadi gue hamil Yum, dan gue nggak mau ada janin ini dalam Rahim gue, gue uda nggak pernah minum vitamin sama sekali, dan semalem Ardiya sadar. Gue kesel Yum, gue benci sama janin ini, gue nggak pengen punya anak sama Ardiya. Jadi nggak ada pilihan lain selain melakukan itu!" Jelas Gresha sambil mengarahkan matanya pada obat penggugur kandungan yang Yumi pegang.
"****...kenapa lo nggak cerita apa-apa ke gue?Gue nyadar kalau ada yang beda dari lo, tapi gue nggak nyangka kalau lo beneran hamil!”
"Gue cuma nggak mau nambahin beban lo aja, gue tahu dengan menjaga rahasia pernikahan gue sama Ardiya aja itu uda jadi beban berat kan buat lo, apalagi gue tambahin masalah ini Yum!”
Yumi menarik nafas panjang lalu memasukan obat itu kedalam tas Gresha. Yumi teridam sebentar sambil menundukan kepalanya, dia terlihat sedang mencari solusi untuk masalah Gresha ini. Sedangkan Gresha hanya diam sambil terus memegang perutnya yang perlahan mulai hilang rasa sakitnya.
“Lo tahu konsekuensinya kalau lo gugurin kandungan lo? " Tanya Yumi lirih.
"Gue tahu, Ardiya pasti bakalan ngehajar gue habis-habisan, karena dia sangat mengingkan janin ini. Tapi gue bisa pura-pura jatuh terpeleset di kamar mandi jadi kesannya ini semua adalah kecelakaan bukan suatu kesengajaan!" Jelas Gresha.
"Kalau dia nggak percaya dengan trik lo itu?”
"Ya uda gue terima kalau dia mau ngehajar gue atau mau bunuh gue sekalipun. Yang pasti gue nggak mau terus-terusan kesiksa seperti ini. Gue pengen bebas kayak dulu Yum, bisa kapan aja hangout sama lo, bisa ketemu Rafandra setiap saat. Gue kangen masa-masa itu Yum!" Lirih Gresha.
"Tapi ini tuh bahaya Gresh, ini nggk hanya bahaya buat janin lo tapi buat diri lo juga. Lo terlalu gegabah Gres. Mending lo akhirin semua ini dan jelasin semuanya ke Rafandra dan terima kehidupan baru lo bareng Ardiya, terima aja kalau dia ternyata memang udah jadi suami lo!” Tegas Yumi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lo gila ya Yum? Lo mau gue mutusin Rafandra dan memulai hubungan gue sama Ardiya? Lo gila Yum, lo sendiri yang selama ini ngedukung gue buat ngerahasiain ini semua dari Rafandra tapi sekarang malah lo minta gue jujur ke Rafandra. Mau lo apa sih? Gue kira lo sahabat gue yang bakalan terus ngesupport gue tapi ternyata gue salah, lo juga nggak bisa ngertiin gue. Benci gue sama lo!”
Gresha lalu berjalan keluar dari Ruang Kesehatan setelah mengucapkan kalimat menyakitkan itu dari mulutnya, dengan tertatih dan air mata yang menetes tiada henti dia berjalan keluar dan segera memesan taxi online.
Gresha lalu berjalan keluar gerbang untuk menunggu taxi online yang sudah dia pesan. Dan dari belakang ternyata Yumi mengejar Gresha.
“Gres tunggu dulu lo salah paham sama penjelasan gue tadi, gue nggak maksud buat bikin lo sakit hati kayak gini, gue itu peduli sama lo!" Ucap Yumi dengan nafas terengah-engah.
__ADS_1
"Makan tuh kepedulain lo,gue nggak nyangka lo bakalan berfikiran kayak gitu, kecewa gue sama lo! "