Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 113 (Salah?)


__ADS_3

Gresha terlihat tidak semangat saat menyantap makan malamnya kali ini, dia hanya mengaduk-aduk makanannya, tanpa menyuapkan sedikitpun ke dalam mulutnya. Ardiya yang tepat di hadapan Alena itu sontak merasa aneh dengan gelagat Gresha itu.


Ardiya lalu meletakan sendok dan garpunya, lalu memegang tangan Gresha dengan lembut.


“Kamu kenapa? Nggak selera sama makanannya? Mau makan diluar ?” Tanya Ardiya lembut.


Gresha hanya menggelengkan kepalanya pelan , lalu meletakkan sendok dan garpunya. Alena kemudian menyorot sendu kedua bola mata suaminya itu.


“Kalau dulu aku pernah mencintai seorang laki-laki dengan begitu tulus, apakah kamu akan marah sama aku?” Tanya Gresha dengan gusar.


“Lalu sekarang apa kamu mencintaiku dengan tulus?” Tanya Ardiya dengan lembut dan sorot mata penuh kasih sayang.


“Aku tulus sayang dan cinta sama kamu , meskipun aku pernah sangat membenci kamu , tapi sekarang aku benar-benar nggak mau kehilangan kamu!”


“Ya uda kalau gitu aku nggak akan ninggalin kamu sampai kapanpun!”


“Terus pertanyaan ku yang pertama tadi gimana, kamu belum jawab!” Rengek Gresha.


“Bukankah kalimat ku tadi sudah bisa jadi jawaban?”


“Maksudnya?” Tanya Gresha kebingungan.


Ardiya lalu berdiri dari duduknya dan berjalan kemudian duduk tepat di kursi sebelah Gresha. Ardiya lalu memegang kedua tangan Gresha.


“Dari awal aku menginginkan kamu, aku sudah tahu kalau kamu mencintai orang lain dengan begitu tulus, bahkan saat aku menikahi kamu, kamu juga masih memberikan cinta tulus itu buat dia, nggak ada buat aku. Dan kamu lihat sendiri kan, apa rasa cintaku berkurang sama kamu? Nggak kan, malah makin hari aku makin sayang dan cinta sama kamu, dan aku sekarang nggak permasalahin tentang cinta tulus kamu dulu kepada orang lain, yang penting untuk sekarang dan masa yang akan datang cinta tulus kamu hanya buat aku bukan orang lain!” Ucap Ardiya dengan penuh kasih sayang.


Mendengarkan puisi indah yang di alunkan suaminya itu, membuat hati Gresha terharu dan rasanya benar-benar menusuk hatinya. Gresha tentu saja tersenyum manis dengan mata yang berkaca-kaca.


“Kamu kenapa tanya seperti ini? Dan apa karena ini kamu jadi nggak nafsu makan?” Tanya Ardiya.

__ADS_1


“Aku takut banget, takut kalau aku bikin banyak hati terluka!”


“Rafandra?”Celetuk Ardiya.


“Aku yang akan minta maaf sama Rafandra, karena gara-gara aku kamu jadi harus nyakitin perasaannya!” Ucap Ardiya dengan tegas.


****


Pak Dio dikejutkan dengan seorang perempuan yang datang ke rumahnya pagi-pagi sekali. Perempuan itu kini tengah duduk di sofa ruang tamu dengan segelas minuman yang telah ada di hadapan perempuan itu.


“Ada apa kamu kesini?” Tanya Pak Dio dengan wajah yang terlihat tegas.


Perempuan itu lalu berdiri dari duduknya dan menatap wajah Pak Dio yang terlihat tegas dan cukup garang itu.


“Aku cuma mau menjalin silahturahmi kita yang pernah terputus!” Ucap Sherly dengan sedikit gugup.


“Aku nggak tahu apa yang membuat kamu tiba-tiba datang kesini dan mengatakan kalau kamu mau menjalin silahturahmi lagi dengan ku, tapi ku hargai niat baikmu itu. Tapi yang harus aku jelaskan dulu sama kamu adalah, aku tidak akan memaksa Ardiya untuk menerima semua ini, aku juga tidak akan memaksanya untuk memaafkan kamu ataupun Rafandra, karena aku tahu luka yang dialami Ardiya begitu besar!” Ucap Pak Dio tegas.


“Iya aku paham, aku lah yang salah dan aku akan berusaha untuk meminta maaf sendiri kepada Ardiya, karena sampai saat ini aku masih sangat menyayangi Ardiya seperti anak aku sendiri!”


“Seharusnya hari itu kamu tidak pergi dan tetap menemani aku berjuang kalau memang kamu menyayangi Ardiya dan menganggap dia sebagai anak kamu sendiri!”


“Aku menyesal Dio, aku tahu aku salah saat itu, aku terlalu memandang semuanya dengan materi, aku minta maaf!”


“Kamu minta maaf karena kamu takut kan? Aku tahu kamu dan anakmu mencurigai ku sebagai orang yang meneror keluarga kalian, aku tahu kalau anak kamu itu mencoba memata-mataiku, kamu takut kan aku berbuat hal yang tidak-tidak pada anak kesayangan kamu itu?” Sinis Pak Dio.


“Em…itu aku..aku sudah mengatakan kepada Rafandra untuk tidak melanjutkan penyelidikan tentang terror itu, dan aku mohon untuk hentikan semua terror itu Dio!”


“Jadi kamu juga berfikir aku yang melakukan semua itu?” Tanya Pak Dio dengan wajah yang sangat serius.

__ADS_1


****


Selama kuliah berlangsung Raka terus saja diam, dan nampak tidak berkonsentrasi pada materi yang di berikan dosen hari ini. Pikirannya kacau dan melayang tak tentu arah. Rafandra yang duduk di sebelah Raka pun juga merasa sangat aneh dengan sikap sahabatnya hari ini, karena tidak seperti biasanya Raka seperti ini. Dan setelah kuliah selesai Rafandra pun berniat mengajak Raka untuk pergi nongkrong di café tempat mereka biasanya nongrong.


“Ka kita ngopi yuk di tempat biasa kita atur lagi strategi buat ngehancurin Ardiya dan Papanya!” Ajak Rafandra.


“Gue mau pulang, lo aja yang mikir dan cari strateginya!” Ketus Raka.


Tidak biasanya Raka bersikap dingin dan berbicara ketus seperti itu pada Rafandra, sehingga hal itu membuat Rafandra merasa aneh.


“Lo kenapa sih ka, lo ada masalah ya?” Tanya Rafandra.


“Yang banyak masalah tuh lo bukan gue sebenarnya, tapi gara-gara lo juga gue harus ikutan kena masalah!” Ketus Raka.


“Tunggu-tunggu maksud lo apaan Ka? Lo ada yang neror juga?Bilang sama gue!”


“Nggak ada yang nerro gue, tapi ini masalah hati gue!”


Raka lalu pergi bergitu saja meninggalkan Rafandra dengan penuh kebingungan. Rafandra sungguh dibuat bingung dengan perkataan Raka. Karena baru kali ini juga Raka bersikap seperti itu padanya.


Rafandra lalu berjalan pelan menuju ke parkiran, sepanjang jalan dia terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Raka, tapi dia juga terus memikirkan bagaimana membalaskan sakit hatinya pada Ardiya dan Papanya.


“Sial kenapa semua jadi gini? apa yang terjadi sama Raka? Belum juga satu masalah selesai ini malah nambah lagi masalahnya!” Ucap Rafandra kesal.


Saat Rafandra hendak masuk ke dalam mobilnya dia melihat sebuah kertas yang di tempelkan di kaca mobil nya. Rafandra lalu mengambil kertas itu dan saat Rafandra lihat ternyata ada sebuah pesan disana.


“Kamu Salah, Kamu telah menghancurkan diri kamu sendiri dan orang-orang terdekat kamu karena kesalahan kamu ini”


“Salah ? Apa maksudnya ini semua? Kenapa orang ini masih terus meneror padahal sudah jelas kalau dia sudah ketahuan. Tapi apa maskdunya ini, apa yang dimaksud kalau aku salah?” Gumam Rafandra kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2