
Setelah selesai bersih-bersih dan makan malam, Ardiya lalu membawakan makanan untuk Gresha. Ardiya membuka pintu kamar Gresha dengan pelan, dia melihat istrinya masih terbaring di atas tempat tidur. Ardiya lalu berjalan pelan dan meletakan makanan yang dia bawa ke atas meja dekat tempat tidur. Dan tiba-tiba Gresha membuka matanya dengan pelan. Dan orang yang pertama kali dia lihat saat membuka mata adalah Ardiya.
“Maaf kalau aku bangunin kamu!” Ucap Ardiya.
“Nggak kok!” Lirih Gresha.
“Ini aku bawain kamu makanan kamu cepat makan ya!” Ucap Ardiya yang kini berdiri dekat tempat tidur Gresha.
Gresha lalu duduk dan melirik makanan-makanan itu. Sedangkan Ardiya terlihat hendak berjalan keluar dari kamar Gresha.
“Mau kemana?” Tanya Gresha.
“Pergi, aku nggak mau ganggu kamu!”
“Temenin aku makan ya!” Lirih Gresha.
Ardiya lalu melihat Gresha, dia melihat keadaan istrinya itu terlihat sangat lemah. Dan sepertinya memang dia sedang butuh teman. Ardiya lalu duduk di kursi yang biasa Gresha gunakan saat makeup. Ardiya juga mengulurkan makanan ke Gresha. Dengan tatapan mata yang sendu Gresha menyendok makanannya sedikit demi sedikit. Melihat Gresha yang sepertinya tidak nafsu makan itu, Ardiya lalu mendekat dan duduk di atas kasur tepat di samping Gresha. Ardiya meminta piring yang Gresha bawa dan lalu Ardiya menyuapi Gresha dengan makanan tersebut. Gresha membuka mulutnya dan memakan makanan itu, dan terlihat kini ada sedikit senyum terukir dibibir Gresha. Sedangkan Ardiya masih saja mengunci bibirnya rapat-rapat.
Dan setelah beberapa kali suapan akhirnya makanan itu habis, Ardiya lalu mengulurkan gelas berisikan air minum untuk istrinya itu. Setelah makan dan minum, Gresha membuka selimut yang menyelimuti kakinya dan menurunkan kakinya ke lantai.
“Mau kemana?” Tanya Ardiya.
“Aku mau mandi, aku belum mandi dari tadi sore!” Ucap Gresha.
“Aku bantu!”
Ardiya lalu menuntun Greesha ke kamar mandi, karena Ardiya melihat tubuh Gresha yang masih sangat lemah. Setelah Gresha masuk ke kamar mandi, Ardiya balik duduk di atas kasur Gresha sambil memainkan ponselnya.
Dan tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Ardiya bergegas ke arah kamar mandi karena hendak membantu Gresha. Dan Ardiya sangat terkejut saat melihat Gresha keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan handuk yang meilit tubuhnya. Wajah Gresha juga nampak memerah. Aroma wangi dari tubuh Gresha membuat badan Ardiya merasa lebih hangat. Karena melihat Gresha yang masih menggunakan handuk, Ardiya sontak membalikan badannya agar tidak menatap Gresha.
__ADS_1
“Maaf, aku nggak tahu, aku cuma mau nolongin kamu aja!” Ucap Ardiya gelagapan.
“Iya nggak apa-apa kok, kamu bisa duduk aja disana!” Ucap Gresha.
Gresha lalu berjalan menuju ke ruang wardrobe nya dan segera mengganti pakainnya. Karena hari sudah malam Gresha pun malam ini mengenakan setelan baju tidur yang cukup terbuka. Dengan rambut yang dililit oleh handuk karena masih basah, lalu Gresha berjalan menuju ke meja tempat biasanya dia gunakan untuk makeup yang ada di dekat kasur.
Gresha lalu duduk dan mengambil hair dryer guna untuk mengeringkan rambutnya. Gresha yang memiliki rambut panjang pun terlihat sedikit kesusahan untuk mengeringkan rambutnya bagian belakang. Ardiya lalu berdiri dan meraih hair dryer tersebut lalu membantu Gresha untuk mengeringkan rambut Gresha bagian belakang. Gresha pun terlihat tersenyum manis sambil menatap Ardiya melalui cermin yang ada di depannya. Sedangkan Ardiya masih tetap belum mau tersenyum sedikitpun.
“Makasih!” Ucap Gresha manja.
Setalah selesai mengeringkan rambut Gresha, Ardiya segera melatakkan Hair Dryer nya dan handak pergi. Tapi Gresha dengan cepat menarik tangan Ardiya.
“Bisa temenin dulu, aku butuh teman buat diajakin nonton!”
Gresha memasang wajah sendu dan sedih yang kini membuat Ardiya tidak tega meninggalkan Gresha. Gresha lalu mengajak Ardiya untuk duduk diatas kasur sambil menonton film drama korea. Ini adalah kali pertama kalinya Ardiya dan Gresha menikmati malam-malam romantic mereka. Menonton film dan duduk bersama seperti ini membuat jantung Ardiya terasa berdetak hebat.
Gresha terlihat begitu nyaman duduk bersebelahan dengan Ardiya di atas kasur. Dan Gresha lalu mengaitkan tangannya ke tangan Ardiya lalu merebahkan kepalanya di pundak Ardiya. Mereka berdua pun larut dalam malam yang indah ini, sesekali tawa diantara mereka berdua juga terdengar riuh. Dan ini juga kali pertamanya mereka saling tertawa bahagia dan benar-benar terasa seperti pasangan.
Dan saat pagi tiba, Gresha ternyata bangun terlebih dahulu, dan saat ini tubuhnya masih dalam pelukan erat Ardiya. Gresha lalu berbalik memandang wajah Ardiya.
“Lagi tidur gini tapi tetap ganteng!” Ucap Gresha dengan senyum manis dibibirnya.
Gresha lalu mengusap lembut wajah Ardiya yang sangat rupawan itu, Gresha saat ini benar-beanr mengagumi ketampanan suaminya itu. Hingga akhirnya Ardiya mulai membuka matanya perlahan. Dan betapa terkejutnya Ardiya saat dia melihat wajah Gresha tepat dihadapannya, dan melihat posisi mereka berdua saat ini. Ardiya lalu terperanjat bangun dengan jantung yang terus berdebar.
“Kenapa?” Tanya Gresha kebingungan.
“Kita semalam tidur bareng?” Tanya Ardiya gelagapan.
__ADS_1
“Iya!”
“Maaf aku semalam ketiduran, jadi aku nggak sadar kalau ….!”
“Ya uda nggak apa-apa, kan kita juga suami istri!”
Ardiya lalu bangun dari tempat tidur dan segera keluar dari kamar Gresha, sedangkan Gresha juga merasa kebingunga dnegan sikap Ardiya itu. Setelah Ardiya keluar dari kamarnya, Gresha lalu segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Setelah itu Ardiya dan Gresha terlihat tengah menikmati sarapan berdua.
Ardiya saat ini masi merasa tidak enak dengan Gresah karena tadi malam sudah tidur di kamar Gresha. Sedangkan Gresha hanya memasang wajah manis denagn senyum lebar di wajahnya.
“Aku hari ini nggak mau di antar Pak Dede ke kampusnya!” Ujar Gresha.
“Lalu?”
“Aku mau kamu yang antar aku ke kampus!”
“Tapi emangnya kamu nggak takut kalau di bully sama teman-teman kamu nantinya?”
“Nggak, biarin aja kalau mereka mau bully aku lagi. Yang penting sekarang aku mau nunjukin kalau kamu suami aku, dan aku nggak mau sembunyiin kamu lagi!” Ujar Gresha.
Kata-kata Gresha itu sungguh membuat hati Ardiya luluh, jantungnya juga berdetak tak karuan.
“Kamu waras kan?” Tanya Ardiya.
“Waras lah!” Tegas Gresha.
Setelah selesai sarapan lalu mereka berdua segera berangkat, dan sesuai permintaan Gresha, kali ini Ardiya mengantarkan Gresha untuk pergi ke kampus. Gresha sebenarnya saat ini tengah menyiapkan mental untuk nanti menghadapi hujatan-hujatan lagi dari teman-teman kampusnya. Tapi Gresha sudah tidak punya cara lain selain kini mempublikasikan hubungannya dengan Ardiya karena semua orang juga sudah tahu.
Follow Me :
__ADS_1
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30