
Sepanjang malam ini Rafandra sangat sulit untuk memejamkan matanya, pikirannya terus terbayang dengan ketidakjujuran dari mamanya. Rafandra terus memikirkan apa sebenarnya alasan dari mamanya mengambil semua barang-barang kenangan milik Rafandra dan Naya dari kamar Rafandra. Selama Rafandra dan Naya pacaran dulu Sherly tidak pernah menunjukan gelagat yang aneh pada Naya, dan bahkan Sherly tidak pernah menunjukan hal yang berlebihan pada Naya. Malam ini pikiran Rafandra benar-benar terasa penuh dan kalut, belum selesai maasalah terror yang harus dia pecahkan, kini muncul lagi masalah Naya dan mamanya.
Karena tidak bisa tidur dan terus terfikirkan oleh semua masalah yang dihadapinya sekarang, Rafandra lalu mengambil laptopnya dan mencoba membuka emailnya yang lama. Rafandra meletakkan laptopnya di atas tempat tidur dengan kaki yang menyilang Rafandra terlihat sangat fokus dan berfikir keras. Kali ini dia merasa kalau dia harus bisa membuka email itu. Tanggal jadian Rafandra dan Naya, tanggal ulang tahun Naya dan berbagai tanggal penting sudah Rafandra coba tapi tetap saja gagal. Hingga setelah beberapa saat berfikir Rafandra menemukan satu tanggal yang dari kecil dia ingat dan dulu tanggal itu cukup penting baginya.
“Apa aku coba aja ya tanggal ini!” Gumam Rafandra sambil terus memandang layar latopnya.
Rafandra kemudian mengetikan sebuah password untuk emailnya, password itu adalah 10Desember. Beberapa saat nampak email itu tengah loading dan ternyata email itu bisa terbuka. Rafandra nampak bahagia saat email itu akhirnya bisa terbuka. Senyum di bibir Rafandra merekah lebar sambil terus memandang layar laptop.
“Jadi passwordnya 10 Desember, ulang tahun Ardiya!” Lirih Rafandra.
Setelah termenung beberapa detik Rafandra lalu kembali fokus melihat layar laptopnya dan mencari email dari Naya dulu. Satu per satu email yang Naya kirimkan Rafandra baca ,lalu akhirnya Rafandra menemukan sebuah email yang berisi kiriman video dari Naya. Rafandra lalu mendownload video itu. Tak berselang lama video itu sudah berhasil Rafandra download. Sebenarnya itu bukan viode apa-apa, video itu hanya berisi rekaman Naya yang sedang bernyanyi lagu selamat ualang tahun sambil bermain gitar di dalam kamarnya. Tapi Rafandra terus mengulang-ulang video itu, Rafandra memperhatikan dengan seksama tiap sudut ruang dan benda yang terekam di dalam video. Rafandra sangat berharap dia menemukan sebuah petunjuk baru dari dalam video ini. Dan setelah berkali-kali melihat video itu mata Rafandra tertuju pada sebuah foto kecil di sudut kamar Naya. Didalam foto itu seperti terlihat dua orang anak kecil, dan sepertinya itu adalah satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Tapi sangat disayangkan sekali wajah anak-anak di dalam foto itu tiak terlihat jelas.
“Ini foto siapa? Apa Naya punya saudara laki-laki? Disini sepertinya yang cowok lebih tinggi, apa Naya punya kakak cowok? Tapi kenapa Naya selama ini nggak pernah cerita apa-apa sama gue kalau dia punya kakak cowok?” Gumam Rafandra semakin penasaran.
“Siapa Naya sebenarnya, dari dulu dia nggak pernah cerita apa-apa tentang keluarganya, ada apa dengan keluarganya? Tapi dari postur tubuh anak laki-laki di foto ini gue nampak nggak asing, tapi siapa?” Lanjut Rafandra sambil mengacak-acak rambutnya.
*****
Pagi-pagi sekali Ardiya sudah sampai di kantor, dia memang berangkat lebih pagi dari biasanya dan bahkan dia tidak sarapan, karena sakit hatinya tadi malam membuat dia ingin buru-buru pergi dan supaya bisa menghindar dari Gresha. Dan saat sampai di loby kantor tiba-tiba Ardiya dikejutkan dengan kedatangan Vio. Vio terlihat membawa sebuah bingkisan di tangan kanannya.
__ADS_1
“Pagi Ar!” Sapa Vio manis.
“Ada apa pagi-pagi kesini?” Ketus Ardiya.
“Aku mau ngasih ini buat kamu sarapan dan cemilan selama kamu kerja!” Ucap Vio sambil menyodorkan sebuah bingkisan berisi makanan yang sedari tadi dia bawa.
“Nggak perlu!” Ketus Ardiya.
Ardiya kemudian berjalan cepat menuju ke ruangnnya, tapi Vio terus mengejar Ardiya dan memaksa Ardiya agar mau menerima makanan yang Vio bawa. Tapi Ardiya terus menolak dan terus mengukir wajah kesal. Bahkan kini semua karyawan tengah memperhatikan mereka berdua dan cukup membuat rishi Ardiya.
“Kamu bisa pergi nggak? Saya mau kerja jadi jangan ganggu saya!” Ketus Ardiya.
*****
Rafandra dan Raka sedang duduk fokus melihat video Naya yang kemarin Rafandra simpan di ponselnya, Raka nampak sangat serius dan memutar video itu berulang-ulang kali. Dan meskipun sudah diputar berulang kalipun Raka juga tidak dapat melihat dengan jelas wajah foto anak laki-laki di video tersebut. Rafandra juga tak lupa menceritakan kepada Raka tentang barang-barang kenangan milik Rafandra dan Naya yang kini tersimpan di lemari milik Sherly. Sontak hal itu pula membuat Raka semakin bingung dan semakin ingin mencari semua alasan dibalik semua kejadian ini.
“Kita harus cari tahu lagi Raf kenapa nyokap lo ngambil barang-barang itu dan disimpen dikamanya, karena menurut gue ini janggal banget, apalagi kata lo juga nyokap lo ini nggak dekat-dekat banget sama Naya kan, jadi menurit gue kok aneh kalau nyokap lo nyimpen barang-barang kenangan kalian,bahkan nutupin ini dari lo !”
“Iya gue juga penasaran, apa yang sebenarnya nyokap gue rahasiain dari gue!”
__ADS_1
****
Gresha duduk termenung di dalam kelas saat Yumi baru saja datang dari kantin, siang ini Gresha memang tidak ikut Yumi ke kantin dan dia hanya meminta tolong kepada Yumi untuk membelikan sebotol minuman dingin. Dari raut wajah Gresha memang terlihat sedih dan seperti merasa ada beban. Yumi lalu duduk di samping Gresha sambil mengulurkan minuman milik Gresha.
“Lo kenapa sih, ada masalah?” Tanya Yumi.
“Gue berentem sama Ardiya, dan kayaknya omongan gue terlalu kasar sama dia!” Lirih Gresha.
“Ardiya juga ngomong kasar ke lo? Dia mukulin lo lagi?”
Gresha menggelengkan kepalanya pelan.
“Dia sama sekali nggak ada omongan kasar ataupun main tangan ke gue!”
“Terus lo sedih gini kenapa?”
“Gue nggak tahu kenapa tapi setelah berantem, gue kayak ngerasa sedih dan ngerasa bersalah sama Ardiya. Gue takut omongan gue nyakitin perasaannya Ardiya!”
Mendengar penjelasan dari Gresha sebenarnya membuat Yumi kebingungan, dia benar-benar merasa aneh dengan sikap Gresha sekarang. Dulu Gresha tidak pernah sampai seperti ini saat bertengkar dengan Ardiya, bahkan Gresha tidak pernah memikirkan perasaan suaminya itu. Tapi kenapa sekarang berubah seperti ini?.
__ADS_1
“Lo uda berubah Gres, lo kenapa? Lo uda mulai sayang sama Ardiya?” Tanya Yumi dengan penuh rasa penasaran.