Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Episode 24 (Yang tidak diharapkan)


__ADS_3

Ardiya terlihat mondar mandir di depan IGD dia sangat gelisah menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter kepada istrinya. Setelah ditemukan pingsan di dapur, Ardiya bergegas membawa Gresha ke rumah sakit, dan sudah sekitar 1 jam Gresha mendapatkan tindakan dari dokter tapi belum kunjung ada kabar.


"Dengan keluarga Bu Gresha? " Tanya seorang dokter perempuan setengah baya yang baru keluar dari IGD.


"Iya saya suaminya! "


"Baik pak silahkan masuk! "


Ardiya kemudian mengikuti Gresha masuk ke ruangan pemeriksaan. Disana terlihat Gresha yang berbaring lemas dan kini istri dari Ardiya itu sudah siuman. Melihat Gresha yang sudah sadar membuat Ardiya sedikit lega.


"Gimana dok keadaan istri saya? "


Ardiya berdiri tepat di samping kiri Gresha, Sedangkan dokter berada di samping kanan Gresha dengan senyum yang terpancar dari wajahnya.


"Istri Bapak baik-baik saja dan saya ada kabar baik untuk Bapak dan Ibu! "


"Kabar Baik apa dok? " Tanya Ardiya.


"Selamat ya pak, Bu Gresha sedang hamil! "


Sepotong kalimat dari dokter perempuan itu menusuk tajam hati Gresha, pandangannya terus tertuju pada dokter itu tapi mulutnya sangat sulit berucap, sekujur tubuhnya kini terasa sangat amat dingin seperti diluluri oleh bongkahan-bongkahan es batu.


"Beneran dok? " Jelas Ardiya.


"Iya pak, usia kandungannya Bu Gresha masih sangat muda baru 5 minggu jadi efek pusing mual seperti tadi itu biasa, yang penting sekarang harus dibanyakin istirahat dan makan makanan bergizi! "


"Baik dok terimakasih! " Jawab Ardiya dengan senyum yang lebar dan mata yang berbinar.


Ardiya saat ini tengah diselimuti perasaan yang sangat bahagia karena dia akan menjadi seorang Ayah. Tapi berbeda dengan Gresha, air matanya tiba-tiba menetes membasahi pipinya. Bukan, ini bukan air mata bahagia tapi air mata kesedihan, hatinya benar-benar sangat hancur. Karena Gresha tidak pernah menginginkan ada bayi Ardiya dalam rahimnya.


"Masih kurang menderita kah gue selama ini sampai-sampai sekarang gue harus mengandung anak dari laki-laki bajingan ini! " Batin Gresha.


Setelah menebus obat dan vitamin, Ardiya dan Gresha bergegas pulang.


"Sayang kamu mau makan apa? " Tanya Ardiya sambil terus mengendarai mobilnya.


"Nggak laper! "


"Tapi kamu harus banyak makan, kamu denger sendiri kan gimana tadi dokternya bilang. Kamu sekarang sedang hamil kamu juga harus pikirin kesehatan bayi kita. Kamu jangan sampai telat makan! "


"Bacot! " Ucap Gresha dengan wajah datarnya.

__ADS_1


...****************...


Rafandra mondar mandir sambil terus mencoba menghubingi Gresha, tapi sampai saat ini ponsel gadis itu masih saja belum aktif. Rafandra kemudian merebahkan badannya diatas kasur dan menatap sendu langit-langit kamarnya.


"Kenapa lo nyembuiin ini semua dari gue? Lo nggak percaya sama cinta gue? " Gumam Rafandra.


Saat sedang melamun menatap langit-langit kamar, Rafandra dikejutkan dengan kaca jendelanya yang tiba-tiba pecah. Rafandra terbangun dari tidurnya dan dia kemudian melihat sebuah batu yang terbungkus kertas. Kacanya pecah karena lemparan batu itu ternyata. Rafandra dengan sigap mengambil batu itu dan melihat kalau di kertas yang membungkus batu itu ada sebuah tulisan.


...Sumber kebahagiaan lo uda hancur dan lo juga akan hancur...


"Anjing siapa lo sebenarnya? " Teriak Rafandra.


Rafandra kemudian turun dan keluar dari rumah, dia memperhatikan setiap sudut jalanan di depan rumahnya. Dan dia bahkan tak melihat siapapun disitu.


"Apa maksud nya ini semua? Dan siapa lo? " Gumam Rafandra sambil terus meremas kertas teror itu.


...****************...


Ardiya membawakan segelas susu untuk ibu hamil ke kamar, susu itu untuk Gresha yang sedang berbaring lemas di atas tempat tidur. Ardiya lalu meletakkan susu itu di atas meja dekat tempat tidur. Lalu dia duduk dan mengelus kepala Gresha. Wajah Gresha terlihat pucat, karena memang kata dokter awal kehamilan seperti ini memang cukup berat dan membuat badan lesu dan lemas.


"Kamu minum dulu susunya ya! " Ucap Ardiya.


"Tadi aku uda hubungi orang tua kita dan mengabarkan kabar bahagia ini, mereka sangat senang dan meminta kamu untuk menjaga baik-baik cucu mereka! "


"Gue nggak janji! " Celetuk Gresha.


"Maksud kamu? "


"Gue nggak janji sama lo buat jagain bayi ini, bayi ini bukan keinginan gue, bukan kemauan gue! "


"Gresha kamu jangan asal ngomong ya! Di dalam rahim kamu ada anak saya anak kita jangan sampai kamu macam-macam! " Tegas Ardiya dengan sorot mata yang tajam.


"Kalau lo yang mau ngejaga bayi ini lo aja yang hamil bangsat! " Bentak Gresha tiba-tiba.


Ardiya murka darahnya tiba-tiba mendidih, dia kemudian menjambak rambut istrinya itu. Gresha berteriak kesakitan, tapi Ardiya bukannya merasa iba tapi malah semakin mengencangkan genggaman tangannya.


"Jangan sampai kamu sakitin anak kita kalau kamu masih mau orang-orang yang kamu sayangi bahagia! " Ancam Ardiya.


Gresha hanya bisa menangis menahan rasa sakit dan ketakutan yang tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Sekarang cepat minum susu ini! " Perintah Ardiya sambil menarik rambut Gresha hingga membuat Gresha terbangun dari posisi nya yang semula berbaring.

__ADS_1


"Minum dulu baru gue lepasin! "


Dengan tangan yang gemetaran Gresha meraih segelas susu yang ada di atas meja. Dan dengan pelan dia meminum susu itu sedikit demi sedikit. Dengan air mata yang terus menetes Gresha terus meminum susu itu hingga tak tersisa sedikit pun.


Setelah susu itu habis Ardiya mendorong kepala Gresha ke atas kasur dan melapaskan tangannya dari rambut Gresha.


"Makanya nurut! " Gumam Ardiya sambil berlalu pergi meninggalkan Gresha sendiri dengan tangis yang semakin menggebu.


...****************...


Rafandra berdiri di depan ruang kelas Gresha dan Yumi, tapi saat mata kuliah hari itu selesai hanya Yumi yang terlihat keluar dari kelas.


"Yum, Gresha mana? " Tanya Rafandra.


"Gue nggak tahu, nomernya masih belum bisa gue hubungi! "


"****... kemana dia, gue khawatir banget sama dia Yum. Sekarang lo harus anterin gue ke rumah Gresha! ".


" Tapi Raf....! "


"Tapi apa? Lo mau alasan apa lagi? Sekarang giliran bokap lo yang ulang tahun? "


"Bukan Raf, tapi... ! "


"Tapi apa? Lo nggak khawatir sama Gresha, dari kemarin dia nggak bisa dihubungi. Lo nggak khawatir sama dia? "


"Gue khawatir sih tapi lo beneran mau kesana? "


"Iya lah, gue mau mastiin kalau dia baik-baik saja. Soalnya... " Rafandra menggantung ucapannya dan menggenggam tangannya.


"Soalnya apa Raf? " Tanya Yumi penasaran.


"Gue akhir-akhir ini dapat teror! "


"Teror? Yang bener lo? siapa yang neror? "


"Gue belum tahu siapa pelakunya, tapi gue takut kalau Gresha juga jadi sasarannya! "


"Kenapa lo bisa mikir gitu? "


"Soalnya kemarin gue dapat teror lagi dan isi tulisan itu bilang kalau sumber kebahagiaan gue uda hancur, dan lo tahu sendiri Gresha itu salah satu sumber kebahagiaan gue Yum! "

__ADS_1


__ADS_2