Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 107 (Makam)


__ADS_3

"Apaan sih lo Ka, lo nggak usah ngaco gini deh! " Tegas Yumi.


"Gue serius gue nggak ngaco, gue suka sama lo dari dulu Yum! "


Ditengah perbincangan serius itu tiba-tiba datanglah Rafandra yang berlarian mencari Raka.


"Lo disini ternyata Ka, gue cariin juga! " Ucap Rafandra sambil mengatur nafasnya.


Raka hanya diam dan sesekali menatap mata Yumi yang terlihat gusar.


"Ayo pergi sekarang, ngapain sih lo disini sama temennya pengkhianat itu juga ngapain. Buruan ikut gue sekarang! " Celetuk Rafandra.

__ADS_1


Mendengar kata pengkhianat keluar dari mulut tajam Rafandra sontak membuat hati Yumi kesal. Tapi dia sekuat tenaga menahan rasa amarahnya itu dan memilih berbalik badan lalu pergi meninggalkan dua orang laki-laki itu.


Lalu Rafandra juga pergi berjalan berlawanan arah dengan Yumi lalu diikuti oleh Raka yang berjalan dengan perasaan gelisah.


...****************...


Ardiya datang ke kampus untuk menjemput Gresha, dan setelah bertemu dengan Gresha, mereka berdua langsung pergi menuju ke makam Naya.


Wajah Ardiya masih terlihat murung, jelas terlihat kalau Ardiya masih merasa sedih karena teringat dengan kepergiaan Naya malam itu.


Dan setelah cukup panjang perjalanan akhirnya mereka tiba juga di makam Naya. Tempat Naya di makamkan ini memang terletak cukup jauh dari tempat tinggal mereka, sekitar 2 jam perjalanan. Karena Ardiya dan Papanya memang tidak mau kalau makam Naya ini gampang di temukan oleh Rafandra , jadi sengaja di makamkan di tempat yang cukup jauh.

__ADS_1


Mereka berdua turun dari mobil, dan tak lupa Gresha menggunakan kerudung hitam untuk menutup rambutnya.


Sebelum ke makam Naya, mereka berdua membeli bunga terlebih dahulu dan melanjutkan langkah kaki mereka menyusuri jalan setapak melewati banyak makam dan akhirnya sampailah di sebuah makam yang indah nan bersih.


"Ini makam Naya! " Ucap Ardiya sambil menyorotkan matanya pada batu nisan makam Naya.


Mereka berdua kemudian duduk dan menaburkan bunga-bunga di atas makam Naya dan tak lupa doa pun mereka lantunkan untuk Naya.


"Hai Naya, aku Gresha, aku kakak ipar kamu, pasti senang jika kita bisa bertemu, mungkin kita akan lebih cepat akrab karena usia kita tidak jauh berbeda, Nay kamu bahagia disana ya, kamu jangan khawatir disini aku akan selalu jaga kakak kesayangan kamu ini. Dia sangat sayang sama kamu Nay, sangat sayang jadi kamu jangan sedih ya disana, kamu harus bahagia disana! " Lirih Gresha sambil mengusap lembut batu nisan Naya.


Tak terasa tetesan air mata pun menetes membasahi pipi Gresha dan juga Ardiya. Mereka benar-benar larut dalam kesedihan, meskipun Gresha belum pernah bertemu dengan Naya tapi dia saat ini merasa sudah begitu dekat dan hangat.

__ADS_1


"Kita akan lebih sering kesini Nay, kita akan sering nengokin kamu, kita janji! " Lanjut Gresha.


"Kakak rindu Nay, rindu. Maafin kakak nggak bisa jaga kamu! " Lirih Ardiya sambil menahan isak tangisnya.


__ADS_2