
Gresha berjalan menuju kantin setelah selesai mengikuti mata kuliah. Dia berjalan dengan penuh semangat, dia sangat tidak sabar bertemu kekasih nya. Terlihat Rafandra sudah menunggu Gresha, dia duduk dengan dua gelas minuman dan dua mangkok bakso dimejanya.
"Rafandra! ".
Rafandra berdiri menatap Gresha yang datang menghampirinya, Rafandra kemudian menarik kursi dan mempersilahkan Gresha duduk.
"Gres kamu okay? "
"I'm okay sayang, cuma kangen aja sama kamu! "
"Happy Anniversary sayang! "
"Happy Anniversary juga sayang! "
Gresha kemudian mengeluarkan kado dari dalam tasnya, dan memberikannya pada Rafandra.
"Buat aku? "
Gresha menganggukan kepalanya. Kemudian Rafandra terlihat juga mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Rafandra memberikan kotak hadiah itu pada Gresha.
"Kita buka bareng yuk!! " ajak Gresha.
"Kita buka sekarang ya! "
Mereka berdua kemudian saling membuka kado itu. Rafandra melihat kado itu dan tersenyum lebar.
"Bagus banget sayang jam tangannya! " ucap Rafandra tersenyum lebar
"Dipakai lho yaa! "
"Pasti! "
Rafandra kemudian langsung memakai jam tangan itu di pergelangan tangan kirinya.
Gresha kemudian melihat kado yang dia dapatkan dari Rafandra,dia sangat takjub dan tercengang melihat isi kado itu.
Rafandra kemudian memegang tangan Gresha.
"Kamu suka? "
"Suka,Ini bagus banget sayang! "
"Aku pakein ya! "
Rafandra kemudian memakaikan gelang berhiaskan permata di pergelangan tangan kiri Gresha.
"Kamu makin cantik pakai ini! " rayu Rafandra.
Mereka kemudian saling bercanda dan bersenda gurau sambil menikmati bakso mereka.
"Aku nyiapin makan malam mewah gagal ketemu kamu, sekarang kita ngerayainnya makan bakso! "
"Maaf ya, kamu pasti kemarin uda repot banget nyiapin semuanya! "
"Nggak apa-apa sayang, kemarin juga makanan nya uda dihabisin Yumi tuh! "
"hahaha hahaha! "
Terdengar gelak tawa dari mereka berdua.
__ADS_1
"Pulang aku anterin ya! "
"Nggak usah Raf, aku sama sopir! "
"Ya uda kalau gitu, kabarin kalau nanti sampai rumah! "
Sepanjang perjalanan pulang Gresha tak henti-henti nya tersenyum, dia terus memandangi gelang pemberian Rafandra.
"Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan kamu Raf ! " batin Gresha.
Setelah sampai rumah Gresha masuk ke kamar dan berbaring di atas tempat tidur. Dia merasa lebih leluasa karena Ardiya belum pulang dari kantor. Kemudian dia teringat untuk telfon Mamahnya.
"Halo Mah, mamah dimana? "
"Mamah di rumah sayang, tadi Papah sama Mamah uda ke kantor suami kamu! "
"Terus gimana mah? "
"Ardiya dan Papah nya memberikan kepercayaan kepada Papah kamu untuk mengelola salah satu perusahaan dari Bimantara Group, dengan keadaan Papah yang sekarang yang masih belum bisa jalan susah untuk membuka perusahaan baru, jadi sambil mengelola perusahaan dari Bimantara Group Papah juga bisa mempersiapkan bisnis nya sendiri!"
"Papah sama Mamah jangan capek-capek tapi ya! "
"Iya sayang, kamu sendiri gimana keadaannya? "
"Aku baik Mah! "
"Gresha terimakasih kamu sudah berjuang sejauh ini buat Papah sama Mamah! "
"Aku cuma mau Papah sama Mamah bahagia! "
Percakapan itu membahagiakan dan juga menyedihkan bagi Gresha. Bahagia karena perekonomian keluarganya mulai bangkit, tapi sedih karena dia harus mengorbankan cintanya untuk laki-laki yang tidak punya hati seperti Ardiya.
Gresha ingin mengganti pakainnya dengan pakaian tidur, dia membuka lemari berharap ada baju tidur yang bisa dia kenakan. Karena Gresha memang tidak banyak membawa baju, semua baju dan kebutuhan pribadi nya sudah disiapkan. Dia sebenarnya seperti Ratu tapi Ratu yang tak punya cinta hanya punya harta.
Gresha membuka lemari, tapi dia terkejut saat melihat satu lemari itu penuh dengan baju tidur tapi baju tidur sexy.
"Apa-apaan ini semua?"
Gresha kemudian turun dan mencari asisten rumah tangganya.
"Bi... bibi.... "
"Iya mbak Gresha ada apa? "
"Bibi bisa kasih tahu dimana tempat menyimpan baju tidur untuk saya? "
"Iya mbak, mari saya tunjukan! "
Gresha berharap dari sekian pintu lemari itu masih ada lemari lain selain lemari yang menyimpan baju tidur sexy itu.
Asisten rumah tangga itu kemudian membuka salah satu pintu lemari dan itu adalah lemari yang tadi Gresha buka.
"Ini mbak! ".
" Hanya ini? "
"Iya mbak, kurang banyak?".
" Bu.. bukan kurang banyak, ini uda banyak banget, tapi maksudnya ini kan baju sexy semua, nggak ada baju model lain, piyama panjang atau apa gitu? "
__ADS_1
"Tidak mbak, waktu kemarin baju-baju pesenan Pak Ardiya datang yang untuk mbak Gresha semua model baju tidurnya seperti ini mbak! "
"Lalu ini lemari yang lain isinya apa aja? "
"Ada baju untuk mbak Gresha kuliah, jalan-jalan, pesta, semua sudah disiapkan, dan untuk baju tidur disini mbak! "
Gresha menghela nafas panjang.
"Baik kalau gitu makasih ya bi! "
"Baik mbak, saya permisi dulu! "
Gresha duduk diatas kasur memperhatikan lemari yang terbuka itu.
"Gila, nggak mungkin aku harus pakai ini kan? memang gila itu Ardiya! "
Dengan terpaksa Gresha memutuskan untuk pakai baju tidur yang sudah disiapkan, Gresha memilih satu per satu baju yang tidak terlalu sexy.
"Gila masak aku tiap hari harus pakai pakaian kayak gini, sinting memang laki-laki itu! "
"Siapa yang sinting? "
Terdengar suara laki-laki dari arah belakang, dan Gresha mengenal suara itu. Gresha membalikan badannya dan melihat Ardiya sudah berdiri di samping kasur. Gresha yang gelagapan kemudian menutup pintu lemari itu.
"Kenapa ditutup? sudah tahu mau pakai yang mana? "
"Saya mau pakai ini saja, tidak perlu ganti baju! "
"Kamu mau tidur pakai celana panjang dan blouse kayak gitu? "
"Em... iya, saya sudah biasa seperti ini! "
Ardiya kemudian berjalan ke arah lemari pakaian, dia memilih-milih baju dan akhirnya mendapatkan satu baju tidur berwarna merah model kimono yang transparan. Diberikannya baju itu kepadaw Gresha.
"Pakai ini! "
"Nggak, saya nggak mau! "
"Saya mau kamu pakai ini! "
"Nggak! "
"Kamu membantah perintah saya? "
Ardiya menatap Gresha dengan tatapan yang tajam, membuat Gresha takut dan gelagapan.
"Oke.. sa.. saya pakai ini! "
Gresha kemudian menuju ke kamar mandi dan berganti pakaian.
"Sialan, kenapa aku harus pakai pakaian seperti ini di depan Ardiya, brengsek! " gumam Gresha.
"Kenapa lama sekali? " terika Ardiya.
"Sialan! Aku harus gimana? ini baju nya transparan banget, sama aja aku nggak pakek apa-apa! "
"Kamu keluar atau pintu nya saya dobrak? "
Teriakan Ardiya itu terdengar dan membuat Gresha kesal, dia kemudian memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi dengan baju tidur sexy yang ia kenakan itu. Karena dia tahu Ardiya pasti akan benar-benar mendobrak pintu itu kalau dia tidak keluar. Gresha keluar dengan menundukan kepalanya, kedua tanganya menyilang berusaha menutupi bagian ***********. Ardiya tampak kagum dan terkesan melihat Gresha dalam balutan baju tidur model kimono berwarna merah yang transparan memperlihatkan setiap bagian tubuh Gresha. Dengan rambut terurai dan muka memerah membuat Gresha terlihat lebih cantik dimata Ardiya. Ardiya berjalan menghampiri Gresha dan membelai mesra istrinya itu. Gresha hanya diam, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa, karena dia tahu semakin dia menolak Ardiya akan semakin kasar.
__ADS_1