Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 112 (Berdamai?)


__ADS_3

“Tulus kamu bilang?” Ketus Rafandra dengan senyum sinis di bibirnya.


“Lalu cinta ku selama bertahun-tahun ini sama kamu , apa kamu kira nggak tulus? Aku sebegitu tulus mencintai kamu Gres, tapi kamu juga khianatin dan ningalin aku begitu saja. Jadi apa selama kita pacaran sebenarnya nggak ada cinta yang tulus buat aku? Dan apa kamu hanya memberikan cinta tulus mu pada Ardiya?” Sinis Ardiya.


Sontak Gresha terdiam, dan perlahan raut wajah garangnya berubah menjadi sendu.


“Kenapa diam? Apa kini kamu menyadari kalau apa yang aku katakana ini benar? Benar kan kalau selama ini kamu nggak benar-benar tulus sama aku? Atau jangan-jangan cerita tentang kebangkrutan dan terpaksa menikahi laki-laki kaya raya itu hanya cerita palsu belaka? Dan yang sebenarnya terjadi memang kalian berdua sudah menjalin hubungan dari lama dibelakangku ?” Sinis Ardiya.


“Kamu makin ngaco Raf!” Ketus Gresha.


“Ngaco? Justru kamu yang ngaco Gresh, bisa-bisanya bicara tentang ketulusan padahal kamu sendiri yang kehilangan ketulusan itu!”


Saat meeka berdua masih diliputi ketegangan, dan disaksikan puluhan pasang mata, Yumi pun datang dengan langkah yang begitu cepat menghampiri Gresha.


“Gres ada apa? Lo nggak apa-apa kan ?” Tanya Yumi panik.


Gresha hanya diam dan terus memandang sinis Rafandra, begitupun Rafandra menatap Gresha.


“Ayo Gres kita masuk ke kelas, bentar lagi kelas kita dimulai!” Ajak Yumi.


Yumi lalu menarik paksa badan Gresha dan mengajak nya pergi dari kerumunan itu. Sedangkan Rafandra hanya menatap tajam kepergian Gresha bersama Yumi.


Sepanjang perjalanan menuju ke kelas , Gresha hanya diam dan tak sepatah kata pun kelur dari mulutnya. Dari matanya juga nampak kalau Gresha seperti menahan tangisnya.


Dan setelah sampai di kelas, Yumi mengulurkan sebotol air mineral kepada Gresha.


“Minum dulu Gresh!”


Gresha lalu mengambil air minum itu dan meminumnya cukup banyak.


“Gue uda jahat banget sama Rafandra ya Yum? Tapi gue dulu juga benar-benar tulus cinta sama Rafandra, dan sekarang kalau gue juga mencintai Ardiya dengan tulus apa itu salah? Bukan berarti kalau sekarang gue tulus cinta sama Ardiya dulu gue nggak tulus sama Rafandra. Gue cinta sama Ardiya karena memang sekarang dia suami gue, dan gue memang harus memilih kan Yum? Dan apa pilihan gue ini salah Yum? Bilang Yum bilang!” Ucap Lirih Gresha ke Yumi.

__ADS_1


Gresha lalu menceritakan kepada Yumi alasan nya tadi beradu mulut dengan Rafandra, mulai dari dia memergoki Raka di depan rumah mertuanya. Yumi pun hanya mendengar kan semua cerita itu dengan seksama.


Yumi hanya diam dan memegang pundak Gresha , Yumi saat ini ingin mencoba menenangkan Gresha. Tapi Yumi juga belum bisa menemukan kalimat yang tepat yang bisa menenangkan sahabatnya itu.


****


Setelah selesai kuliah Gresha buru-buru pulang, sore ini Yumi di jemput oleh sopirnya karena Ardiya masih ada meeting di kantor dan tidak bisa menjemput Gresha di kampus. Lagi-lagi Gresha hanya diam termenung sambil menatap jalanan dari dalam mobilnya.


Sedangkan sepulang kuliah Yumi langsung pergi ke rumah Raka, Yumi benar-benar ingin bicara serius pada sahabat Rafandra itu. Sesampainya di rumah Raka ternyata Raka sedang asyik meminum secangkir kopi di teras rumahnya. Raka pun terkejut melihat kedatangan gadis pujaan hatinya itu.


“Yumi, lo kesini kenapa nggak ngasih kabar dulu?”


Tanya Raka dengan wajah sumringah.


“Maksud lo apaan ngintai rumah orang tua Ardiya?” Ketus Yumi.


“Lo ngomong apaan sih Yum, mending sini deh kita duduk dulu dan gue ambilin minum dulu!” Ucap Raka dengan ramahnya.


“Lo pasti kehasut sama Gresha, pasti lo kemakan omongan Gresha itu, padahal gue sama sekali nggak ada maksud buat mata-matain rumah orang tua Ardiya, gue uda jelasin juga ke dia kalau gue disana itu cuma kebetulan aja!”


Yumi lalu diam dan menundukan kepalanya sejenak. Lalu dia menarik nafas panjang dan menatap kedua bola mata Raka dengan sendu.


“Lo tahu kenapa gue nggak mau ngejalin hubungan sama lo Ka?”


“ke..kenapa?” Tanya Raka lirih.


“Karena ini, karena hal-hal seperti ini, hal-hal berseberangan ini yang membuat kita nggak akan pernah bersama!”


“Ini tuh masalahnya Rafandra sama Gresha, bukan masalah kita dan ini nggak ada sangkut pautnya sama kita, jadi kenapa lo mesti takut buat ngejalin hubungan ini sama gue?” Ucap Raka dengan mata yang berkaca-kaca.


“Tapi lo sendiri bahkan terlibat dengan semua rencana Rafandra itu dan lo masih bilang kalau lo nggak terlibat? Buka mata lo Ka, lihat kenyataannya sekarang!” Maki Yumi.

__ADS_1


“Karena ini semua juga gara-gara Gresha dan Ardiya, mereka yang selalu ngusik Rafandra dan mana mungkin gue sebagai sahabatnya tega membiarkan Rafandra menghadapi ini semua sendiri!” Tegas Raka.


Yumi tersenyum sinis saat mendengar ucapan Raka itu.


“Itu lo bisa paham kan? Gue juga akan lakuin hal yang sama kayak apa yang lo lakuin sama Rafandra!”


Setalah mengucapkan kalimat itu Yumi bergegas pergi dan meninggalkan Raka tanpa sepatah kata pun. Yumi segera masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya dengan kencang, dadanya kini terasa sangat sesak, dan air matanya pun tanpa dia sadari mulai menetes jatuh membasahi pipinya.


“Kenapa gue nangis?” Lirih Yumi sambil menyapu air matanya dengan jari-jari tangannya.


“Apa gue sebenarnya juga mulai suka dengan Raka?” Lirih Yumi.


Dia kemudian mengepalkan jari-jari tangannya dan merasa sangat kesal dengan perasaanya sendiri.


****


Rafandra yang tengah berdiam diri di dalam kamar dikejutkan oleh Sherly yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Sherly lalu duduk disebelah Rafandra yang tengah bengong itu.


“Kamu hentikan pencarian peneror itu ya sayang!” Celetuk Sherly yang sangat mengejutkan Rafandra.


“Maksud mama apaan?”


“Kamu stop semuanya, nggak ada gunanya juga kan kamu cari tahu siapa peneror itu sampai sekarang juga kamu belum menemukan petunjuk apa-apa kan!”


“Kata siapa ma kalau aku belum menemukan petunjuk, aku sama Raka sudah mulai menemui titik terang, dan sekarang kami juga tengah mencurigai seseorang yang bisa dibilang sangat kenal dengan kita!”


“Siapa?”


“Papanya Ardiya!”


Sherly lalu diam, dan meraih tangan Rafandra. Sherly lalu mengusap punggung tangan anak laki-laki kesayangannya itu.

__ADS_1


“Sudah Raf sudah, lebih baik kita meminta maaf pada Ardiya dan Papanya, kesalahan kita di masa lalu memang terlalu besar dan sangat menyakitkan bagi mereka. Jadi bukan salah mereka juga kalau mereka membenci dan membalaskan dendam mereka pada kita, jadi sudahi semuanya Raf dan meminta maaf dengan mereka, dan kenapa kita nggak mencoba untuk berdamai dengan mereka?” Ucap Sherly dengan lembut sambil tersenyum manis kepada Rafandra.


__ADS_2