
"Malam ini aku pengen ngajak kamu dinner Gres, kita uda lama banget nggak dinner! " ajak Rafandra.
"Em, tapi aku... "
"Kenapa? kamu sekarang nggak pernah mau jalan sama aku, ada masalah apa? aku ada salah apa? "
"Kamu nggak ada salah sama sekali Raf! "
"Terus kenapa? aku cuma mau jalan sama pacarku aja, kenapa susah banget! "
"Kita kan tiap hari uda ketemu di kampus Raf! "
"Hah? kamu berubah Gres, dulu kita sering jalan bareng meski di kampus ketemu terus, bahkan aku selalu antar jemput kamu ke kampus. Sekarang kamu nggak mau aku antar jemput lagi, dan kamu selalu nolak tiap kali ngajakin kamu jalan, aku ngerasa kamu makin aneh! ".
" Aku cuma... emm..!
"Kenapa? salah aku apa? ".
" Oke nanti malam kita dinner! ".
" Serius kamu mau?"
"Iya! "
"Oke nanti aku jemput ya! "
"JANGAN!!"
"Kenapa? "
"Kita langsung ketemu aja disana di Paradise Cafe ya! "
"Oke deh kalau itu mau kamu! "
Sepanjang perjalanan pulang dari kampus Gresha merasa kebingungan mencari alasan supaya dia bisa keluar bertemu Rafandra. Dia tidak ingin membuat Rafandra kecewa malam ini.
Setelah sampai di rumah Gresha memilih baju yang akan ia kenakan malam ini, setelah memilih baju kemudian dia menelfon Ardiya.
"Halo, kenapa? "
"Aku nanti malam mau pergi ke acara ulang tahun temen aku sama Yumi! "
"Acaranya dimana? "
"Ritz Hotel! "
"Diantar sopir ya! ".
" Nggak perlu, aku naik taxi aja!"
"Kenapa ? "
"Ya nggak kenapa-kenapa, aku mau naik taxi aja. Lagian juga nggak lama kok! "
__ADS_1
"Oke, jangan pulang malam!"
"Heem! "
Gresha kemudian segera mandi dan bersiap-siap untuk dinner malam ini. Gresha mengenakan gaun warna peach hingga lutut dengan leher yang terlihat panjang dan diberinya sentuhan kalung yang cantik. Setelah selesai bersiap-siap Gresha segera turun dan memesan taxi online.
"Mbak Gresha mau kemana? " tanya Asisten Rumah Tangga Gresha.
"Saya ada acara ulang tahun teman, saya sudah ijin Ardiya. Bibi tenang aja! "
"Baik mbak! "
Selain membantu mengurus perkerjaan rumah, Bi Iyem atau Asisten Rumah Tangga Ardiya juga di beri tugas oleh Ardiya untuk menjaga dan mengawasi Gresha. Tidak membiarkan Gresha pergi tanpa izin dari Ardiya.
Setelah taxi online datang Gresha kemudian berangkat ke Paradise Cafe. Gresha tidak sabar menikmati malam ini dengan Rafandra.
Tak lama kemudian Gresha datang dan segera mencari Rafandra. Setelah bertemu Rafandra mereka terlihat asyik mengobrol sambil menikmati makan malam mereka. Rafandra juga sesekali mencium tangan Gresha. Malam semakin larut Gresha dan Rafandra memutuskan untuk segera pulang.
"Aku anter pulang ya Sayang, ini uda malam! "
"Aku naik taxi aja, ini aku uda pesen kok! "
"Beneran nggak mau aku anterin? "
"Kamu langsung pulang aja, kamu pasti capek juga! "
"Tapi... "
"Eh ini taxi ku uda datang, aku pulang dulu ya sayang! "
"Pak tolong lebih cepat lagi ya! " pinta Gresha kepada sopir taxi.
"Baik mbak! ".
Sopir taxi itu sudah berusaha untuk ngebut tapi tetap saja, ternyata mobil Ardiya sudah terparkir digarasi. Gresha masuk ke dalam rumah dengan cemas dan tangan yang penuh dengan keringat. Kali ini dia sangat takut. Bi Iyem kemudian berjalan menghampiri Gresha yang berjalan penuh hati-hati.
" Mbak Gresha, sudah ditunggu Pak Ardiya di kamar! "
"Oh.. iya bi, Ardiya sudah pulang dari tadi bi? "
"Sebelum jam 10 tadi Pak Ardiya uda pulang mbak! "
"Oh.. ****! " batin Gresha.
Gresha menarik nafas panjang dan mencoba untuk rileks saat hendak membuka pintu kamarnya.
"Oke tenang, tenang, loe bisa Gresha! " gumam Gresha untuk menenangkan dirinya sendiri.
Dengan perlahan Gresha membuka pintu kamar itu, dia berjalan pelan, dan dia melihat Ardiya tengah duduk di atas tempat tidur sambil membaca buku.
"Kamu baru pulang sayang? "
"I... iya! ".
__ADS_1
" Bersih-bersih dan siap-siap untuk tidur ya! "
"I... iya! "
Gresha kemudian segera meletakan tasnya dan mengambil baju tidur lalu pergi ke kamar mandi.
"Kok Ardiya nggak marah-marah? padahal aku uda telat banget pulangnya! " gumam Gresha.
Setelah selesai bersih-bersih Gresha langsung menuju ke kasur karena dia sangat lelah dan mengantuk. Saat Gresha akan membaringkan badanya tiba-tiba Ardiya memberikan handphone nya ke Gresha dan menunjukan sebuah foto. Gresha terkejut melihat foto itu karena foto itu adalah foto Gresha dan Rafandra saat makan malam tadi.
"Kamu nggak ada niatan sama sekali untuk minta maaf ke aku? "
"Dapat ini dari mana? "
"Ini nggak penting dari mana! "
"Aku bisa jelasin! "
"Oke aku tunggu penjelasannya! "
"Em... iya aku pergi dinner sama Rafandra, aku minta maaf tadi bohongin kamu, tapi aku nggak bisa lagi alasan buat nolak ajakan Rafandra ! "
"Uda gitu aja? ".
" Em... I.. ya! ".
" Kamu jangan coba-coba bohongin aku lagi, karena aku nggak bisa kamu bohongin gitu aja, kamu mungkin nggak sadar kalau aku tahu semua gerak gerik kamu diluar sana! SEMUA NYA AKU TAHU! "
"Kamu mata-matain aku? "
"Kalau iya kenapa? ".
"Aku uda jadi istri kamu, apa yang perlu kamu cari tahu lagi dari aku? aku juga uda nggak bisa berbuat apa-apa sekarang, kenapa masih harus kamu kirim mata-mata? "
"Aku tahu kamu akan melakukan apapun untuk pacar brengsek kamu itu, jadi kamu akan selalu dalam pengawasanku, dan aku nggak mau kejadian malam ini terulang lagi! PAHAM?? "
"I... iya.. "
"Sekarang aku mau bersenang-senang dengan kamu! " bisik Ardiya lembut.
"A.. aku capek banget! "
"capek? kamu capek pacaran dan kamu nggak mau melayani suami kamu? "bentak Ardiya.
Gresha menunduk ketakutan.
" Buka baju kamu sekarang! "
"Jangan malam ini aku mohon! "
"BUKA! "
Berkali-kali dibentak oleh Ardiya membuat Gresha semakin takut untuk melawan. Dengan pelan ia melepas satu per satu baju yang menutupi tubuhnya hingga dia benar-benar tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya. Ardiya kemudian membelai mesra tubuh Gresha yang sudah lemas itu.
__ADS_1
Gresha terbangun dan Ardiya masih terus mendekap tubuhnya. Hari ini weekend Ardiya tidak berangkat ke kantor begitupun Gresha yang tidak ke kampus. Gresha ingin bangun dan mencoba melepaskan pelukan Ardiya dari tubuhnya, tapi Ardiya makin terus memeluk Gresha dengan erat.
"Ini hari libur aku mau menghabiskan hari ku sama kamu! " gumam Ardiya dengan mata yang masih terpejam. Gresha kemudian terdiam dalam pelukan Ardiya, membiarkan kulitnya bersentuhan langsung dengan kuliat Ardiya. Hanya selimut yang menutupi tubuh mereka tidak ada yang lain. Gresha yang terdiam dalam pelukan Ardiya semakin lama merasakan kehangatan dalam pelukan itu dan tanpa ia sadari ia balik memeluk tubuh Ardiya.