
“Gimana uda siap malam ini?” Bisik Ardiya tepat di telinga kanan Gresha.
Seketika rasa dingin menjulur keseluruh tubuh Gresha, jantungnya berdetak kencang, dan nafasnya merasa semakin tidak bisa diatur. Nafas Ardiya yang tepat di telinga Gresha sungguh membuat Gresha tidak bisa berfikir dengan jernih. Karena panik dan tidak tahu harus berbuat apa, Gresha lalu mundur satu langkah ke belakang, dan dia mulai mengatur ritme nafasnya. Gresha lalu melihat Ardiya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Pria yang berdiri di depannya malam ini memang terlihat sangat menggoda imannya.
“Kenapa , kamu belum siap?” Tanya Ardiya lagi.
Gresha lalu bangun dari lamunannya dan menatap wajah Ardiya.
“Si…siap…aku siap!” Ucap Gresha dengan gerogi.
Dia kali ini merasa kalau seperti malam pertama pengantin yang sesungguhnya, padahal mereka berdua pernah melakukan hubungan sebelumnya, tapi tentu saja semua itu disaat Gresha tidak punya perasaan apa-apa. Dan pastinya penuh dengan kekerasan.
“Kamu masih takut atau masih trauma?” Lirih Ardiya.
Selama ini Ardiya selalu takut mendekati Gresha, selalu berusaha menjauh dari Gresha, bahkan sekuat tenaga menahan keinginnanya untuk menikmati tubuh indah istrinya itu. Ardiya selalu berfikir kalau saja Gresha takut dan trauma dengan kejadian mereka masa lalu, karena saat itu pula Ardiya melakukannya hanya semata-mata karena nafsu dan keinginan yang kuat untuk memiliki Gresha seutuhnya.
“Nggak aku nggak takut sih cuma….!”
“Cuma apa?”
“Cuma aku..aku gugup..!”
Mendengar Gresha yang mengatakan kalau dia gugup sungguh membuat Ardiya tertawa begitu bahagianya, wajah Gresha saat ini memerah dengan ekspresi polos yang menggemaskan sungguh membuat Ardiya tidak bisa berhenti tertawa.
__ADS_1
“Aku siap-siap dulu…!” Ucap Gresha sambil berjalan cepat ke arah kamar mandi.
Gresha langsung meletakan tas nya dan segera masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi pun Gresha tidak segera mandi, dia terlihat bengong dan memikirkan langkah-langkah yang harus dia lakukan saat berhubungan dengan Ardiya. Meskipun dulu sudah pernah melakukannya tapi dulu Gresha hanya menangis dan berteriak kesakitan, tidak ada hal lain yang dia lakukan saat itu. Dan kali ini dia harus benar-benar melakukan sesuatu agar Ardiya juga merasa bahagia.
Otaknya pun kini mulai membanyangkan adegan demi adegan yang akan dia lakukan , dimulai dengan membelai lembut wajah dan rambut Ardiya. Lalu mulai dengan mencium seluruh bagian wajah lalu terakhir mendarat di bibir Ardiya yang sangat menggoda. Dan lalu…..
Tok…tok…tok
Suara ketukan pintu kamar mandi itu sontak mambangunkan Gresha dari lamunannya.
“Iya ada apa?” Tanya Gresha dari dalam kamar mandi.
“Kamu nggak apa-apa? Kenapa lama banget mandinya?” Tanya Ardiya dari balik kamar mandi.
“Iya aku nggak apa-apa, bentar lagi ya!” Teriak Gresha.
Gresha lalu segera mandi , dan dia memastikan kalau sabun yang dia pakai kali ini akan meninggalkan wangi yang tahan lama di tubuhnya. Setelah selesai mandi Gresha segera ke ruangan wardorebe nya dan memilih baju tidur yang menurutnya paling sexy. Setelah cukup lama memilih akhirnya Gresha memilih mengenakan baju tidur berwarna hitam model dres dengan panjang di atas lutut dengan belahan samping hingga pinggul. Dan dengan kain yang cukup menerawang hingga bisa memperlihatkan bagian tubuh yang terlapis oleh baju itu.
“Kayaknya ini terlalu terlalu sexy deh!” Gumam Gresha sambil berkaca di depan cermin.
“Tapi kan emang harus gini , ini kan malam pertama gue sama Ardiya, malam pertama yang benar-benar dilakukan penuh cinta!”
Gresha lalu segera menyisir rambutnya, menyemprotkan parfum sebotol ke seluruh tubuhnya. Dan tak lupa menggunakan sedikit pewarna dibibirnya agar terlihat semakin memggoda. Tak lupa juga mengoleskan lotion ke seluruh tubuhnya agar wanginya tetap terjaga.
__ADS_1
Gresha lalu berjalan pelan keluar dari ruangan Wardrobe nya dan menuju ke tempat tidurnya, dan saat dia sudah sampai tepat di depan tempat tidurnya, dia benar-benar dibuat terkejut oleh Ardiya. Karena saat ini dia melihat Ardiya sudah terlihat tertidur sambil memegang ponselnya.
“Dia..ti..tidur? Kok bisa?” Gumam Gresha.
Seketika wajah Gresha melongo melihat suaminya itu tengah tertidur lelap, mungkin memang Ardiya terlalu lelah dan Gresha terlalu lama bersiap-siap. Gresha merasa kesal dengan dirinya sendiri karena dia yang terlalu lama berfikir dan berdandan , malam ini pun dia gagal merasakan kenikmatan duniayang sudah dia bayangkan itu.
Gresha lalu duduk di pinggir kasur dan membelakangi Ardiya, Gresha terlihat menunduk dan memangku wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya. Gresha kali ini benar-benar menyesali kegagalannya.
Dan saat Gresha tengah merenung, tiba-tiba dia merasakan adanya sentuhan dipunggungnya, Gresha pun bergidik ngeri takut kalau ada makhluk halus di dalam kamarnya itu. Tapi tiba-tiba dia merasakan ada dua tangan yang mulai memeluk tubuhnya. Dan dia juga merasakan ada yang bernafas tepat di telinganya.
“Kamu wangi!” Bisik Ardiya.
“Ardiya..kamu kok bangun?”
“Mana bisa aku tidur nyenyak, ini kan malam yang paling aku tunggu!”
Ardiya memeluk erat tubuh istrinya dengan erat dan perlahan mencium leher Gresha yang penuh aroma wewangian itu. Gresha pun seketika dibuat melayang dengan sentuhan dan ciuman yang diberikan Ardiya. Gresha lalu melapaskan pelukan dari Ardiya dan bediri lalu berbalik menhadap Ardiya. Sungguh raut wajah Ardiya benar-benar menggoda iman Gresha kali ini. Gresha lalu mendorong tubuh Ardiya hingga terjatuh di atas tempat tidur, dan dengan begitu sexy nya Gresha meraba wajah hingga rambut Ardiya. Dia melakukan persis dengan apa yang dia bayangkan tadi.
Dan kini bibir mereka berdua saling bertemu dan bertaut, bibir Gresha terasa begitu manis dan memuaskan bagi Ardiya. Lidah mereka pun kini sudah saling bertemu dan bermain dengan indah. Tak lupa tangan mereka juga saling meraba dan menjalar ke tubuh satu sama lain. Dan perlahan Ardiya meraba dada Gresha yang dari tadi menggoda Ardiya. Tiak terlalu besar tapi itu sangat cukup dan menawan bagi Ardiya. Dan untuk Gresha semakin lama semakin dibuat panas dingin oleh Ardiya, semua sentuhan yang Ardiya berikan begitu indah dan memuaskan, dan seakan-akan Gresha ingin terus mengulangi adegan demi adegan ini. Dan malam ini benar-benar menjadi malam pertama yang begitu dipenuhi oleh cinta, kasih sayang dan sejuta kebahagiaan. Mereka berdua benar-benar larut, lupa akan semua masalah yang selama ini mereka hadapi.
“I Love You!” Bisik Ardiya di telinga Gresha.
“I Love You too…!” Jawab Gresha dengan diringi suara ******* manja nan indah yang keluar dari bibir manis Grehsa.
__ADS_1
Kini merka berdua benar-benar menikmati rasanya menjadi suami dna istri dan sesungguhnya, moment yang ditunggu-tunggu Ardiya kini benar-benar sudah menjadi miliknya. Ardiya sudah bisa menaklukan kerasnya hati Gresha. dan malam ini juga Ardiya berjanji akan selalu membuat istrinya itu merasakan kebahagiaan yang berlimpah.