Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 126 (Bantuan)


__ADS_3

“Mama dikasih tahu siapa kalau aku bolos kuliah? Bukan dari Raka kan?” Tanya Sherly saat mereka berdua kini sedang menikmati sarapan.


“Ada lah Raf, kamu kalau mau marah sama mamah ya marah aja Raf, jangan sampai kamu bolos kuliah kayak gini, mau jadi apa kamu nanti kalau bolos terus. Mama terima kalau memang kamu mau marah sama mama, karena memang mama yang salah. Tapi jangan sampai kamu korbanin kuliah kamu!” Ucap Sherly dengan tatapan kasih sayang seorang ibu.


“Mama tuh apaan sih kayak gini aja nggak jujur, apalagi masalah yang lain. Oh ya kan memang mama banyak bohong ya sama aku, banyak hal yang disembunyiin sama mama dari aku!” Ucap Rafandra dengan tatapan mata penuh sindiran. 


“Maksud kamu ngomong gini sama mama apa sih Raf? Kamu masih kesel gara-gara mama nutup-nutupin tentang idenstitas Naya? Mama minta maaf kalau memang mama nggak jujur, tapi itu juga demi kebaikan kita semua!”


“Kebaikan siapa yang mama maksud? Aku bahkan nggak ngerasa kalau ini baik buat aku. Oh ya satu lagi-lagi, jangan-jangan mama yang ngambil surat dari Naya yang aku simpan di dalam kotak ya? Kan mama dulu pernah ngambil semua barang-barang kenangan aku sama Naya!”


“Surat apa yang kamu maksud?” Tanya Sherly kebingungan.


“Surat tulisan Naya dulu buat aku ma, mama kan yang ngambil?” 


“Kamu kok jadi nuduh mama sih, surat yang mana saja mama nggak tahu!” Ucap Sherly dengan kebingungan.


“Rafandra nggak percaya lagi sama mama, karena mama aja pernah ngambil semua barang-barang itu secara diam-diam dari kamar  aku, jadi bukan nggak mungkin kali ini mama juga yang ambil surat itu, dan jangan-jangan mama juga yang nyerahin surat itu ke penerror itu ya? Mama kan sekarang sudah ada di pihak Ardiya dan papanya!” Sindir Rafandra.

__ADS_1


Rafandra lalu pergi bergitu saja meninggalkan Sherly yang tengah kebingungan di meja makan, dan juga meninggalkan sarapannya yang belum dia habiskan. Pikiran Rafandra memang tengah kacau, sampai-sampai dia menuduh mamanya sendiri yang bekerja sama dengan para peneror itu. Tapi Rafandra mengatakan itu semua juga bukan tanpa alasan. Mamanya pernah menutupi masalah Naya dari dirinya, dan mamanya juga pernah mengambil barang-barang kenangannya bersama Naya secara diam-diam, lalu mamanya juga meminta Rafandra untuk tidak menuduh Ardiya dan papanya lagi tentang terror ini, semua alasan itu sungguh membuat Rafandra berfikir kalau  mamanya sudah bersekongkol dengan Ardiya dan Papanya lalu mengambil surat itu diam-diam dari kamarnya. Karena hanya Sherly yang leluasa keluar masuk ke dalam kamar Rafandra. Tapi kenapa sampai Sherly mau bersekongkol dengan Ardiya dan Papanya? Mungkin karena Sherly sudah mulai luluh dengan rayuan mereka berdua dan juga ingin membuat Rafandra menyerah lalu menjalin hubungan baik lagi dengan keluarga Ardiya. Ya itu semua lah yang kini dalam fikiran Rafandra. 


Rafandra mengemudikan mobilnya dengan segera dan dengan cepat menuju ke kampus. Sepanjang jalan hanya pikiran kesal saja yang terngiang di otaknya. Saat berhenti di lampu merah, tak sengaja mobil Rafandra berhenti tepat di samping mobil Ardiya yang tengah menuju ke kampus untuk mengantarkan Gresha. Rafandra pun harus menyaksikan pemandangan romantis pagi-pagi seperti ini, Gresha terlihat bahagia dan terus bersandar pada pundak suaminya, tawa di bibir mereka benar-benar menyakitkan Rafandra. Belum  juga perasaan kesalnya terhadap Sherly hilang kini harus melihat lagi Gresha bermesraan dengan Ardiya.


“Kenapa pagi-pagi gini semuanya uda bikin gue jengkel sih!” Gumam Rafandra sambil memukul setir mobilnya, dan tanpa dia sengaja dia memukul bagian klakson. Sontak itu mengejutkan beberapa pengendara yang lain, terutama pengendara sepeda motor. Gresha dan Ardiya yang mendengar bunyi klakson itu pun juga agak terkejut dan mencari sumber suara klakson itu dan ternyata mereka berdua melihat Rafandra yang tepat di samping mereka. Saat Gresha dan Ardiya menatap ke arah Rafandra, Rafandra juga tanpa sengaja melihat ke arah Gresha dan Ardiya.


“Rafandra!” Gumam Gresha.


Karena kepergok Gresha dan Ardiya, Rafandra lalu menatap lagi jalanan yang ada di depannya dan berpura-pua tak memperhatikan Gresha dan Ardiya. 


“Cerita apa?”


“Soal Rafandra!”


Gresha lalu menceritakan kepada Ardiya tentang Rafandra, dia bercerita kalau Rafandra mencurigainya yang mengambil surat dari Naya. Mendengarkan cerita itu membuat Ardiya menjadi merasa bersalah karena gara-gara dia, Gresha ikut tertuduh dengan masalah ini. 


“Aku jadi penasaran siapa sebenarnya dalang di balik peneroran ini, karena semuanya ini tertuju pada aku dan Papa. Dan peneror ini juga tahu tentang kita dan Naya. Dan apa maksud dia meneror keluarga Rafandra!” Ucap Ardiya sambil berfikir.

__ADS_1


“Kamu kira-kira ada kecurigaan gitu nggak sama siapa? Soalnya Rafandra terus nuduh kamu sama Papa sekarang!” 


“Aku nggak tahu siapa, tapi kata Papa, Rafandra juga habis nemuin Papa. Dia marah-marah ke Papa dan minta Papa buat hentiin terror ini. Rafandra nggak punya kecurigaan ke orang lain selain ke aku sama Papa karena memang aku sama Papa yang paling tau tentang Naya. Tapi papa bilang ada orang lain juga yang tahu tentang aku dan Naya!”


“Siapa?”


“Papa nggak ngasih tahu siapa orangnya!”


“Gimana kalau kita bantu Rafandra buat ngungkap terror ini biar dia nggak nuduh keluarga kita lagi?”


Follow :


Ig : Rahayu_nrahma


Tiktok : Rahayunr30


SV : Rahayunr (WS) 

__ADS_1


__ADS_2