Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 55 (Rencana satu)


__ADS_3

Gresha menatap dalam kolam renang yang kini ada di hadapannya, sudah lebih dari satu jam Gresha duduk di dekat kolam renang. Dan dari kejauhan Bibi terus memperhatikan Gresha, karena takut kalau Gresha nekat melakukan hal buruk seperti dulu lagi. Tapi untuk saat ini tidak ada sedikitpun niat Gresha untuk mengakhiri hidupnya. Gresha hanya terus memikirkan semua ide yang Yumi berikan padanya untuk menyatukan Ardiya dan Vio. 


“Gue mesti ngapain? Apa gue harus ngejalanin semua ide dari Yumi?” Gumam Gresha.


“Tapi kan ini bagus seharusnya buat gue, kalau Ardiya jadian sama Vio, gue bisa bebas dari si Ardiya itu!” Lanjut Gresha.


Tak lama Ardiya datang dari kantor dan melihat Bibi yang sedang ada di balik pintu arah kolam renang. Ardiya kemudian menghampiri Bibi.


“Ngapain Bi disini?” Tanya Ardiya.


“Itu saya lagi ngelihatin Mbak Gresha, Bibi takut kalau Mbak Gresha berbuat aneh-aneh seperti dulu Pak!”


Ardiya kemudian menatap ke arah Gresha yang masih duduk termenung menatap kolam renang. Ardiya kemudian meminta Bibi untuk kembali ke dapur. Setelah Bibi kembali ke dapur, Ardiya berjalan pelan ke arah Gresha.


“Ngapain disini malam-malam?” Tanya Ardiya.


“Kamu baru pulang?” Tanya Gresha balik.


“Iya, sana balik ke kamar jangan disini sendiri!” Ucap Ardiya.


Gresha kemudian berdiri dan menghadap ke arah suaminya itu.


“Besok kan libur kita jalan yuk!” Ajak Gresha.


“Jalan? Kamu yakin ngajakin aku jalan, tumben banget!”


“Em i..iya pengen aja jalan sama kamu!”


*****


Gresha sudah selesai bersiap, dan dia pergi ke kamar yang Ardiya tempati. Saat Gresha hendak mengetuk pintu kamar Ardiya, Ardiya lebih dulu membuka pintu kamarnya. Ardiya menggunakan sweater berwarna burgundy dan celana hitam, dan terlihat begitu menawan. Sontak mata Gresha menatap kagum Ardiya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ardiya juga terlihat mengukir senyum tipis dibibirnya. 


“Ganteng banget!” Batin Gresha.


Ardiya kemudian meraih tangan Gresha dan menggandengnya.

__ADS_1


“Kita pergi sekaranga ya!” Ucap Ardiya.


Gresha tak menjawab apapun, matanya seraya masih terpukau dengan ketampanan suaminya itu. Hari ini juga menjadi hari yang membahagiakan bagi Ardiya, karena selama pernikahan mereka, baru kali ini Gresha mengajaknya pergi. Dan Ardiya tidak mau menyia-nyiakan moment ini. Dan kali ini Gresha sudah menentukan dimana cafe yang akan mereka datangi.


Setelah sampai di café yang mereka tuju, Gresha dan Ardiya segera memesan makanan dan minuman untuk mereka. Dan setelah makanan mereka datang , tak berapa lama kemudian datanglah seorang perempuan menghampiri meja Ardiya dan Gresha.


“Hai Gres, hai Ardiya!” Sapa Vio. 


“Hai Vio, sini duduk!” Sapa Gresha balik.


 “Hah duduk?” Tanya Ardiya kebingungan.


“Eh iya jadi aku disini janjian sama Vio juga!” Ucap Gresha dengan senyum lebar.


Sontak raut wajah Ardiya berubah drastis, moodnya mendadak menjadi rusak. Ardiya tidak mengerti apa maksud dari Gresha, kenapa bisa-bisanya Gresha mengajak Vio tanpa memberitahukan hal ini terlebih dahulu.


“Kalian sering ya jalan bareng gini?” Tanya Vio basa basi.


“Nggak juga sih, kan saudara gue yang satu ini sibuk banget!” Ucap Gresha sambil melampar senyum ke arah Ardiya.


Setelah makanan mereka semua habis,Ardiya mengajak Gresha pulang karena Ardiya juga sudah merasa sangat tidak nyaman dan moodnya juga sudah tidak bagus. 


“Terus kamu gimana?” Tanya Ardiya kaget.


“Aku uda hubungi Pak Dede buat jemput aku!”


“Gresh kamu…!” Ucap Ardiya sedikit kesal.


Tanpa menghiraukan Ardiya dan Vio, Gresha langsung pergi dari café itu dan dengan sangat terpaksa Ardiya mengantarkan Vio pulang. Ardiya tidak menyuruh Vio naik taxi karena Ardiya merasa tidak enak karena Vio adalah anak dari rekan kerja Ardiya.


****


Gresha memang sudah merencanakan semua pertemuan ini, dan ini memang satu dari sekian banyak rencana Yumi dan Gresha. sebelum Gresha mengajak Vio malam itu sebelumnya dia telah menghubungi Vio dan meminta Vio datang makan bersama dan juga meminta Vio untuk tidak membawa mobil agar bisa pulang dengan Ardiya. 


Setelah sampai di rumah, Gresha segera masuk ke kamar dan berganti baju lalu tak lama dia tertidur dengan pulas. Setelah sekitar satu jam lamanya tiba-tiba Gresha mendengar pintu kamarnya di ketuk begitu keras, Gresha lalu terbangun dari tidurnya dan dengan mata yang menahan kantuk dia membuka pintu kamarnya. Ternyata dibalik pintu sudah ada Ardiya yang menunggu Gresha dengan raut wajah yang ingin marah.

__ADS_1


“Maksud kamu apa tadi ngajak Vio dan minta aku buat nganterin Vio pulang?” Ketus Ardiya.


“Kenapa emangnya? Kan dia temanku dan dia juga anak dari rekan kerja kamu kan? Jadi nggak masalah dong kalau kita makan bareng?”


“Teman? Kamu nggak pernah bilang kalau dia teman kamu? Bukannya kamu sama dia nggak akur ya? Kenapa sekarang tiba-tiba jadi teman?”


“Ah.. udahlah nggak usah dibahas, cuma gitu aja kenapa jadi marah-marah gini sih, nggak jelas banget!” Ucap Gresha kesal.


Gresha kemudian menutup dan mengunci kembali pintu kamarnya lalu kembali merebahkan badannya ke atas tempat tidur. Sedangkan Ardiya lalu kembali ke kamarnya dengan wajah yang masih saja terlihat kesal. Padalah awalnya Ardiya sangat bahagia karena Gresha mengajaknya pergi dan Ardiya sudah terlanjur menaruh harapan besar pada moment ini tapi ternyata Gresha hanya menjebak dan membohongi Ardiya. Saat sampai di kamar, tiba-tiba ponsel Ardiya berdering dan tenyata ada panggilan masuk dari Vio. Meskipun terlihat kesal Ardiya tetap mengangkat telfon itu.


“Ada apa?” Ketus Ardiya.


“Kamu uda sampai rumah?”


“Sudah!”


“Oh ya makasih ya tadi udah mau nganterin aku!” Ucap Vio kegirangaan.


“Iya!”


Ardiya kemudian langsung mematikan telfon itu dan melempar ponselnya ke atas tempat tidur. Sedangkan Ardiya bergegas pergi ke kamar mandi. 


****


Gresha menghampiri meja makan untuk sarapan, disana juga terlihat Ardiya yang sedang menikmati sarapannya. Gresha juga sudah terlihat rapi dan siap untuk berangkat ke kampus. Gresha kemudian duduk di hadapan Ardiya. Tapi tiba-tiba Ardiya langsung berdiri dan beranjak pergi.


“Mau kemana? Ini kan belum habis sarapannya?” Tanya Gresha.


Ardiya hanya diam dan terus berjalan menuju ke pintu utama rumahnya. Ardiya masih saja terlihat kesal dan marah kepada Gresha karena kejadian kemarin. Gresha kemudian mengambil roti tawar dan mengolesi roti itu dengan selai coklat. Dan dengan perlahan Gresha menggigit roti itu.


“Kenapa gue jadi ngerasa bersalah gini ya, Ardiya pasti marah banget sama gue deh ini!” Gumam Gresha.


“Tapi gue harus ngejalanin semua rencana Yumi, gue mau Ardiya sama Vio jadian!”


Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel Gresha dan teryata itu adalah Vio, dan Gresha segera membaca pesan tersebut.

__ADS_1


...Gimana hari ini jadi kan?...


*Minal Aidzin Wal faidzin semuaaa nyaa, maafin yaa kalau aku banyak salah dan bikin kalian nungguuu. Dan maafin baru upload lagii kemarin riweh bangett guysss 💖*


__ADS_2