
“Halo Raf!” Sapa Raka dengan jantung yang masih berdebar.
“Kenapa ka, ada berita apa?”
“Gue ketahuan sama Ardiya sama Gresha dan gue juga belum dapat info apa-apa tentang bokap tiri lo itu!”
“Ketahuan? Kok bisa ,mereka ngapain kesana?” Ucap Rafandra dengan nada yang mulai meninggi.
“Gue nggak tahu, tadi yang gue lihat mereka baru datang ke rumah itu dan Gresha mergokin gue!”
“Lo kok bisa-bisanya ceroboh kayak gini sih, cuma gitu aja bisa ketahuan!”
“Sorry Raf, gue juga nggak tahu kalau Gresha sama Ardiya bakalan sadar kalau ada gue disana!”
Tanpa menjawab lagi Rafandra langsung mematikan telfon itu.
__ADS_1
“Ah sialan!” Umpat Raka sambil melempar ponselnya ke bangku kosong sebelahnya.
****
Pagi ini Ardiya mengantar Gresha untuk berangkat ke kampus, dan tak lama setelah Ardiya pergi, Gresha melihat Raka dan Rafandra tengah mengobrol serius tak jauh dari gerbang kampus. Dan tanpa berfikir panjang Gresha pun menghampiri mereka berdua. Melihat kedatangan Gresha membuat Raka dan Rafanda terkejut, mereka juga langsung menghentikan pembicaraan mereka.
“Gue butuh bicara sama kalian!” celetuk Gresha dengan tatapan mata yang tajam.
“Mau ngomong apa?” Tanya Rafandra dengan sorot mata tak kalah tajam.
“Apaan sih maksud lo, datang tiba-tiba malah nanya aneh kayak gitu!” Jawab Rafandra sinis.
“Nggak usah bohong deh, kalau nggak mata-matain ngapain Raka malam-malam di depan rumah mertua gue? Nggak mungkin kalau ini semua hanya kebetulan saja!” Ketus Gresha.
“Gresh kita uda kenal lama, dan lo juga tahu kan gue kayak gimana, kenapa lo sekarang malah nuduh kayak gini? Pasti Ardiya sama bokapya itu uda cuci otak lo Gres, jadi mending lo pisah aja deh sama Ardiya biar nggak kayak gini!”
__ADS_1
Mendengar perkataan Rafandra membuat Gresha naik pitam, bola matanya memutar seketika dan mulutnya pun hendak mengeluarkan kata-kata hujatan untuk Rafandra, tapi belum sempat Gresha berucap, Rafandra sudah terlebih dahulu mendahului.
“Semenjak sama Ardiya aku ngerasa kamu bukan lagi Gresha yang aku kenal dulu, kamu sudah berubah, dari sikap perlakuan dan semuanya sudah berubah. Ardiya benar-benar sudah merubah kamu, merubah Gresha yang kami semua kenal!” Lirih Rafandra.
Ucapan itu membuat Gresha diam dan mengurungkan niat untuk membantah semuanya, dia hanya diam menatap Rafandra dan Raka bergantian lalu dia diam tertunduk lesu.
“Kamu diam ,kamu nggak tahu apa-apa tentang apa yang sudah aku lewati selama ini!” Lirih Gresha.
“Karena kamu sendiri yang diam dan nyembunyiin semua ini dari aku lalu milih pasrah dinikahi sama bajingan itu!” Maki Rafandra.
Makian Rafandra itu membuat mahasiswa yang berada di sekitar mereka memusatkan perhatian mereka ke suara keras Rafandra. Semua orang yang melihat kejadian itu mulai berbisik satu sama lain sambil terus melihat ke arah Rafandra.
“Raf uda, kita uda jadi pusat perhatian sekarang!” Bisik Raka pada Rafandra.
“Kamu tahu takdir nggak sih? Semua ini sudah di takdir kan sama Tuhan. Bahkan tentang kamu yang jadi adik tiri suami aku itu pun juga sudah Tuhan takdirkan, dan bahkan kematian Naya juga sudah ditakdirkan sebelum dia lahir ke dunia ini!” Ketus Gresha.
__ADS_1
“Aku tahu aku nyakitin perasaan kamu Raf, aku minta maaf, aku memang salah. Kalau kamu mau benci sama aku silahkan mau marah sama aku silahkan. Mau maki aku sepuasnya juga silahkan, tapi tolong jangan ganggu Ardiya dan Papanya, mereka sudah cukup menahan sakit selama ini, menahan sakit karena kehilangan Mama Dea, lalu kehilangan kamu dan juga mama kamu, setelah itu masih kehilangan Naya. Dan sekarang kamu minta aku ninggalin mereka? Maaf Raf, aku bukan kamu, aku nggak akan ninggalin Ardiya dan juga Papanya, karena aku tulus sama mereka!” Lirih Gresha dengan mata yang berkaca-kaca.