Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 54 (Ide Gila)


__ADS_3

“Terus kamu maunya aku bilang apa? Kamu sendiri kan yang bilang buat jaga rahasia ini dan kamu sendiri kan yang bilang kalau kamau nggak mau kalau orang-orang tahu bahwa kita uda nikah dan kita ini suami istri. Kamu nggak mau kan bikin sakit hati pacar kamu itu. Terus sekarang salah lagi aku bilang ke Vio kalau kita saudaraan? Salah lagi?” Ucap Ardiya dengan nada cukup tinggi.


“Nggak gitu maksud aku Ar, aku cuma ngerasa aneh aja kenapa Vio tiba-tiba baik dan ramah sama aku setelah kamu bilang kita ada hubungan saudara!” Jelas Gresha.


Ardiya lalu meraih baju yang tadi Gresha ambilkan dan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Sedangkan Gresha masih tetap duduk di atas tempat tidur.


Tak berselang lama akhirnya Ardiya keluar kamar mandi dan sudah selesai mandi.


“Ngapain kamu disini? Sana ke kamar kamu, aku mau tidur!” Ketus Ardiya.


Gresha hanya menatap Ardiya sendu lalu berdiri dari tidurnya dan melangkah cemas keluar dari kamar Ardiya.


Gresha kemudian berjalan pelan menuju ke kamarnya sendiri dengan semua rasa yang entah apa berkecamuk di dalam hati dan pikirannya. 


*****


Gresha bersiap untuk berangkat ke kampus bersama Pak Dede, saat dia menuju garasi mobilnya, terlihat Ardiya sudah bersiap untuk berangkat kerja, Gresha kemudian menghampiri mobil Ardiya dan mengetuk kaca mobil Ardiya.


“Ada apa?” Ketus Ardiya.


“Kamu mau berangkat kerja nggak pamit sama aku?”


“Buat apa?”


“Kan aku istri kamu masak kamu nggak mau pamit dulu?”


 Tak menggubris omongan Gresha, Ardiya langsung menutup kaca mobilnya dan bergegas berangkat meninggalkan Gresha. Gresha terus memanggil nama suaminya itu, tapi mobil Ardiya terus melaju tanpa memperhatikan Gresha. Karena hari sudah semakin siang akhirnya Gresha mengajak Pak Dee sopirnya untuk segera berangkat. Saat sampai di kampus Gresha lagi-lagi bertemu dengan Vio. Saat melihat Vio kekesalan dalam hati Greshsa semakin menjadi-jadi, Gresha merasa sangat tidak nyaman kalau Vio sok ramah dengan Gresha.


“Pagi Gresh!”


“Kenapa?” Ketus Gresha pada Vio.


“Lo kok jutek banget sih sama gue?” Rengek Vio.


Gresha tak memperhatikan rengekan Vio itu dia terus berjalan fokus menuju ke kelas.


“Eh Gresh lo tahu nggak makanan kesukaan Ardiya?”


“Nggak!”


“Kalau hobinya Ardiya lo tahu nggak?”

__ADS_1


“Nggak!”


“Kalau tempat yang paling sering datengin tahu nggak?”


“Nggak!”


“Ih lo kok nggak tahu mulu sih Gres? Lo kan saudaraan sama dia harusnya lo banyak tahu dong tentang Ardiya?” Tanya Vio kesal.


“Emanganya kalau gue kasih tahu lo,lo mau apa?” Ketus Gresha.


“Gue…gue sebenarnya dari dulu uda suka sama Ardiya Gresh!” Ucap vio malu-malu.


Mendengar perkataan Vio itu membuat Gresha terkejut lalu dia dengan spontan menghentikan langkah kakinya lalu menatap Vio dengan kesal.


“Lo suka sama Ardiya?”


“Iya uda dari dulu tapi Ardiya cuek banget, gue jadi bingung!”


“Ardiya nggak bakalan suka sama lo!” Ketus Gresha.


Setelah mengucapkan kata-kata itu Gresha lalu melanjutkan langkahnya dengan wajah yang terlihat kesal.


“Kenapa?” Cecar Vio.


Gresha tak menjawab sepatah katapun pertanyaan dari Vio hingga mereka berdua sama-sama masuk kelas. Gresha lalu segera duduk di samping Yumi, sedangkan Vio duduk berjarak sekitar 3 bangku dari Gresha.


Yumi yang melihat Gresha dan Vio datang bersamaan juga merasa sangat aneh,tapi merasa aneh lagi saat melihat wajah Gresha terlihat kesal sedangkan wajah Vio seperti penuh pertanyaan dan kebingungan.


Setelah selesai jam kuliah Gresha mengajak Yumi untuk main ke rumah Gresha dengan alasan Gresha kesepian, Yumi pun menuruti permintaan Gresha itu, setelah sampai di rumah Gresha , kini mereka berdua tengah duduk santai di balkon kamar Gresha sambil menikmati beberapa cemilan yang sudah bibi siapkan.


“Eh ya Gres lo tadi kok bisa barengan sama Vio pas masuk kelas?” Tanya Yumi.


“Tadi tuh Vio nanya-nanya soal Ardiya ke gue!”


“Dia nanyain gimana? Apa sekarang rahasia lo sama Ardiya terancam ketahuan?” Tanya Yumi panik.


“Nggak gitu tapi Vio nanya soal makanan kesukaan Ardiya, hobi dan yang lain lah!”


“Hah ? Buat apa?”


“Ternyata Vio uda suka sama Ardiya dari lama!”

__ADS_1


Yumi melongo menetap Gresha saat Gresha memberitahukan kepada Yumi kalau Vio suka sama Ardiya. Yumi sangat shock dan tidak habis fikir dengan semua ini, dia lalu meneguk segelas jus jambu nya untuk menenangkan dirinya sendiri.


“Eh tunggu-tunggu ini tuh kabar baik deh Gresh menurut gue!”


“Kenapa kabar baik?”


“Kalau Vio suka sama Ardiya dan bisa bikin Ardiya jatuh cinta sama Vio, lo punya kesempatan buat pisah sama Ardiya!” Jelas Yumi dengan mata yang berbinar.


“Pi..pisah?”


“Iya bukannya ini yang lo harepin? Pisah sama Ardiya dan balik lagi menikmati masa-masa pacaran lo sama Rafandra?”


“I..iya sih!”


“Oke kita bisa atur strategi buat bikin Ardiya dan Vio bisa pacaran!”


Mendnegar ide yang Yumi  gelontorkan itu harusnya membawa angin segar buat Gresha, karena bisa jadi nanti Ardiya akan benar-benar jatuh cinta sama Vio dan akhirnya Gresha bisa terbebas dari hubungannya bersama Ardiya. Tapi entah kenapa dalam hati Gresha merasa ini sangat janggal dan dia seperti tidak bisa menerima seutuhnya kalau Vio dan Ardiya nantinya akan bersama.


Sedangkan kini Yumi tengah asyik dan bersemangat untuk menyusun ide-ide gilanya untuk Vio dan Ardiya agar bisa bersatu. Gresha hanya mendengarkan ide-ide yang Yumi rencanakan tanpa memberikan konstribusi ide apapun kepada Yumi. 


“Lo kenapa kayak nggak semanagt gitu Gres?” Tanya Yumi curiga.


“Gue nggak kenapa-kenapa, gue semangat kok!”


Yumi sebenarnya juga tahu bahwa sikap Gresha ini berbeda dengan sikapnya dulu saat baru awal-awal menjalani pernikahan dengan Ardiya. Tapi Yumi mencoba terus menegsampingkan semua pikirannya itu dan fokus menyusun rencana untuk menyatukan Ardiya dan Vio.


“Kita beneran harus ngejalanin semua rencana gila ini Yum?”


“Iya dong Gresh, kita harus sangat berusaha keras membuat Ardiya jatuh cinta sama Vio!”


“Tapi…”


“Tapi kenapa? Lo nggak mau ya? Apa lo uda mulai suka sama Ardiya dan cemburu kalau Ardiya sama Vio?”


**** 


Rafandra masih terus mencoba mencari beberapa barang-barang kenangannya bersama Naya, dia sangat berharap menemukan suatu petunjuk, karena sejauh ini Rafandra juga masih belum bisa membuka emailnya yang dulu. Rafandra terlihat membongkar beberapa box yang berisi barang-baarang lamanya. Tapi sudah hampir satu jam Rafandra tidak menemukan barang-berang penuh kenanganya bersama Naya.


“Kenapa barang-barangnya nggak ada smua ya? Gue ingat banget  dulu semuanya gue taruh di box ini, tapi kenapa sekarang nggak ada sama sekali ?” Gumam Rafandra.


****

__ADS_1


Sherly, mama dari Rafandra, terlihat tengah merapikan lemari kamarnya, dia kemudian mengambil sebuah box besar berwarna coklat yang dia letakkan di dalam lemari bagian bawah lalu Shely membuka box itu dan mengambil sebuah foto yang ada didalamnya. 


 “Naya!”


__ADS_2