Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 133 (Egois)


__ADS_3

“Sayang sudah belum?” Tanya Ardiya sambil menguap.


Gresha lalu meletakan baju yang dia pegang dan menghampiri Ardiya yang terlihat mulai mengantuk. Karena sudah lebih dari satu jam Ardiya menunggu Gresha mencoba semua baju-bajunya itu dan tak kunjung selesai juga. Padahal masih ada wakatu esok hari untuk mempersiapkan baju-baju yang akan di bawa liburan.


“Kamu uda mulai ngantuk?”


Ardiya hanya mengangguk, dengan mata yang mulai tak sanggup untuk terbuka lebar.


“Ya uda bentar aku beresin bentar ya!” Ucap Gresha.


Baru saja Gresha berpaling dan hendak melangkah membereskan baju-bajunya, tiba-tiba Ardiya menarik pinggang Gresha hingga Gresha mundur ke belakang dan terduduk tepat diatas pangkuan Ardiya. Sedangkan tangan Ardiya melingkar erat di pinggang Gresha dan Ardiya juga menempalkan wajahnya pada punggung Gresha sambil memejamkan matanya.


“Eh kok gini!” Ucap Gresha.


“Aku suka!” Gumam Ardiya.


Ardiya seperti sudah tak kuasa untuk menahan kantuknya tapi dia juga sangat ingin memeluk mesra tubuh istrinya itu.


“Nanti kamu capek kalau kayak gini!” Ucap Gresha lagi.


“Sebentar saja!” Gumam Ardiya lagi dengan suara yang sudah semakin melemah.


Gresha lalu mengusap lembut tangan Ardiya dengan senyum indah dibibirnya.


****


Pagi ini sebelum Gresha masuk ke dalam kelas Gresha menyempatkan dulu ke perpustakan untuk meminjam buku, dan di dalam perpustakaan Gresha bertemu dengan Raka. Raka berjalan mendekati Gresha, dan kini mereka berdiri berdampingan.


“Ada apa Ka?” Tanya Gresha pelan.


“Gue mau lo jujur sama gue!” Ucap Raka dengan wajah yang serius.


“Ada apa sih?”


“Lo kan yang ngehasut Yumi biar dia nggak mau nerima cinta gue Gresh?” Tanya Raka dengan sorot mata yang menakutkan.


“Lo apaan sih, ngaco ya!” Maki Gresha.

__ADS_1


Karena suara Gresha yang cukup keras kini semua pengunjung perpustakaan menatap Gresha dan Raka , begitupun penjaga perpustakaan.


“Kalian berdua keluar, kalau mau ngobrol jangan disini!” Maki perempuan penjaga perpustakaan yang berusia sekitar 30 tahunan itu.


“Iya bu maaf!” Ucap Gresha.


Gresha lalu berjalan keluar dari perpustakaan diikuti oleh Raka dengan wajah yang penuh dengan emosional.


Saat sampai di depan perpustakaan Gresha menyilangkan tangannya, dan mulai terpancing emosi dengan ucapan Raka tadi.


“Maksud lo ngomong kayak tadi apaan sih?” Tanya Gresha dengan wajah masam.


“Gue tahu kok kalau Yumi nggak mau nerima cinta gue itu gara-gara lo!”


“Gue nggak pernah ngelarang Yumi buat pacaran sama lo ya, tapi emang Yumi sendiri yang nggak mau!”


“Iya dia nggak mau karena hasutan dari lo, lo bisa nggak sih jadi sahabat tuh yang pengertian sama sahabatnya, kalau Yumi mau bahagia sama gue kenapa lo mesti larang? Apa karena gue sahabatnya Rafandra ,mantan lo? Dan lo takut kalau nantinya Yumi bakalan berpihak ke Rafandra bukan ke lo lagi? Licik banget sih lo Gresh, jahat lo jadi sahabat, lo egois cuma mikirin diri lo sendiri!” Maki Raka.


Makian Raka itu ternyata dilihat oleh beberapa mahasiswa yang kebetulan ada di sekitar area perpustakaan, tak luput juga semua itu dari pandangan Vio. Vio yang berdiri beberapa meter dari mereka pun melihat dan mendengar kejadian itu dengan jelas. Vio pun merasa bahagia kini karena Raka telah terhasut oleh ucapannya dan mulai membenci Gresha.


“Mampus lo Gresh, lo fikir gue bakalan diem aja? Tunggu kejutan-kejutan lain ya!” Gumam Vio dengan liciknya.


Gresha lalu berjalan pelan dan menunduk lesu, dia terus berjalan menuju ke ruang kelasnya tanpa semangat, makian Raka masih terdengar jelas dalam ingatannya itu. Dan saat dia masuk ke dalam kelas, terlihat Yumi tengah duduk dan melambaikan tangannya pada Gresha sambil tersenyum. Bukannya langsung menghampiri Yumi, Gresha malah diam mematung sambil menatap sendu Yumi.


“Apa emang gue egois ya sama Yumi? Apa Yumi tertekan karena gue?” Batin Gresha.


Yumi yang melihat sahabatnya itu bengong lalu menghampiri Gresha, dan menarik tangan Gresha hingga Gresha tersadar.


“Eh Yum!”


“Lo ngapain sih ngelamun disini, tuh dosennya uda masuk!” Ucap Yumi sambil mengarahkan dagunya kepada Dosen laki-laki yang baru saja masuk ke kelas .


Sepanjang mata kuliah hari ini fikiran Gresha terus terisi penuh dengan ucapan Raka yang cukup menyakitkan buat dirinya, dan saat semua mahasiswa bersiap untuk pulang. Gresha masih saja diam dan belum membereskan semua buku-bukunya.


“Gresh ayo buruan uda selesai nih!” Ucap Yumi.


“Yum lo bahagia nggak sih sahabatan sama gue? Gue egois ya selama ini?” Lirih Gresha.

__ADS_1


Yumi lalu meletakan kembali tasnya dan duduk menghadap Gresha dengan wajah yang kebingungan.


“Lo kenapa tiba-tiba ngomong kayak gini sih?” Tanya Yumi.


“Lo jujur aja deh Yum sama gue kalau memang lo selama ini tertekan, dan lo ngerasa kalau gue ini egois. Gue mau lo juga bahagia Yum, gue nggak mau lo sibuk mikirin dan ngurusin hidup gue tapi lo sendiri lupa sama kebahagiaan lo!”


“Nggak jelas banget sih lo Gresh, gue nggak pernah ngerasa kalau lo egois selama jadi teman gue, gue ikhlas temenan sama lo dan gue bahagia!”


****


Hari sudah semakin sore tapi di kampus masih banyak mahasiswa, dan kini terlihat beberapa mahasiswa tengah melihat ke arah ponsel dan saling berbisik satu sama lain. Dan saat Gresha dan Yumi berjalan melewati loby semua mata mahasiswa disana tertuju pada mereka berdua.


“Gresh lo ngerasa nggak kalau sedari kita keluar kelas tadi anak-anak selalu merhatiin kita?” Bisik Yumi.


“Iya Yum gue juga ngerasa gitu, emang ada yang aneh ya sama kita?”


Yumi lalu melihat ke kanan dan ke kiri lalu dia melihat tiga orang mahasiswi yang tengah memegang ponsel di tangan mereka masing-masing dan menatap Yumi beserta Gresha. Yumi lalu berjalan menuju ke arah tiga orang mahasisiwi itu dan berhenti tepat dihadapan mereka.


“Apa yang kalian lihat dari gue sama Gresha? Emangnya ada yang salah sama gue dan Gresha?” Tanya Yumi dengan wajah kebingungan.


Tiga orang mahasiswa itu saling berpandangan satu sama lain dan juga mereka terlihat bingung.


“Kenapa diam aja? Kenapa emangnya?” Tanya Yumi lagi.


Gresha yang melihat Yumi mulai menaikan nada suaranya itu lalu segera menghampiri Yumi karena dia takut kalau Yumi akan marah saat itu juga.


“Yum uda, tenangin diri lo, bisa aja ini cuma perasaan kita aja!” Bisik Gresha.


“Siniin hanphone lo!” Ucap Yumi sambil menarik ponsel salah satu dari mahasiswi yang ada di hadapannya itu.


Yumi dan Gresha lalu melihat sebuah video yang ada di ponsel itu.


“Ini apaan?” Gumam Yumi.


Follow :


Ig :Rahayu_nrahma

__ADS_1


Tiktok : Rahayunr30


SV : Rahayunr (WS)


__ADS_2